Razer Raion Sajikan Layout ala Arcade Stick dalam Wujud Gamepad Konvensional

1 min read
October 22, 2019

Komunitas pencinta game fighting pastinya paham apa yang membuat arcade stick superior. Itulah mengapa banyak peserta turnamen yang rela membawa sendiri arcade stick-nya, meskipun ukurannya tidak kalah besar dari keyboard. Di sisi lain, tidak sedikit juga yang lebih nyaman mengeksekusi kombo demi kombo menggunakan gamepad standar.

Melihat adanya dua ‘kubu’ ini, Razer menilai mereka bisa menawarkan solusi penengahnya. Dari situ lahirlah Razer Raion, controller untuk PlayStation 4 dan PC yang punya layout tombol tidak umum.

Razer Raion

Tidak umum karena di sisi kanannya terdapat total enam tombol dengan ukuran lebih besar dari biasanya, dan yang layout-nya menyerupai milik arcade stick. Jadi kalau memang dirasa perlu, pengguna bisa mengoperasikannya menggunakan jari telunjuk dan jari tengah layaknya sebuah arcade stick.

Demi mengakomodasi gaya bermain yang cepat, tiap-tiap tombol tersebut dibekali Razer Yellow Mechanical Switch yang bersifat linear dan punya titik aktuasi paling pendek. Masing-masing juga diklaim punya daya tahan sampai 80 juta kali klik.

Razer Raion

Di sisi kirinya, Razer memilih menyematkan D-pad 8 arah ketimbang joystick. Kita tahu bahwa D-pad jauh lebih presisi dibanding joystick, tapi kalah soal kecepatan. Di Raion, bentuk D-pad seperti ini memastikan kombo-kombo yang memerlukan gerakan setengah atau seperempat lingkaran tetap bisa tereksekusi dengan baik, dan lagi pengguna juga bakal merasakan feedback taktil yang memuaskan di tiap input.

Selebihnya, Raion tidak berbeda jauh dari controller bawaan PS4. Tombol shoulder dan trigger-nya tetap ada, demikian pula touchpad di bagian tengahnya. Secara keseluruhan bentuknya memang lebih mirip controller Xbox, apalagi mengingat tidak ada analog stick sama sekali di bagian bawahnya. Buat yang tertarik, Razer Raion saat ini sudah dipasarkan seharga $100.

Sumber: Razer.

Country Leader AWS Gunawan Susanto menjelaskan berbagai tantangan adopsi teknologi cloud di Indonesia dan investasi mereka untuk mengatasinya.
Previous Story

Country Leader AWS Indonesia Bicara Kedaulatan Data Hingga Investasi di Tanah Air

Next Story

DreamLeague Season 13 Digelar Pada Januari 2020 di Leipzig, Jerman

Latest from Blog

Don't Miss

Razer-Tampilkan-Ekosistem-Gaming-AI-di-CES-2026-dengan-Project-Motoko-dan-Project-AVA

Razer Tampilkan Ekosistem Gaming AI di CES 2026 Lewat Project AVA dan Motoko

Razer kembali memamerkan visi masa depan ekosistem gaming berbasis AI
8BitDo Umumkan Gamepad Ultimate 3E Controller for Xbox dan FlipPad untuk Smartphone

8BitDo Umumkan Gamepad Ultimate 3E Controller for Xbox dan FlipPad untuk Smartphone

Perusahaan periferal game 8BitDo telah mengungkapkan gamepad terbarunya di ajang