Esports Ecosystem

Nigma Berhasil Juarai WePlay! Bukovel Minor dan Lolos ke Leipzig Major

13 Jan 2020 | Yudi Anggi
Diawali dengan kekalahan dan diakhiri dengan kemenangan.

Hari pertama di WePlay! Bukovel Minor menjadi awal yang buruk bagi Nigma. Tetapi, Kuro “KuroKy” Takhasomi sudah memiliki segudang pengalaman untuk bangkit dari kekalahan. Mungkin kekalahan melawan Fighting PandaS juga menjadi tamparan keras bagi para pemain Nigma dan membuat mereka sadar akan kesalahannya. Pada pertandingan selanjutnya, Nigma berhasil membabat habis tim Furio dengan skor 2-0 tanpa balas. Nigma benar-benar mengeluarkan yang mereka miliki ketika melawan Furia.

Sumber: Twitter WePlay!
Sumber: Twitter WePlay!

Aliwi “w33” Omar yang menggunakan Lina dan Amer “Miracle-” Al-Barkawi dengan Ember Spirit-nya seperti kereta yang tidak tertahankan oleh Furia. Skuad Amerika Selatan ini sepertinya benar-benar tidak memiliki kesempatan. Di game pertama, Nigma berhasil memenangkan pertandingan dengan networth difference sebesar 22 ribu gold. 

Nigma yang menang melawan Furia kini harus berhadapan kembali dengan Fighting PandaS. Kedua tim ini benar-benar bertarung habis-habisan. Pasalnya, siapapun yang kalah di pertandingan kali ini tidak akan lolos ke babak playoffs. Sempat ditahan imbang 1-1 oleh Fighting PandaS, Ivan “MinD_ContRoL” Borislavov Ivanov berhasil mendapatkan Nature’s Prophet-nya di game ke-3. Bagaikan carry kedua, Nature’s Prophet MinD_ContRoL mendapatkan banyak sekali gold dan kill. Lalu Nigma menutup game ke-3 dengan kemenangan dan berhasil melaju ke Playoff.

Lagi-lagi diawali dengan kekalahan, Nigma harus mengakui keunggulan Royal Never Give Up pada pertandingan pertama di Upper Bracket. Tidak ada tim yang ingin turun ke lower bracket. Selain jalan pertandingan menjadi lebih panjang, di lower bracket mereka tidak memiliki nyawa lagi apabila kalah. Gambit Esports adalah salah satu tim yang diunggulkan untuk menjadi juara di Bukovel Minor karena performa mereka di group stage yang sangat menjanjikan (dua menang tanpa kalah). Tetapi Nigma berhasil melawan perkiraan banyak orang yang menjagokan Gambit. Dengan skor 2-1, Nigma melaju ke babak semifinal dan berhadapan dengan wakil dari Asia Tenggara yaitu Geek Fam.

Sumber: Twiter WePlay!
Sumber: Twiter WePlay!

Melihat pertandingannya, Geek Fam nampak unggul di game pertama dan sempat memimpin perolehan gold sebesar 10 ribu. Ketika itu Geek Fam sedang berusaha untuk memasuki high ground milik Nigma dan saya memutuskan untuk ‘alt+tab’ ke game Teamfight Tactics yang sedang saya mainkan karena berpikir bahwa Geek Fam berhasil memenangkan game pertama.

Beberapa menit berjalan, saya yang kembali menonton pertandingannya kaget karena Nigma sudah berhasil menghancurkan 3 set barrack milik Geek Fam. Karena kuatnya pertahanan high ground milik Nigma, hal ini memberikan kesempatan untuk membalikkan keadaan. Hal yang dialami oleh Geek Fam biasa oleh pemain profesional sebagai choke. Nigma pun berhasil mengalahkan Geek Fam di game kedua dan melaju ke babak final yang sudah ditunggu oleh RNG.

RNG sempat mengalahkan Nigma di pertandingan pertama upper bracket. Jadi, di atas kertas, RNG yang berhasil mendominasi di group stage dan playoffs memiliki kesempatan lebih besar untuk memenangkan pertandingan. Karena Nigma sudah bertanding di semifinal pada hari itu, seharusnya Nigma memiliki stamina yang lebih rendah dibanding RNG yang tinggal menunggu di final.

Saya jadi memiliki firasat bahwa Nigma memang harus kalah terlebih dahulu untuk memenangkan game-game selanjutnya. Apalagi RNG hanya berhasil memenangkan game pertama dengan perbedaan tipis. Alchemist dari Miracle- memang tidak bisa melawan Outworld Devourer milik Gao “Setsu” Zhenxiong di akhir game dan Huskar milik w33 tidak bisa menggendong timnya sampai late game. Tetapi Nigma membalas dua game selanjutnya dan sampai pada game ke-4 di pertandingan ini. RNG unggul 32 ribu gold pada menit 59 dan semua orang berpikir akan ada game ke-5.

Sumber: Twitch WePlay!
Sumber: Twitch WePlay!

Kesalahan paling fatal yang dilakukan oleh RNG adalah kehilangan Spectre milik Du “Monet” Peng ketika Nigma melakukan YOLO push ke highground milik RNG. Spectre milik Monet tidak memiliki buyback setelah mati yang membuatnya semuanya berjalan mulus bagi Nigma. Tidak adanya buyback bagi Monet ini dikarenakan kegagalan RNG untuk melakukan push di bottom lane. Ketika RNG memutuskan untuk pulang karena berpikir tidak akan bisa memenangkan war, Monet malah tertangkap oleh Astral Imprisonment Outworld Devourer milik W33. Omni Knight milik Su “Flyby” Lei yang berada tepat di samping Monet tidak memiliki apapun untuk membantunya dan memutuskan untuk menyalakan BKB lalu teleport kembali ke markas.

RNG yang tidak terkalahkan dari groupstage harus merelakan Nigma merebut gelar juara Bukovel Minor. Nigma mendapatkan hadiah sebesar US$72.000, 140 poin DPC, dan tiket ke Leipzig Major, tanggal 18 Januari 2020.