Dark
Light

Perkuat Kehadirannya di Indonesia, JobStreet Improvisasi Layanan

1 min read
November 26, 2015

Situs pencari kerja JobStreet baru-baru ini meluncurkan versi bahasa Indonesia untuk pengguna layanan di platform Android. Langkah ini dirasa menjadi hal esensial bagi JobStreet, mengingat Android menjadi platform smartphone dominan di negeri ini.

Selain penambahan opsi bahasa Indonesia untuk platform Android, JobStreet.com di Indonesia juga mengusung beberapa fitur baru di antaranya push notification untuk aplikasi mobile (Android dan iOS) untuk memberikan notifikasi real-time ketika perusahaan memiliki ketertarikan terhadap resume yang disumbisi. Selain itu ada juga fitur Average Processing Time yang memberikan estimasi waktu pemrosesan pemrosesan lamaran kepada pelamar kerja. Fitur ini terdapat di halaman profil perusahaan.

Untuk perusahaan sebagai penyedia lowongan juga dihadirkan sistem SiVA. Sistem ini memberikan kemudahan bagi perusahaan dalam melakukan pemilihan kandidat berdasarkan berbagai informasi spesifik yang terangkum dalam resume pelamar. Sistem SiVA mencakup sistem ranking untuk mengurutkan calon kandidat terbaik berdasarkan kualifikasi penilaian dan fitur Interview Scheduler untuk menjadwalkan wawancara kepada kandidat.

Strategi bisnis JobStreet Indonesia di tengah bermunculannya berbagai kanal sejenis

Memperkuat keandalan sistem komputasi menjadi salah satu konsentrasi utama dalam pengembangan bisnis. JobStreet meyakini bahwa keberhasilan sebuah portal pencari kerja adalah saat layanannya mampu untuk mencocokkan informasi dari pencari kerja dengan kebutuhan pegawai perusahaan sesuai spesifikasi yang ditentukan.

“Tim kami telah bekerja keras agar sistem tersebut mudah digunakan oleh perusahaan dan mempersingkat proses rekrutmen dari awal sampai akhir. Selain itu, pencari kerja akan mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang relevan dengan informasi yang dimasukkan ke JobStreet. Oleh karena itu. kami yakin bahwa JobStreet akan tetap menjadi situs pencarian kerja nomor satu di Indonesia dengan kemudahan yang diberikan bagi perusahaan dan pencari kerja,” ujar PR Senior Executive JobStreet Hamzah Ramadhan.

Memaksimalkan pemasaran melalui media sosial juga menjadi salah satu strategi utama yang dirilis JobStreet di Indonesia. Dengan masifnya Generasi Y yang sangat fasih dengan media sosial sebagai media komunikasi dan referensi, kanal ini menjadi salah satu saluran terbaik untuk mensosialisasikan berbagai hal, termasuk layanan dan kesempatan mendapatkan karir melalui JobStreet.

Demografi pengguna JobStreet di Indonesia

Sejak mendirikan diresmikan dalam bentuk PT dan tersebar di beberapa kota di Indonesia, saat ini JobStreet Indonesia telah memiliki 3,8 juta pengguna. Demografi pengguna di Indonesia sendiri didominasi oleh kalangan muda berusia 26-35 tahun, dengan jenjang pendidikan paling banyak sarjana.

Demografi Pengguna JobStreet.com

Terkait dengan jumlah perusahaan, saat ini secara global lebih dari 50 ribu perusahaan telah mempercayakan informasi perekrutan karyawan melalui JobStreet. Demografi perusahaan melingkupi berbagai jenis bidang dengan 10 bidang paling populer ialah industri manufaktur, perdagangan, edukasi, konstruksi, restoran, ritel, komputer, perbankan, transportasi, dan hotel.

Demografi perusahaan rekanan JobStreet.com

Sementara itu, seiring dengan menanjaknya peran IT di dalam perusahaan, lowongan pekerjaan berbasis teknologi informasi makin banyak, meskipun belum mengalahkan sektor pemasaran, keuangan, penjualan, administratif, dan SDM. Berikut ini adalah pembagiannya:

Demografi Posisi Jabatan di Jobstreet.com

Previous Story

Commonwealth Life Perkenalkan Aplikasi Kalkulator Finansial

Next Story

Hands-on Perangkat Microsoft Lumia 950

Latest from Blog

Don't Miss

Aplikasi Briefer

Aplikasi Briefer Ingin Jembatani UMKM dengan Pekerja di Bidang Komunikasi

PT Kreasi Komunikasi Digital, unit strategis dari IGICO Advisory, resmi
Ekrut memanfaatkan teknologi "data science system" agar proses rekrutmen menjadi semakin efektif dan efisien

Lima Tahun Ekrut, Pertajam Solusi “Headhunting” untuk Talenta Digital

Permintaan dan ketersediaan talenta digital memang masih terjadi kesenjangan di