Perangkat AI Plaud Resmi Masuk Indonesia, Sediakan Fitur Transkripsi Bahasa Daerah

2 mins read
September 30, 2026

Perusahaan pengembang perangkat kecerdasan buatan (AI wearable), Plaud, secara resmi memperluas ekspansinya ke pasar Indonesia. Dalam debutnya, perusahaan memperkenalkan dua lini produk andalan, yakni Plaud Note Pro dan NotePin S, yang dirancang untuk membantu para profesional merekam serta merangkum percakapan kerja secara otomatis.

Kehadiran perangkat ini ditopang oleh kemampuan pemrosesan multibahasa yang mencakup lebih dari 112 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda. Plaud membidik Indonesia sebagai salah satu fokus pertumbuhan regional dengan target ambisius menjadikan negeri ini sebagai pasar terbesar mereka di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2030.

Solusi Atasi Beban Kerja Profesional

Masuknya Plaud ke Indonesia beririsan dengan tren adopsi teknologi cerdas di lingkungan kerja lokal. Riset Global Workforce Hopes and Fears 2025 oleh PwC mencatat bahwa 69% tenaga kerja di Indonesia telah memanfaatkan teknologi AI dalam rutinitas profesional mereka. Di sisi lain, data Work Trend Index 2025 dari Microsoft menunjukkan adanya tekanan waktu yang dirasakan oleh 88% pekerja.

Kondisi tersebut kerap diperumit oleh pola komunikasi masyarakat Indonesia yang dinamis, di mana percakapan sehari-hari sering kali memadukan bahasa nasional dengan bahasa daerah secara bergantian. Untuk menjawab tantangan konteks linguistik ini, Plaud mengombinasikan teknologi transkripsi berbasis kecerdasan buatan dengan perangkat keras yang portabel.

Dua perangkat utama yang dihadirkan meliputi:

  • Plaud Note Pro: Perangkat berukuran setipis kartu kredit yang dirancang menempel secara magnetis pada bagian belakang ponsel pintar kompatibel MagSafe, berfungsi merekam panggilan telepon maupun percakapan langsung tanpa repot mencatat manual.

  • Plaud NotePin S: Perangkat modular berukuran ringkas (wearable) yang dapat disematkan sebagai pin, kalung, klip, maupun gelang, ditujukan bagi pekerja dengan mobilitas tinggi seperti saat menghadiri rapat, wawancara, atau peninjauan lapangan.

Seluruh rekaman dari kedua peranti tersebut akan terhubung langsung dengan sistem pengolah Plaud Intelligence. Perangkat lunak ini mengonversi percakapan menjadi ringkasan terstruktur, menyertakan pengaturan bahasa rangkuman yang terpisah, serta fitur custom vocabulary untuk mengenali istilah teknis spesifik di bidang pekerjaan tertentu. Ke depan, Plaud juga berencana meluncurkan kapabilitas agen AI (agentic AI) pada bulan depan guna membantu pengguna mengekspor hasil ringkasan secara otomatis ke platform penunjang kerja seperti Slack, Notion, dan Linear.

Terkait strategi ekspansi dan visi perusahaan di tingkat regional, Head of APAC Marketing Plaud, Megumi Yoshinaga, memberikan pandangannya:

“Di Indonesia, kemajuan akan tercipta lebih baik ketika tetap menjunjung kebersamaan dan hubungan antarmanusia, yang menjadi semangat utama gotong royong. Seiring dengan kehadiran Plaud di Indonesia, kami ingin membantu para profesional mendapatkan kembali sumber daya mereka yang paling berharga, yaitu waktu. Dengan mengurangi beban mencatat, membuat transkripsi, dan melakukan tindak lanjut secara manual, AI seharusnya tidak menggantikan penilaian manusia, tetapi memberikan lebih banyak ruang untuk kolaborasi yang bermakna, pengambilan keputusan yang tepat, dan hal-hal yang benar-benar penting,” kata Megumi Yoshinaga, Head of APAC Marketing, Plaud.

Proyeksi Pasar dan Ketersediaan Produk

Indonesia ditempatkan sebagai salah satu dari enam pasar prioritas Plaud di Asia Tenggara bersama Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Dengan skala ekonomi nasional yang mencatatkan PDB nominal sekitar US$1,45 triliun pada 2025, Plaud memproyeksikan basis pengguna di Indonesia dapat melampaui angka 1 juta jiwa menjelang 2030.

Secara global, teknologi Plaud telah dimanfaatkan oleh lebih dari 2,5 juta profesional di melintasi 170 negara. Lonjakan performa bisnis ini turut tecermin dari pertumbuhan pendapatan berulang tahunan (annual recurring revenue atau ARR) perusahaan yang melesat dari US100 juta dalam kurun waktu dua tahun.

Bagi konsumen di Indonesia, rangkaian produk ini sudah bisa didapatkan melalui jalur distribusi daring maupun luring. Perangkat Plaud tersedia di hampir 70 gerai fisik mitra resmi seperti Gramedia, Urban Republic, dan iBox, serta melalui platform perdagangan elektronik (e-commerce) resmi meliputi Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, Blibli, dan situs web regional Plaud.

Mengenai penetapan harga eceran, Plaud Note Pro dipasarkan seharga Rp3.499.000, sementara Plaud NotePin S dibanderol pada angka Rp3.449.000.


Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Wiku Baskoro

Penggemar streetphotography, penikmat gadget, platform agnostic gamers, build Hybrid.co.id to make impact.

Previous Story

Resmi Diluncurkan, Galaxy Tab S12 Ultra Jadi Tablet Paling Tipis Samsung dengan Fitur AI

Next Story

Siap Rilis di Indonesia, POCO F9 Series Andalkan Dapur Pacu Snapdragon Kelas Flagship

Latest from Blog