7 October 2013

by Yoga Wisesa

[Review] MSI GT70: Beauty in the Beast?

Ada sebuah kesan tersendiri saat Anda membuka MSI GT70 dari packaging-nya yang besar. Notebook ini bukanlah gaming notebook sembarangan, dan jika Anda memilikinya, Anda juga bukan orang sembarangan. Itu berarti Anda adalah satu dari sedikit orang yang benar-benar mencintai hobi Anda, dan Anda ingin mengangkat hobi ini menjadi sebuah gaya hidup. Itu juga berarti Anda adalah individu yang tidak segan mengeluarkan banyak uang untuk menikmati hobi yang Anda cintai dimanapun Anda berada.

If looks could kill...

MSI GT70 seekor monster yang cantik. Bagian body di belakang layar ditutup oleh brushed aluminium hitam. Di tengahnya terdapat logo MSI berwarna perak. Satu hal yang lucu, saat Anda mengaktifkan notebook ini, logo tersebut akan menyala - ternyata ada lampu LED putih di dalam logo itu. Untuk notebook secanggih ini, MSI tampak tidak lupa menambahkan detail-detail kecil.

Saat Anda membuka layarnya, Anda akan disajikan sebuah keyboard lebar hasil kerjasama MSI dengan Steelseries. Di pojok kiri dan kanan keyboard, terdapat sepasang speaker dengan teknologi chip audio dari Dynaudio. Anda akan menemukan tombol power duduk di singgasana teratas, dan dijaga oleh enam tombol fungsi fitur eksklusif yang dimiliki GT70. Hanya dengan menyentuhkan jari ke ikon-ikon ini, Anda bisa mengaktifkan kemampuan turbo-fan, masuk ke airplane mode, mengakses system control manager hingga mematikan monitor (sangat berguna saat Anda mencuri satu dua jam bermain game di kantor).

Sebagai jendela Anda masuk ke dunia game, MSI menyiapkan sebuah layar matte 17,6-inci full-HD. Saya menguji laptop ini dengan berbagai game, namun satu hal yang membuat saya cukup kagum adalah ketika saya mencoba menikmati The Elder Scrolls V Skyrim dan BioShock Infinite. Saya sendiri telah membubuhkan beberapa mod dalam Skyrim sehingga permainan ini memiliki grafis yang jauh lebih cantik dibanding versi awalnya - bahkan dengan high-res DLC pack. Saya bisa melihat pegunungan bersalju di ujung horizon yang sedang diguyur hujan. Di kaki gunung terdapat padang rumput tundra yang kekuningan, di kejauhan sekelompok raksasa sedang menggembala tiga ekor mamut.

Dalam uji coba BioShock Infinite sendiri, layar matte GT70 dapat menyajikan 'pilar-pilar' cahaya matahari kota Columbia yang mengagumkan. Jujur saja saya sempat memincingkan mata untuk dapat melihat di dalam silaunya matahari. Tentu layar jenis matte bisa dibilang menyajikan gambar yang sedikit kurang tajam dibandingkan varian gloss. MSI dan gaming notebook Asus Republic of Gamers memilih layar matte, dan Alienware (khususnya M17X yang pernah saya coba) dipersenjatai layar gloss.

Walaupun hasil gambar di layar gloss lebih tajam, kelemahan terbesarnya adalah saat Anda mencoba bermain di luar ruangan. Layar gloss akan lebih memantulkan cahaya matahari dibandingkan matte. Tapi tentu saja saya tidak akan menyarankan Anda untuk ber-gaming di luar ruangan karena hasil gambar tidak akan optimal. Sebagai info tambahan, layar GT70 memiliki tingkat kecerahan 240 - sepuluh poin di bawah standar.

Satu hal lagi - walaupun bukan masalah besar untuk saya - GT70 tidak mendukung Nvidia 3D Vision. Bagi saya orang berkacamata, kacamata 3D aktif adalah omong kosong. Tapi dengan teknologi 3D monitor akan memiliki tingkat refresh-rate yang sangat tinggi, bahkan hingga 120Hz.

