Dark
Light

Panasonic dan Mozilla Sepakat Produksi Smart TV dengan Firefox OS

1 min read
January 7, 2014

Di ajang Consumer Electronic Show yang sedang berlangsung di Las Vegas, LG memamerkan jagoan baru mereka berupa smart TV yang berbekal sistem operasi WebOS yang diklaim sebagai TV pertama yang berjalan dengan sistem operasi tersebut. Tak tanggung-tanggung, LG mengkonfirmasi bahwa 70% produk smart TV mereka akan menggunakan webOS, sebagaimana dikutip oleh TRL dari BBC.

Selang beberapa jam setelah pengumuman tersebut, Panasonic yang juga berbisnis di ladang yang sama dengan LG tentu tak mau ketinggalan dan sigap mengumumkan bahwa mereka telah menjalin kerjasama dengan Mozilla untuk mengadopsi sistem operasi Firefox OS (FFOS) ke dalam perangkat smart TV buatan mereka. Gerak cepat ini dinilai sangat krusial, sebab ini keputusan penting yang harus dilakukan jika Panasonic ingin tetap berada di jalur persaingan.

Dikutip dari TheNextWeb, kerjasama antara Panasonic dan Firefox tidak bersifat ekslusif, barangkali dapat diartikan bahwa Firefox boleh menjalin kerjasama dengan pihak lain nantinya. Namun untuk saat ini Panasonic yang akan menjadi produsen pertama yang merilis smart TV berbekal sistem operasi Firefox OS. Kedunya akan berkolaborasi memproduksi dan mempromosikan Firefox OS dan ekosistemnya ke dalam layar kaca.

 

Info Menarik: Gabe Newell Membocorkan Alasan Mengapa Valve Belum Mengumumkan Half-Life 3

 

Smart TV bersistem operasi Firefox OS yang akan datang menggunakan WebAPIs-nya Mozilla, untuk menjadi pengendali perangkat keras dan juga operasionalnya. Artinya sistem ini juga dapat diaplikasikan untuk memonitor dan menjalankan perangkat lain misalnya alat rumah tangga “smart” lainnya.

Oleh karena basis sistem WebAPIs adalah serangkaian kode HTML5 yang tertulis dan terpasang sebagai program, maka pengembang memiliki keleluasaan untuk menciptakan aplikasi untuk sejumlah perangkat termasuk smartphone atau tablet sebagai pengendali perangkat televisi.

Merwan Mereby selaku wakil presiden grup konten interaktif dan layanan dari Panasonic Amerika Serikat mengatakan kepada TheNextWeb alasan dibalik pemilihan Firefox OS, “saat ini tida ada alternatif lain yang terbuka”. Menurutnya, Android dan iOS tidak dapat berjalan dengan Panasonic, alasan utamanya karena kedua sistem operasi tersebut mempunya ekosistem yang dikendalikan dengan ketat.

Keberadaan Firefox OS jelas merubah ekosistem bisnis di ranah teknologi dewasa ini, sebab kini semua orang bisa bersaing secara sehat. Google dan Apple tidak lagi satu-satunya perusahaan memegang kendali permainan.

 

Info Menarik: Mencoba Mendorong Android ke Console dan Industri Otomotif, Nvidia Mengenalkan Dua Prosesor Bar

 

Mozilla dengan Firefox OS-nya sudah berhasil menelurkan karya perdana bersama ZTE di tahun 2013 lalu dengan hasil yang tergolong sukses. Ponsel ber-OS Firefox terjual sebanyak 985 unit di Amerika dan di Inggris terjual sebanyak 990 unit. Anda bisa baca kembali beritanya di tautan ini. Sebelumnya di bulan Juli lalu ponsel ini juga sudah dijual di Spanyol, Kolombia dan Venezule melalui Telefonica.

Tak heran jika kemudian Mozilla bersiap-siap mengadopsi sistem operasi ini ke perangkat tablet bersama Foxconn, tidak hanya tablet melainkan 5 perangkat gadget, salah satunya termasuk komputer.

Ekspansi Mozilla patut mendapatkan acungan dua jempol, sekarang kita hanya bisa menunggu seperti apa teknologi smart TV yang berbekal Firefox OS dan juga tablet yang sedang dipersiapkan oleh mereka.

Sumber berita TheNextWeb dan gambar ilustrasi untuk header SmartTV via Shutterstock.

Previous Story

Quit Whining About Foreign Products, Make Your Own Products Great

Next Story

Startup E-Commerce Bilna Dapatkan Investasi Seri A Dari DG Incubation, TMS, dan Golden Gate Ventures

Latest from Blog

Don't Miss

TCL Smart TV G9 Vidio

TCL Luncurkan Smart TV G9 dengan Dedicated Button Vidio

Dalam upaya menyediakan koleksi tontonan yang lengkap, Vidio menjalin kerja
Rangkaian Smart TV Terbaru Samsung Hadir di Indonesia

Rangkaian Smart TV Terbaru Samsung Hadir di Indonesia, dari Neo QLED 8K Hingga Super Smart TV+

Saat ini meskipun ada perubahan dalam cara kita mengkonsumsi konten,