Dark
Light

Opera Mini Terbaru untuk Android Hadirkan Mode Kompresi yang Lebih Intensif

1 min read
September 9, 2015

Sebagai bagian dari rencana untuk mencapai 275 juta pengguna Android hingga akhir tahun 2017, Opera meluncurkan inovasi terbaru Opera Mini 11 yang diklaim mampu menghemat pemakaian data plan di ponsel dan smartphone. Opera Mini 11 menghadirkan dua pilihan kompresi data yang berbeda, yaitu High dan Extreme. Dua pilihan mode kompresi ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Cara kerja kedua teknologi tersebut adalah dengan mengirimkan akses untuk halaman situs ke server penyimpanan data. Server kemudian akan menghapus setiap eleman ekstra dari halaman yang ada di situs, mengurangi piksel gambar, mendiagnosis kualitas koneksi pengguna dan mengkompresi setiap proses pengunduhan. Semua proses ini dilakukan sebelum mengirim halaman situs kembali ke perangkat pengguna.

“Nantinya tampilan yang akan muncul di ponsel atau smartphone akan mengalami sedikit perubahan, mulai dari font, gambar, video dan lainnya hal tersebut normal terjadi usai kompresi namun tidak mengurangi kecepatan koneksi,” kata Manager Produk Opera Mini Christian Uribe dalam acara temu media di Jakarta.

Kompresi adalah konsep paling mudah yang bisa menghemat pemakaian data di ponsel atau smartphone. Pilihan untuk mode kompresi High idealnya bisa digunakan saat telpon seluler atau smartphone sedang berada di kawasan nirkabel (Wi-Fi), proses kompresi pun secara otomatis akan bekerja sesuai dengan koneksi yang ada.

Namun jika sedang menggunakan data prabayar atau pascabayar disarankan untuk merubah opsi ke mode kompresi Extreme, secara ekstensif halaman situs akan melalui proses kompresi sehingga mampu memberikan pengalaman menggunakan internet dengan koneksi cepat dan menggunakan data yang sangat kecil.

Selain teknologi kompresi di Opera Mini 11 terbaru untuk Android, terdapat juga beberapa fitur baru yang ditawarkan, di antaranya  UI yang baru untuk bookmarks dan saved pages, perubahan susunan pergantian tab, private-browsing mode, interface dengan resolusi lebih tinggi untuk tablet dan ponsel berlayar besar, penghitungan data yang menunjukkan hasil penghematan data dan membantu pengguna untuk memastikan bahwa biaya Internet tetap terkendali,  dan masih banyak lagi.

“Opera hanya ingin menawarkan solusi baru untuk pengguna ponsel dan smartphone di Indonesia, apakah ingin mengutamakan experience atau impression,” kata Communications Manager Opera Software Indonesia Kooswardini Wulandari.

Previous Story

Google Play Connect Menjadi Ajang Kolaborasi Pengembang Mobile Game Lokal dan Mancanegara

Next Story

Local Startups Maneuver on Instagram Ads

Latest from Blog

Don't Miss

Netflix siap memproduksi lebih banyak konten original untuk mendukung film nasional mendunia

Netflix Siap Produksi Lebih Banyak Konten Lokal Berbahasa Indonesia

Netflix, platform video on demand, siap memproduksi lebih banyak konten
CEO Mimpi Frank De Witte / DailySocial

Layanan E-Commerce Kasur Premium “Mimpi” Perbarui Situs dan Tambah Produk Baru

Menggabungkan teknologi dan proses pengemasan yang praktis, startup e-commerce khusus