Esports Ecosystem

ONIC Esports Gelar Aktivitas Berani Bermimpi: Turnamen untuk Beramal

12 Aug 2019 | Ellavie Ichlasa Amalia
ONIC Esports akan menyiarkan pertandingannya dengan 7 tim profesional lain

Minggu lalu, ONIC Esports mengumumkan perubahan logo mereka.

Dalam acara yang diadakan di FX Sudirman itu, Chandra Wijaya, Managing Director of ONIC Esports membahas tentang aspirasi ONIC untuk menjadi inspirasi bagi generasi muda. Salah satu bentuk nyata yang ONIC lakukan untuk merealisasikan hal itu adalah dengan membuat kegiatan Berani Bermimpi.

“Awalnya kita melihat di dunia esports yang sudah sebesar ini, masih belum ada yang berkontribusi besar terhadap masalah sosial ekonomi terutama anak-anak Indonesia,” kata Operations Director of ONIC, Justin Sandjaja saat dihubungi oleh Hybrid via pesan singkat.

“Kita juga melihat bahwa pemain-pemain kita itu adalah role model bagi banyak anak-anak muda Indonesia. Apa yang mereka lakukan mempunyai dampak terhadap para audience esports maupun audience pribadi mereka sendiri,” lanjutnya, menjelaskan alasan di balik keputusan ONIC untuk mengadakan kegiatan amal.

Dalam kegiatan amal ini, ONIC akan bertanding melawan 7 tim profesional dalam 3 hari. Pertandingan tersebut akan disiarkan melalui kanal YouTube ONIC secara langsung pada pukul 7 malam pada tanggal 12, 13, dan 14 Agustus. Besar dana yang ONIC sumbangkan untuk amal akan tergantung pada jumlah penonton.

“Kita belum pernah melakukan pertandingan yang disiarkan langsung di kanal YouTube ONIC. Target kami adalah 10 ribu view,” kata Justin. ONIC akan menyumbangkan Rp1.000 per view. Jadi, secara total, ONIC akan menyumbangkan Rp10 juta dalam satu hari.

“Di luar itu, nanti ada bonus-bonus lain, seperti kalau Maniac Savage dan Wipe Out,” ujar Justin. “Kita tambahkan sekitar Rp1 juta per kejadian untuk bonus.” Ini menunjukkan kepercayaan diri Justin akan tim binaannya. Namun, sambil tertawa, dia mengatakan bahwa tidak tertutup kemungkinan, justru ONIC yang mengalami Wipe Out.

Sumber: akun Instagram resmi ONIC Esports
Sumber: akun Instagram ONIC Esports

Tujuh tim yang akan menjadi lawan tanding ONIC adalah Bigetron, Louvre, Geek Fam, Victim, SFI, Notorious Villains, dan IOG. Menurut Justin, ketujuh tim ini dipilih karena mereka memiliki visi dan misi yang sama dengan ONIC. Selain itu, mereka juga adalah tim yang memberikan tanggapan positif atas proposal yang dikirim oleh ONIC.

Ketika ditanya apa saja yang ONIC siapkan menjelang pertandingan ini, Justin berkata, “Pastinya kita akan bertanding sekuat tenaga karena yang menonton kan juga berkontribusi dalam acara ini. Tentu kita akan menyajikan permainan terbaik untuk menghibur mereka.”

Mekanisme Kegiatan Amal ONIC

Terkait penyumbangan dana, ONIC bekerja sama dengan Generasi Muda Peduli. Sumbangan dari ONIC ini akan digunakan untuk berbagai hal, mulai dari membuat ruang belajar, merenovasi taman baca, dan memfasilitasi ruang komputer dengan sokongan dari ASUS ROG.

Menariknya, kampanye amal ini tidak hanya ditujukan untuk mendorong anak-anak agar lebih tertarik dengan dunia esports atau gaming. ONIC akan memberikan dukungan pada anak-anak, terlepas dari cita-cita sang anak.

“Kita bantu renovasi fasilitas, pengadaan instrumen-instrumen kreatif, mulai dari musik sampai olahraga,” ungkap Justin. “Tujuan kampanye ini adalah untuk menginspirasi anak-anak Indonesia agar punya cita-cita yang tinggi agar akhirnya tidak takut untuk menggapai tujuan mereka itu.”

Kampanye Berani Bermimpi ini adalah kampanye amal pertama dari ONIC. Ke depan, Justin berkata, mereka akan menjadikan aktivitas seperti ini sebagai kegiatan rutin, meski mereka mungkin akan menggunakan tema yang berbeda.

“ONIC cuma ingin menjadi pelopor atas kesadaran gerakan sosial,” jawab Justin saat ditanya tentang keuntungan yang didapat oleh ONIC dengan melakukan ini. “Yang tentunya nanti akan membuahkan banyak lagi para stakeholder esports, mulai dari tim pemain, yang ikut membantu berbagai pihak, khususnya anak-anak Indonesia yang membutuhkan.”

Untungnya Kegiatan Amal

Kegiatan amal juga bisa memiliki dampak positif pada sebuah perusahaan atau tim esports. 

Menurut studi Cone Communciations dari Omnicom Group via AdWeek, 70 persen milenial lebih tertarik dengan produk dari perusahaan yang bertujuan untuk membantu komunitas.

Sementara menurut Inc., kegiatan amal adalah alat marketing yang efektif. Ini akan membuat masyarakat mengenal nama sebuah perusahaan atau dalam kasus ini, tim esports.

Selain itu, kegiatan amal juga bisa digunakan untuk menunjukkan dukungan tim esports pada komunitas, yang akan membuat reputasi mereka menjadi semakin baik. Ketika sebuah tim berusaha untuk memperbaiki keadaan komunitas, ini akan menjadi nilai lebih bagi mereka.

Terakhir, melakukan kegiatan amal juga dapat meningkatkan moral para pekerja. Tidak hanya itu, ini juga bisa membuat para pekerja menjadi lebih loyal dengan tempatnya bekerja. Dalam dunia esports, ini bisa membuat para pemain lebih setia pada timnya.