Hal lain yang patut diacungi jempol adalah bagian keyboard dan palmrest. Seperti yang tadi saya bilang sebelumnya, bagian ini dipersenjatai oleh produsen periferal terbaik di dunia, Steelseries, dan Anda bisa rasakan perbedaannya saat menggunakan keyboard MSI GT70 dengan keyboard pada notebook gaming lain. Tentu keyboard ini tidak bisa kita bandingkan dengan nikmatnya menggunakan keyboard mechanical buatan Steelseries, namun ia adalah salah satu keyboard yang terbaik di kelasnya. Seperti dalam notebook gaming high-end, keyboard GT70 memiliki LED backlite yang bisa Anda kustomisasi dengan pola serta pilihan warna. Sayang, pilihan pola cukup terbatas dan saya bertanya-tanya mengapa kita tidak bisa mengustomisasi warna tuts satu per satu.

Keyboard ini disajikan dengan lebar dan empuk. Saya membuat ulasan ini dengan menggunakan GT70, dan sejauh ini tidak ada keluhan. Satu hal yang selalu saya tekankan pada rekan-rekan di MSI adalah mengapa mereka tidak membuat keyboard ini dengan tuts yang lebih dalam. Saya sempat mencobanya dengan PlanetSide 2, satu hal yang paling mengganjal: mencoba menembak dengan sniper rifle di posisi jongkok. Itu berarti saya harus menekan tombol Ctrl kiri dan Shift. Hal itu tidak masalah saat saya menggunakan keyboard mekanik di rumah, namun sangat menyebalkan dan melelahkan saat mencobanya dengan keyboard laptop.

Bagian palmrest adalah salah satu bagian terbaik di MSI GT70. Entah bagaimana caranya, MSI berhasil membuatnya tetap dingin dalam uji coba saya selama berjam-jam. Bahkan sepupu kecilnya GE40 tidak bisa melakukan hal ini, dan juga beberapa jenis model high-end dari RoG (padahal saya hanya mencobanya dengan Civilization V).

Seperti sebuah formalitas lain, ia memiliki webcam dan juga mic. Webcam ini tidak tanggung-tanggung, didukung kamera yang mampu merekam video HD (720p). Kemudian di sebelah kanan GT70, terdapat sebuah optical drive Blu-ray burner - betul, Anda tidak salah baca. Apik untuk menikmati film-film beresolusi tinggi dengan Blu-ray, namun tidak berguna jika Anda seorang gamer sejati. Mayoritas dari kita membeli videogame melalui layanan digital, bahkan kepingan fisik hingga saat ini hanya menggunakan media DVD.

Selain Blu-ray, MSI GT70 memiliki konektivitas yang sangat lengkap. Anda mendapatkan sepasang port USB 2.0, tiga buah port USB 3.0, sebuah SD card reader, sepasang jack audio dan sepasang lagi jack microphone 3,5mm. Apalagi? Di bagian belakang Anda akan menemukan port VGA, HDMI, Gigabit Ethernet, slot power, DisplayPort hingga slot security lock.

Seperti notebook gaming sekelasnya, MSI memiliki bobot yang sangat tinggi. Unit laptop-nya saja mencapai 3,9kg, dan berat itu belum termasuk adaptor sebesar batu bata. Untungnya, ukuran adaptor ini lebih kecil dibandingkan yang dimiliki Alienware.

Inside the beast

Kita akan mencoba membedah lebih dalam isi perut monster ini. GT70 dipersenjatai jeroan paling high-end saat ini: prosesor Intel Core i7-4930MX CPU @ 3.00GHz, kartu grafis Nvidia GeForce GTX 780M dan Intel HD Graphics 4600 yang berjalan di bawah sistem Nvidia Optimus, penyimpanan Intel Raid 0 berkapasitas 360GB dan harddisk 800GB, terdapat RAM sebesar 16GB dengan audio Dynaudio, dan unit review ini berjalan dengan Windows 8 Pro 64-bit.

