26 January 2018

by Glenn Kaonang

Papier Machine Adalah Mainan Kertas Sekaligus Medium Belajar Dasar-Dasar Elektronik

Bakal dirilis dalam beberapa edisi yang tematik, dengan edisi perdana yang mengangkat tema "bunyi"

Sangat menarik setiap kali membahas suatu karya seni yang juga merupakan inovasi teknologi. Lebih menarik lagi apabila perpaduan keduanya disisipi elemen edukasi, seperti yang ditunjukkan oleh proyek crowdfunding bernama Papier Machine berikut ini.

Oleh pengembangnya, Papier Machine dideskripsikan sebagai booklet interaktif untuk belajar dasar-dasar elektronik. "Booklet" adalah kata kuncinya, di mana material yang mendominasi adalah kertas, diikuti sirkuit listrik yang terbentuk dari tinta konduktif.

Pengembangnya berencana meluncurkan Papier Machine dalam beberapa edisi yang tematik. Edisi pertamanya, Papier Machine Vol.0, mengangkat tema bunyi, di mana keenam mainan kertas di dalamnya bisa menghasilkan bunyi masing-masing. Keenamnya memang harus dirakit terlebih dulu mengikuti panduan bergambar yang tersedia, tapi jangan khawatir, Anda sama sekali tidak membutuhkan gunting ataupun lem.

Selesai dirakit, saatnya bermain-main dengan beragam bunyi. Salah satu mainannya, Graphite Piano, mengangkat konsep resistance, di mana bunyi dihasilkan oleh coretan-coretan pensil. Kita tahu pensil terbuat dari grafit, dan grafit ternyata konduktif, jadi ketika 'tuts' pianonya menyentuh coretan pensil, terciptalah bunyi yang unik – unik karena nadanya berbeda tergantung coretannya.

Di samping kertas dan tinta konduktif, komponen utama Papier Machine Vol.0 mencakup baterai kancing, elemen piezoelektrik dan sound chip mungil. Kertasnya tentu saja juga bukan kertas biasa, melainkan yang cukup tebal dan kuat, tapi di saat yang sama masih tetap fleksibel untuk dilipat-lipat.

Setelah berkutat selama sekitar tiga tahun, pengembangnya kini sudah siap memproduksi Papier Machine secara massal. Mereka menawarkannya lewat Kickstarter, dengan harga paling murah 45 euro (± Rp 750 ribu). Meski mungkin harganya terlalu mahal buat saya, jujur saya penasaran dengan tema yang bakal diangkat di edisi berikutnya.