Dark
Light

Pandemi Surutkan Omzet, WowBid Tutup Layanan

1 min read
June 25, 2020
WowBid tutup layanan
Layanan mulai efektif ditutup per akhir Juni 2020 / WowBid

WowBid, marketplace dengan konsep lelang memutuskan untuk menutup layanannya di akhir Juni 2020 ini. Pandemi menyebabkan omzet bisnis turun drastis. Sempat menyesuaikan diri dengan berbagai strategi, tapi pada akhirnya penutupan layanan tak bisa dihindari.

Founder & CEO WowBid Rafli Ridwan berbagi cerita mengenai perjalanan WowBid sebelumnya. Salah satu yang menyebabkan perjuangan WowBid terasa berat di masa pandemi karena marketplace tersebut menjual barang-barang tersier, sementara masyarakat kebanyakan mengalokasikan dana belanja mereka ke kebutuhan pokok dan kesehatan. Penjualan pun anjlok.

“Wowbid itu kan aplikasi lelang ya, kami menjual barang-barang seperti smartphone, baju, dan lain-lain. Nah kita tidak menjual sama sekali barang-barang pokok. Di saat pandemi ini orang-orang enggan membeli smartphone, tidak tertarik beli baju. Mereka lebih tertarik beli beras atau APD,” terang Rafli.

Sebelum pandemi mereka cukup optimis dengan apa yang mereka capai. Statistik yang disampaikan, mereka telah memiliki 720 ribu pengguna terdaftar, dengan 180 ribu pengguna aktif bulanan. Namun, ketika pandemi mulai masuk Indonesia layanan WowBid mendadak menjadi sepi. Puncaknya pada Maret dan April 2020.

“Sebelum menutup layanan ada pertimbangan untuk memberhentikan sementara layanan, untuk bisa beroperasi lagi setelah pandemi. Setelah diskusi panjang dengan para pemegang saham dan menghitung ulang hasilnya kita tetap akan susah masuk top five marketplace di Indonesia. Sehingga kita ambil keputusan (menutup layanan),” jelas Rafli.

Karyawan yang terdampak penutupan WowBid sebagian besar dipindahkan ke perusahaan lain milik founder. Yang lainnya, diberhentikan dengan diberikan kompensasi.

“Ada kompensasi yang disetujui antara karyawan dan perusahan,” terang Rafli.

Sebelumnya semua tampak baik-baik saja

WowBid adalah salah satu bisnis marketplace yang cukup berani, memilih konsep lelang di tengah persaingan yang cukup ketat di industri e-commerce. Rafli mengklaim, satu tahun berjalan WowBid sudah berhasil mendapatkan 1 juta unduhan.

Pada tahun 2019 silam WowBid berhasil mengamankan pendanaan pra-seri A sebesar US$5 juta atau setara Rp70 miliar dari PT Envy. Pendanaan itu kemudian dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis. Dengan konsep yang berbeda dengan kebanyakan, WowBid berambisi untuk menjadi salah satu pilihan berbelanja online masyarakat Indonesia, tentunya dengan mengedepankan penawaran harga yang lebih menarik.

“Kenyataannya adalah untuk sukses sebagai marketplace di Indonesia kita butuh dana yang besar untuk bersaing. Pelanggan Wowbid itu adalah pelanggan yang sama dengan pelanggan Tokopedia, Bukalapak, Shopee, Lazada, dan lainnya. Mereka orang yang sama. Jadi yang membedakan adalah, mereka berkesempatan membeli barang lebih murah. Berat untuk berkompetisi dengan bisnis lain yang lebih banyak modalnya,” tutup Rafli.

Update: Kami menambahkan keterangan dari founder mengenai kondisi para karyawan pasca-penutupan perusahaan

Previous Story

Tim Ninja Turut Berlaga dalam Turnamen VALORANT T1 x Nerd Street Gamers Showdown

Next Story

OnePlus Konfirmasi Rencananya Luncurkan Seri Smartphone Baru yang Lebih Terjangkau

Latest from Blog

Don't Miss

Joint Venture Bukalapak CT Corp

CT Corp dan Bukalapak akan Bentuk Perusahaan Patungan di Bidang “Online Grocery”

Pemilik perusahaan konglomerasi Chairul Tanjung melalui PT Trans Retail Indonesia,
Atur Toko E-commerce Enabler

Atur Toko Bantu UMKM Kelola Usaha di Marketplace, Sediakan Teknologi dan Layanan Menyeluruh

Bertujuan untuk meminimalisir biaya saat memasarkan dan menjual produk mereka,