Esports Ecosystem

Pertumbuhan Partisipan EVO, Bukti Minat Esports Fighting Game Meningkat Pesat

17 Jul 2019 | Ayyub Mustofa
Super Smash Bros. Melee tidak akan mati, tapi setidaknya kita berharap komunitas Smash bisa bersatu.

Seiring EVO 2019 semakin dekat, diskusi di komunitas fighting game tentang acara ini semakin hangat saja. Sebagian bersemangat dan menunjukkan gairah positif, tapi ada juga yang skeptis atau kesal karena berbagai hal. Maklum, EVO alias Evolution Championship Series adalah ajang kompetisi fighting game paling prestisius dunia saat ini, jadi setiap orang tentu punya ekspektasi masing-masing.

Ada dua topik yang belakangan banyak jadi bahan perbincangan terkait EVO. Pertama adalah hilangnya judul Super Smash Bros. Melee dari daftar turnamen utama. Yang kedua yaitu tentang jumlah partisipan judul-judul yang ada dan apa maknanya dalam ekosistem fighting game secara umum. Keduanya memang topik yang cukup penting, jadi wajar bila kemudian ada yang pro ataupun kontra.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Super Smash Bros. Melee telah bertahun-tahun menjadi salah satu judul teramai dan terbesar dalam EVO. Meskipun judul yang dirilis untuk console GameCube ini usianya sudah belasan tahun, komunitasnya sangat kuat dan bersemangat untuk menjaga ekosistem kompetitif tetap berjalan. Sejak tahun 2013, game ini selalu menduduki jumlah partisipan 4 besar di EVO.

Bahkan ketika Nintendo ingin melarang Super Smash Bros. Melee tampil di EVO, mereka tetap vokal memperjuangkan agar turnamen bisa berjalan. Bisa dibilang, justru komunitas Super Smash Bros. Melee-lah yang membuat esports Super Smash Bros. bertahan hingga sekarang dan direstui oleh Nintendo. Jadi wajar bila mereka kecewa dan banyak melayangkan protes terhadap keputusan panitia EVO.

Pernyataan Joey “MrWiz” Cuellar (CEO EVO) baru-baru ini tentang jumlah partisipan di EVO 2019 membuat semakin banyak orang di komunitas fighting game yang bersuara sumbang. Pasalnya, ada dua game yang memiliki partisipan tak sampai 1.000 orang, yaitu Soulcalibur VI (742) dan BlazBlue: Cross Tag Battle (640). Orang mulai berandai-andai bahwa jika turnamen Super Smash Bros. Melee tetap diadakan, angka partisipannya pasti bisa lebih tinggi. Sebagian juga menyebut Soulcalibur VI dan BlazBlue: Cross Tag Battle sebagai “game mati” karena jumlah partisipannya sedikit.

Satu hal yang mungkin mereka lupa, adalah bahwa angka yang diraih dua judul itu sebetulnya sama sekali bukan angka yang sedikit. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan partisipan EVO 2019 dengan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu catatan di forum Shoryuken menunjukkan data historis EVO sejak 2012 hingga sekarang, dan dari sini kita bisa lihat bahwa baik Soulcalibur VI maupun BlazBlue: Cross Tag Battle sebetulnya tergolong masih populer.

Partisipan EVO 2012:

  1. Street Fighter IV – 1.520
  2. Marvel vs. Capcom 3 – 1.248
  3. The King of Fighters XIII – 1.072
  4. Street Fighter x Tekken – 448 tim (896 orang)
  5. Soulcalibur V – 416
  6. Mortal Kombat 9 – 304

Partisipan EVO 2013:

  1. Super Street Fighter IV: Arcade Edition – 1.601
  2. Ultimate Marvel v. Capcom 3 – 1.297
  3. Super Smash Bros. Melee – 696
  4. Injustice: Gods Among Us – 582
  5. Street Fighter x Tekken – 545
  6. The King of Fighters XIII – 433
  7. Persona 4 Arena – 400
  8. Tekken Tag Tournament 2 – 355
  9. Mortal Kombat 9 – 233

Partisipan EVO 2014:

  1. Ultra Street Fighter IV – 1.979
  2. Ultimate Marvel vs. Capcom 3 – 1.014
  3. Super Smash Bros. Melee – 970
  4. BlazBlue: Chronophantasma – 508
  5. Killer Instinct – 338
  6. The King of Fighters XIII – 319
  7. Injustice: Gods Among Us – 311
  8. Tekken Tag Tournament 2 – 257

Partisipan EVO 2015:

  1. Ultra Street Fighter IV – 2.227
  2. Super Smash Bros. for Wii U – 1.926
  3. Super Smash Bros. Melee – 1.869
  4. Mortal Kombat X – 1.162
  5. Guilty Gear Xrd SIGN – 968
  6. Ultimate Marvel vs. Capcom 3 – 816
  7. Tekken 7 – 458
  8. Persona 4 Arena Ultimax – 437
  9. Killer Instinct – 397

