Dark
Light

Pahamify Dapat Pendanaan 2 Miliar Rupiah dari Y Combinator, Ingin Perkuat Konten

2 mins read
March 19, 2020
Startup edtech Pahamify mengumumkan pendanaan $150 ribu, setara 2 miliar Rupiah, dari program akselerator Y Combinator untuk memperluas materi SMP dan guru
Para founder Pahamify di Y Combinator tahun lalu / Pahamify

Startup edtech Pahamify mengumumkan pendanaan sebesar $150 ribu (setara 2 miliar Rupiah) dari program akselerator asal Amerika Serikat Y Combinator pasca ikut serta di batch W20. Dana segar tersebut akan dimanfaatkan untuk ekspansi konten untuk pelajar SMP dan guru. Saat ini Pahamify baru menghadirkan materi untuk SMA.

“Target kami adalah tetap menjadi yang paling inovatif supaya dapat membantu siswa Indonesia memaksimalkan potensinya dan merasakan serunya belajar. Kita bisa terus berinovasi karena latar belakang founders yang ahli di bidangnya: pendidikan S3, game designer handal, dan YouTuber,” terang Co-Founder dan CEO Pahamify Rousyan Fikri kepada DailySocial.

Pendanaan yang dikantonginya ini menandakan pertama kalinya perusahaan mendapat investasi non hibah. Rousyan berujar, Y Combinator pernah memberikan dana hibah dengan nilai dirahasiakan pada tahun lalu. Perusahaan juga pernah menerima dana hibah dari YouTube dan Siberkreasi.

“Walaupun mereka [Y Combinator] suka konsep kami dan sudah pernah ngasih kami dana hibah, mereka masih ragu untuk investasi. Namun berkat support dari Pahamifren [pengguna Pahamify] yang sudah percaya dan menggunakan Pahamify dari awal. Kami akhirnya bisa survive.”

Startup ini sudah berdiri medio 2017 di Bogor. Rousyan mendirikan Pahamify bersama dua temannya, Mohammad Ikhsan dan Edria Albert. Sebelumnya, Pahamify hadir dalam kanal YouTuber dengan nama akun Hujan Tanda Tanya di 2016. Akun tersebut berisi konten edukasi sains dan teknologi.

Bertepatan dengan pengumuman ini, Rousyan juga menjelaskan saat ini perusahaan masuk sebagai peserta Y Combinator batch W20. Ada dua startup lokal lainnya yang mewakili Indonesia, yakni Newman’s dan YukStay.

Dia menerangkan masuk ke dalam program ini mengajarkan perihal sains startup. Ada metode tertentu, yang jika dilaksanakan dengan konsisten, dapat membuat startup alumni YC menjadi startup besar dan berdampak. Selain itu, mereka mendapat pelajaran yang langsung disampaikan founder startup besar global.

“Banyak yang mengatakan bahwa YC adalah ‘Harvard-nya startup’ dengan 2,5%-3% peluang diterima. Setelah mengikuti program YC, saya menyadari bahwa itu tidak berlebihan.”

Pencapaian Pahamify

Dijelaskan lebih jauh, posisi Pahamify diklaim berbeda dengan kebanyakan startup edtech lainnya. Rousyan bilang perusahaan ingin selalu dikenal sebagai perusahaan yang inovatif, menggabungkan konten yang bagus, cara belajar sesuai riset terbaru, serta gamifikasi aplikasi.

Perusahaan akan mengembangkan materi pelajaran untuk SMP dan mempertimbangkan untuk guru. Pahamify sudah menyediakan materi untuk SMA, baik IPA dan IPS. “Untuk materi SMP segera kami rilis, kalau guru sedang dipersiapkan desain kontennya karena inginnya menerapkan computational thinking.”

Pihaknya ingin pelajar bisa mengakselerasi pencapaian yang biasanya butuh lima sampai belasan tahun, kini hanya butuh waktu beberapa tahun saja. Pencapaian tersebut secara pribadi berhasil ia capai, saat umur 15 tahun diterima sebagai mahasiswa ITB. Lalu setelah lulus jenjang S1, langsung melompat ke S3.

Perusahaan mengklaim telah menjadi teman persiapan kuliah yang mampu membuat pelajar SMA ketagihan belajar. “Tahun lalu kami mengadakan program intensif bimbingan SBMPTN melalui live streaming, 88% peserta diterima di PTN.”

Tidak disebutkan jumlah pengguna Pahamify. Berdasarkan unduhan, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 100 ribu kali di Google Play Store. Aplikasi juga sudah tersedia di App Store.

Selain aplikasi, produk Pahamify lainnya adalah kanal YouTube Hujan Tanda Tanya yang masih terus dijalankan. Rousyan menyebut tiap tahunnya rutin mendapat proyek video edukasi dari Google. Selanjutnya, platform untuk mengembangkan keterampilan sosial maupun keterampilan teknis diberi nama, Skilify.

Untuk berlangganan paket di Pahamify, kemarin (18/3) perusahaan perluas kemitraan dengan LinkAja sebagai metode pembayaran di aplikasi. Harga paketnya dimulai dari Rp70 ribu per bulan, untuk 1,5 tahun sebesar Rp550 ribu. Disediakan pula paket untuk persiapan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) berupa tryout online dengan kisaran harga dari Rp25 ribu hingga Rp250 ribu.

Application Information Will Show Up Here
Previous Story

Organisasi Esports Juga Terdampak Virus Corona

Next Story

Kerja dari Rumah? Deretan Layanan Ini Diciptakan untuk Memudahkan Kolaborasi Secara Online

Latest from Blog

Don't Miss

Gelar Pameran Teknologi Edukasi, Organisasi SEAMOLEC Tanda Tangan MOU dengan MODA

Salah satu fokus yang ingin dicapai pada pameran Smart City

Startup Edukasi Pahamify Umumkan “Pamit” tapi Prank?

Salah satu startup edukasi atau edutech lokal yaitu Pahamify sempat