Dark
Light

Pasar Layanan Reservasi Hotel secara Online Makin Menggeliat

1 min read
November 29, 2011

Kapan terakhir kali Anda memesan kamar hotel langsung via telepon? Kecuali kantor Anda memiliki privilege diskon khusus untuk hotel-hotel tertentu, memesan kamar hotel menggunakan layanan reservasi online adalah pilihan utama saat ini. Dengan sedikit klik-klak, Anda dapat memastikan ketersediaan kamar hotel yang diinginkan beserta harganya — bahkan membandingkan harga yang ditawarkan antara layanan yang satu dengan yang lain.

Salah satu hal yang saya kutip dari Rusdi Kirana, CEO Lion Air, ketika penandatanganan pembelian pesawat Boeing seri 737 yang menghebohkan itu, adalah kenyataan bahwa “golongan kelas menengah Indonesia saat ini semakin banyak” — dan itu berdampak pada peningkatan drastis hasrat untuk bepergian. Secara langsung, kebutuhan akan hotel sebagai tempat menginap dan kemudahan untuk melakukan reservasi merupakan suatu keharusan.

Baru-baru ini kita disuguhkan oleh berita yang mendukung pernyataan tersebut. Makin banyak situs reservasi online lokal yang tumbuh. Selain wego yang meluncurkan situs versi Indonesianya, terdapat pula tiket.com yang sudah melakukan soft launching dan berpromosi tentang giveaway-nya. Sayangnya peluncuran tiket.com yang sedianya 18 November lalu masih tertunda hingga waktu yang belum kami ketahui. Situs baru yang akan hadir adalah Go Indonesia dari KHI yang juga mengklaim bakal dibuka untuk umum November ini — meskipun hari terakhir bulan November adalah besok dan belum ada tanda-tanda pembukaan layanan.

Selain peluncuran situs baru, ternyata kami memperoleh informasi tentang akuisisi. Seperti dikutip dari Web In Travel, Rajakamar.com mengumumkan telah mengakuisisi layanan MG Holiday. Berbeda dengan Rajakamar dan layanan serupa yang berbisnis secara B2C, MG Holiday merupakan pemain B2B dalam bidang ini. Masuknya Rajakamar dalam bisnis B2B bertujuan untuk memproteksi ketersediaan kamar terutama saat peak season tiba. Pemilik MG Holiday, Eddy Yeo dan Raymond, akan menjadi shareholder Rajakamar dan tetap memegang posisi kunci di perusahaan.

Selain mengakuisisi MG Holiday, Rajakamar juga menarik seorang veteran di industri ini sebagai CEO. Scott Blume  yang sebelumnya pernah menjabat sebagai pimpinan Travelocity Asia Pacific dan ZUJI dikenalkan sebagai CEO Rajakamar yang baru. Gebrakan yang akan dilakukan oleh Scott adalah pembaruan situs yang akan diperkenalkan beberapa bulan lagi. Selain itu Scott juga akan meningkatkan promosi menggunakan social media.

Masih dari Web in Travel, Rajakamar saat ini memiliki informasi 1800 hotel di 135 kota di Indonesia. Selain itu pemegang saham Rajakamar telah berkomitmen untuk berinvestasi $20 juta dalam lima tahun mendatang untuk pengembangan teknologi dan kerjasama (partnership). Rajakamar didirikan oleh tiga pemain besar di bisnis ini — Panorama Group, Dwidaya Tour and Travel, dan Smailing Tours.

Dengan potensi ekonomi Indonesia yang sedemikian besar dan semakin tinggi minat konsumen Indonesia untuk menggunakan layanan ini, tak salah bila dalam beberapa tahun mendatang pemain di bidang ini akan semakin banyak, seiring dengan pertumbuhan bisnis ini yang bisa mencapai 20-50% setiap tahunnya.

2 Comments

  1. Gajah bertarung lawan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah. Gajah bergabung dengan gajah, pelanduk mati di mana-mana.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Pengujian Usability dan Contoh Kasusnya

Next Story

Anti-trend : Internet Banking Lewat Desktop Lebih Populer Dibandingkan Mobile

Latest from Blog

Don't Miss

Tiket.com Confirms the Unicorn Status, Considering IPO through SPAC on the NYSE

Tiket.com is exploring the potential to go public on the
Pihak Tiket.com kepada DailySocial memberikan konfirmasi status unicorn dan rencana "go public"

Tiket.com Konfirmasi Sandang Status Unicorn, Jajaki Potensi Melantai di Bursa New York (UPDATED)

Menurut pemberitaan Bloomberg, Tiket.com dikabarkan menjajaki potensi go public di