Partisipan EVO 2016:

  1. Street Fighter V – 5.107
  2. Super Smash Bros. for Wii U – 2.662
  3. Super Smash Bros. Melee – 2.372
  4. Pokken Tournament – 1.180
  5. Guilty Gear Xrd Revelator – 910
  6. Ultimate Marvel vs. Capcom 3 – 782
  7. Mortal Kombat XL – 713
  8. Tekken 7 – 549
  9. Killer Instinct – 546

Partisipan EVO 2017:

  1. Street Fighter V – 2.622
  2. Super Smash Bros. for Wii U – 1.515
  3. Super Smash Bros. Melee – 1.435
  4. Tekken 7 – 1.278
  5. Injustice 2 – 883
  6. Guilty Gear Xrd REV 2 – 827
  7. Ultimate Marvel vs. Capcom 3 – 648
  8. BlazBlue: Central Fiction – 499
  9. The King of Fighters XIV – 375

Partisipan EVO 2018:

  1. DragonBall FighterZ – 2.575
  2. Street Fighter V: Arcade Edition – 2.484
  3. Tekken 7 – 1.538
  4. Super Smash Bros. for Wii U – 1.354
  5. Super Smash Bros. Melee – 1.351
  6. BlazBlue: Cross Tag Battle – 1.178
  7. Guilty Gear Xrd REV 2 – 629
  8. Injustice 2 – 363

Partisipan EVO 2019:

  1. Super Smash Bros. Ultimate – 3.492
  2. Street Fighter V: Arcade Edition – 1.929
  3. Tekken 7 – 1.885
  4. Samurai Shodown – 1.719
  5. Mortal Kombat 11 – 1.567
  6. Under Night In-Birth Exe: Late[st] – 1.156
  7. DragonBall FighterZ – 1.191
  8. Soulcalibur VI – 742
  9. BlazBlue: Cross Tag Battle – 640
UNIST - Screenshot
Pelan tapi pasti, Under Night In-Birth jadi judul “anime fighters” paling populer | Sumber: Steam

Memang bila dibandingkan judul-judul di atasnya, partisipan Soulcalibur VI dan BlazBlue: Cross Tag Battle di tahun 2019 tergolong rendah. Tapi sebetulnya angka tersebut pun termasuk tinggi bila dibandingkan EVO tahun-tahun sebelumnya. Andai angka ini terjadi di tahun 2012, maka dua judul itu akan masuk sebagai turnamen terpopuler keempat dan kelima. Artinya sebenarnya mereka bukan “game mati”, hanya saja EVO telah tumbuh menjadi begitu besar dan begitu ramai sehingga angka 742 dan 640 orang terlihat sedikit.

Bagi para pemain Super Smash Bros. Melee, Super Smash Bros. Ultimate memang tetap merupakan sebuah game berbeda. Akan tetapi Super Smash Bros. Ultimate memiliki gameplay yang cukup baik untuk dimainkan kompetitif. Beberapa pemain profesional Smash pun telah berpindah dari Melee ke Ultimate, contohnya seperti Armada, Mew2King, dan Hungrybox, meskipun ada juga yang tetap memainkan keduanya. Komunitas Melee dan Ultimate belum sepenuhnya bersatu, tapi melihat jumlah partisipan Super Smash Bros. Ultimate di tahun 2019 lebih tinggi dari Super Smash Bros. Melee dan Super Smash Bros. for Wii U digabung pada tahun sebelumnya, dapat kita simpulkan bahwa ada potensi untuk mengarah ke sana.

Terlepas dari opini yang beredar tentang pro dan kontra EVO 2019, angka-angka di atas menunjukkan satu hal yang pasti. Yaitu bahwa minat masyarakat terhadap fighting game kompetitif telah meningkat sangat pesat dalam tujuh tahun terakhir. Para penggemar Soulcalibur dan BlazBlue pun tidak perlu kecil hati, karena seri kesayangan mereka masih tetap populer. Hanya saja belakangan ini fighting game berkualitas di pasaran sudah sangat lumrah, dan ada judul-judul dengan penggemar yang lebih banyak.

Memang EVO 2019 belum bisa memecahkan rekor partisipan Street Fighter V di tahun 2016 yang fantastis melebihi 5.000 orang. Tapi ketika Street Fighter VI muncul nanti, jangan heran bila rekor itu terlampaui dengan mudah. Fighting game sudah bukan lagi esports “bawah tanah” yang digelar di arcade center secara kecil-kecilan, tapi sudah menjadi tontonan mendunia dengan banyak penggemar setia. Mudah-mudahan di Indonesia pun bisa demikian.

Sumber: Shoryuken, Joey Cuellar