Apapun data penting yang tersimpan di smartphone sebaiknya selalu dicadangkan secara rutin, sebab risiko kehilangan smartphone tetap selalu ada. Bukan sekadar kehilangan barang elektronik mahal, melainkan juga risiko bocornya data pribadi yang tak ternilai harganya.
Memahami kekhawatiran ini, Google telah meningkatkan sistem pertahanan Android ke level yang lebih tinggi. Melalui pembaruan terbaru yang direncanakan hadir secara penuh pada Android 16, Google memperkenalkan serangkaian fitur perlindungan pencurian yang akan membuat smartphone Android jauh lebih aman dari sebelumnya.
1. Failed Authentication Lock
Salah satu pembaruan menarik di Android 16 adalah hadirnya tombol kendali (toggle) khusus untuk fitur Failed Authentication Lock. Fitur ini sebenarnya sudah diperkenalkan pada Android 15, yang secara otomatis mengunci layar jika ada upaya masuk yang salah berkali-kali.
Kini, pengguna diberikan kendali penuh untuk mengaktifkan atau mematikan fitur ini melalui menu pengaturan. Google juga memperpanjang durasi waktu penguncian (lockout time) setelah beberapa kali percobaan gagal.
Menariknya, sistem Google cukup cerdas untuk tidak menghitung tebakan kata sandi yang salah secara identik sebagai percobaan baru, sehingga pengguna tidak perlu khawatir terkunci hanya karena salah ketik yang sama berulang kali.
2. Identity Check
Keamanan berbasis lokasi kini semakin diperketat melalui fitur Identity Check. Bayangkan jika smartphone dicuri saat sedang berada di transportasi umum atau kafe. Dengan fitur ini, Android akan meminta pemindaian biometrik (sidik jari atau wajah) jika ada upaya untuk mengubah pengaturan sensitif di luar “Lokasi Terpercaya”.
Jadi, jika pencuri mencoba mematikan fitur Find My Device atau menonaktifkan perlindungan pencurian saat jauh dari rumah, mereka akan tertahan karena sistem mewajibkan verifikasi wajah atau sidik jari.
Kabar baiknya, Google memperluas dukungan Identity Check ini ke semua aplikasi yang menggunakan Android Biometric Prompt, termasuk aplikasi perbankan dan Google Password Manager. Ini berarti lapisan keamanan aplikasi pihak ketiga akan semakin kokoh jika smartphone jatuh ke tangan yang salah.
3. Remote Lock
Fitur Remote Lock selama ini menjadi penyelamat saat smartphone hilang, memungkinkan kita mengunci perangkat dari jarak jauh melalui web. Namun, Google menambahkan satu lapisan keamanan ekstra: tantangan keamanan (security challenge).
Sekarang, sebelum Anda (atau siapa pun) bisa mengunci smartphone secara jarak jauh melalui alat web, sistem akan mengajukan pertanyaan keamanan terlebih dahulu. Ini memastikan bahwa hanya pemilik asli yang memiliki otoritas untuk mengunci perangkat tersebut.
Kabar baik bagi pengguna lama, fitur ini tersedia untuk perangkat yang menjalankan Android 10 atau yang lebih baru. Jadi, Anda tidak perlu smartphone keluaran terbaru untuk menikmati proteksi ini.
4. Aktivasi Otomatis
Salah satu kendala fitur keamanan adalah pengguna sering kali lupa atau tidak tahu cara mengaktifkannya. Google mulai mengatasi masalah ini dengan mengaktifkan fitur Remote Lock dan Theft Detection Lock secara otomatis pada perangkat Android baru, pengaturan ini telah diberlakukan di Brasil.
Langkah ini diambil karena tingkat pencurian smartphone yang cukup tinggi di sana. Dengan mengaktifkannya secara bawaan, pengguna tidak perlu lagi mencari-cari menu di pengaturan, smartphone mereka sudah terlindungi sejak pertama kali dinyalakan.
Sumber: AndroidAuthority