Untuk melihat performanya, saya menguji GT70 dengan beberapa software benchmark dan game: 3D Mark Vantage, BioShock Infinite, Saints Row IV, Skyrim Legendary Edition, Splinter Cell Blacklist hingga Valley dan Heaven Benchmark. Hasilnya tidak mengecewakan mengingat ia ditenagai komponen-komponen canggih. Dengan 3DMark Vantage, skor GPU mencapai nilai 30914 dan CPU 76328. Dengan tes benchmark BioShock Infinite sendiri, saya menggunakan setting maksimal dan resolusi 1920x1800, GT70 bisa mengangkan grafis ke 44fps. Lucunya, saat menggunakan resolusi 1366x768, fps turun ke 43.

Seperti yang tadi telah saya bahas sebelumnya, visual GT70 sangat apik. Mungkin Saints Row IV sendiri bukanlah game yang mendorong kemampuan grafis notebook gaming ini, namun setelah mencobanya dengan Grid 2, Skyrim dan BioShock Infinite, ia cukup mencengangkan.

Hal ini dibantu dengan detail suara yang diberikan oleh Dynaudio. Suara percakapan para penghuni Columbia, tawa anak-anak dan gumaman kesal seorang ibu dalam BioShock Infinite terdengar saling bertindihan namun sangat tajam. Bahkan saya bisa mendengar tiap tetesan air yang bocor dari pipa pemadam kebakaran. Dalam Skyrim sendiri, saya bisa mendengar suara angin semilir di atas rumput yang keluar dari dalam gua, serta suara lolongan naga di kejauhan. Lini suara sama sekali tidak ada masalah kecuali dalam menghadirkan bass.

Masalah malah datang dari kombinasi Microsoft Windows 8 dan Nvidia Optimus. Entah mengapa setelah meng-update ke driver 327.23, fps hanya 'menyangkut' di titik 30 dalam Skyrim yang dimodifikasi gila-gilaan ini. Saat saya coba dengan Splinter Cell Blacklist, framerate tidak pernah jatuh di bawah 30, dengan rata-rata 30 hingga 50. Hingga saat review ini ditulis, saya masih bingung apa yang salah dengannya. Bahkan menginstal ulang driver Nvidia tidak membantu. Apakah harus me-rollback dengan driver asli MSI GT70?

Saya sendiri merasa ada yang salah dengan Windows 8. Banyak software yang terasa tidak 'cocok' berjalan di dalamnya dan saya berharap update Windows 8.1 pada akhirnya bisa menyingkirkan semua masalah ini ke palung laut terdalam. MSI GT70 bukanlah laptop yang murah, ketidakoptimalan Windows 8 malah akan menyakiti kesan yang dimilikinya. Bagaimana jika orang awam bertanya: "Mengapa laptop semahal ini hanya mampu menjalankan game* dengan fps?"

Verdict

MSI GT70 bukanlah konsumsi individu biasa. Walaupun representasi MSI menegaskan pada saya untuk tidak menyebutkan harga (saya adalah salah satu tangan pertama yang diperbolehkan mencicipi GT70), kita tahu ia tidak akan disajikan dengan harga di bawah US$ 2.000. Seperti sebuah istilah tua: ada rupa, ada performa, ada harga. Jika kita ibaratkan produk laptop seperti mobil, maka laptop mainstream adalah Toyota dan Honda, Alienware ialah Ferarri dan MSI GT70 merupakan Lamborghini Aventador-nya dunia notebook.

Jika Anda memiliki sebuah unit notebook ini, Anda mungkin masuk dalam golongan individu yang saya sebukan: jutawan atau gamer profesional. MSI GT70 adalah si cantik dengan performa yang garang.

Performa: 8 Desain: 9 Presentasi: 8 Kepraktisan: 7 Harga: 6

Seandainya Anda ingin harga yang lebih mahal lagi, Anda bisa mencoba MSI GT70 Dragon Edition.