Dark
Light

Pasca Pivot, Solusi Pembayaran Digital untuk Event Pouch Siap Kembali Hadir di Indonesia

2 mins read
July 28, 2015

shutterstock_230023786

Berada dalam antrian panjang saat ingin membeli makanan dan minuman di sebuah event atau festival besar adalah hal yang kurang menyenangkan karena bisa membuat penonton kehilangan momen menarik. Hal ini yang coba diatasi oleh startup Singapura Pouch yang telah melakukan pivot terhadap target pasarnya. Pouch, yang kini telah berevolusi sebagai payment solution untuk event, pun kini siap untuk berekspansi kembali ke Indonesia.

Hadir di pertengahan 2012 lalu sebagai layanan loyalitas, kini Pouch berevolusi sebagai sebuah payment solution service dengan fokus pasar event dan festival. Menurut CEO Pouch Ilya Kravtsov, mereka telah memulai model ini lebih dari setahun yang lalu dengan memanfaatkan NFC wristbands sebagai media pembayaran. Lebih jauh, Ilya juga menegaskan bahwa alasan utama mereka melakukan pivot ini karena permintaan pasar itu sendiri.

Ilya mengungkapkan bahwa sebenarnya visi Pouch selalu untuk memasuki pasar sistem pembayaran. Ide awal yang digunakan adalah dengan menggunakan model loyalitas (dan manfaatnya) sebagai awal untuk menarik pelanggan dan kemudian memperluas ke sistem pembayaran.

Ilya mengatakan, “Jadi pivot yang sebenarnya [kami lakukan] bukan pada visi perusahaan, tetapi lebih ke target industrinya. Pada awalnya kami berfokus terutama pada segmen F&B, namun sekarang fokus utama kami adalah di event dan festival. Alasan utamanya karena didorong oleh permintaan pasar dan kesediaan untuk membayar produk kami.”

Menurut Ilya, segmen F&B di Indonesia beroperasi pada margin yang sangat rendah dan bahkan nilai $30 (sekitar Rp 360.000 dengan kurs sekarang) per bulan bagi masyarakat Indonesia adalah jumlah yang cukup besar. Lain halnya dengan industri event dan  festival.

“Di industri ini kita bicara tentang volume pelanggan yang lebih besar dan kemauan untuk membayar lebih untuk solusi inovatif yang dapat memecahkan titik permasalahan utama mereka,” ujar Ilya.

Dengan melakukan pivot target pasar ini, menurut Ilya, ada tiga pembelajaran yang dapat dipetik dari model sebelumnya. Pertama, segmen bisnis F&B tidak ingin membayar banyak untuk program loyalty. Kedua, customer engagement segmen F&B tidak terlalu tinggi. Terakhir, program loyalitas untuk model bisnis B2C memerlukan investasi besar.

Ilya mengatakan:

“Loyalitas adalah bisnis yang menarik, tetapi sangat rumit karena tidak mendorong pendapatan yang cepat. [Bisnis di sektor ini] Merupakan permainan jangka panjang.”

Cara kerja gelang NFC Pouch

Gelang NFC Pouch

Dengan gelang NFC Pouch, pengunjung tidak perlu membawa uang tunai dan meminimalkan pencurian. Di sisi pedagang, mereka bisa yakin bahwa tidak ada kecurangan terjadi selama transaksi karena semua proses terekam. Gelang ini juga dapat membantu event organizer dalam membendung pemalsuan tiket.

Walaupun ide ini terbilang baru untuk wilayah Asia Tenggara, konsep membayar menggunakan gelang sudah ada di pasar yang matang seperti Amerika Serikat dan Eropa. Festival Lollapalooza adalah contoh event yang menggunakan konsep ini.

Mengenai cara kerja gelang NFC Pouch ini, Ilya menjelaskan bahwa saat pelanggan tiba di suatu acara, ia akan mendapat gelang NFC dan mengisi saldonya. Tanpa perlu lagi membayar secara tunai atau menggesek kartu, pengunjung dapat melakukan transaksi menggunakan gelang NFC mereka.

“Di sisi lain, setiap pedagang dalam acara tersebut tidak perlu terminal, tetapi hanya perlu ponsel sederhana yang memiliki fitur NFC  dengan aplikasi Pouch terpasang di dalamnya untuk menerima pembayaran. Tidak ada koneksi Internet [yang] diperlukan,” tambah Ilya.

Rencana ekspansi ke Indonesia

Model bisnis yang kini diusung oleh Pouch telah berjalan sejak lebih dari setahun lalu dengan fokus operasional utama berada di Filipina. Menurut Ilya saat ini kondisinya jauh berbeda karena kini mereka juga memiliki event yang berlangsung di Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia.

Rencana perluasan pasar Pouch ini tak lepas dari perolehan pendanaan awal sebesar $520 ribu yang diperoleh bulan Juni lalu dari investor Malaysia Captii Ventures.

Marketing Associate Pouch Risman Munthe yang berkedudukan di Indonesia menyebutkan, “Saat ini, kami baru saja selesai menyiapkan kantor kami untuk cabang Indonesia dan kami sangat percaya diri untuk masuk ke pasar event management di dalam negeri ini, karena pasar menunjukkan prospek yang menjanjikan untuk gelang pintar kami.”

Ilya berkeyakinan, “Indonesia akan menjadi salah satu pasar utama kami. Kami memiliki target yang sangat ambisius dan saat ini sedang berbicara dengan produsen acara terbesar di negara ini. Tanggapannya sejauh ini sangat positif karena tidak ada yang melakukan pembayaran cashless di Indonesia di segmen event sejauh ini.”

Previous Story

Remix Mini Dijanjikan Sebagai Mini PC Android Sejati

Next Story

The Polemic that Surrounds UangTeman

Latest from Blog

Don't Miss

PouchPASS

PouchNATION Luncurkan Gelang Pendeteksi Suhu Tubuh, Mulai Pasarkan Produk dan Layanan di Indonesia

PouchNATION, pengembang platform teknologi untuk manajemen acara, baru-baru ini meluncurkan
TIX ID Berinvestasi ke PouchNATION

TIX ID Terlibat dalam Putaran Pendanaan Seri B PouchNATION

Hari ini (13/2), pengembang platform digital untuk pembelian tiket bioskop