Dark
Light

Dengan AppAja, Naik Angkot di Jakarta ‘Has Never Been Easier’

2 mins read
May 6, 2014

Selain MetroTrans, ada lagi sebuah aplikasi yang khusus diperuntukkan bagi layanan angkutan umum. Kali ini, yang juga akan segera hadir di platform iOS, Android, Windows Phone, dan web adalah aplikasi Appaja yang mengusung tagline ‘travelling in Jakarta has never been easier”. Appaja rencananya akan diluncurkan pekan depan sebagai aplikasi Android, disusul pada bulan Juni oleh versi iOS.

Kemunculan kedua aplikasi dalam waktu yang hampir bersamaan ini bisa dibilang sebagai suatu kewajaran dan ‘sudah waktunya’. Karena Jakarta memang terkenal dengan keruwetan jalanannya. Kemacetan, serta semrawutnya layanan angkutan umum. Jumlah dan variasi angkutan umum, mulai dari metromini, kopaja, trans jakarta, rasanya mustahil untuk menghafal semuanya.  Hampir tak ada navigasi yang jelas, seperti rute dan trayek angkot.

Menurut pembuat Appaja, Robin Dutheil, pengembang asal Prancis yang sudah tinggal di Jakarta selama lima tahun, aplikasi ini diilhami oleh pengalaman pribadinya terkait angkutan umum di Jakarta.

“Saya sudah lima tahun tinggal di Indonesia dan sangat suka naik angkutan umum sejak awal. Beberapa tahun yang lalu, saya sering ditelepon dan di-SMS oleh teman-teman yang bertanya, bus mana yang harus dinaiki? Teman-teman saya asal Indonesia semua, dan kebanyakan lahir di Jakarta. Saya kaget, kok orang asli sini tanya sama aku, orang bule yang baru datang?” kenangnya.

Sadar bahwa sistem angkutan umum di Jakarta membingungkan bahkan untuk penduduk Jakarta sekalipun, Robin meminta bantuan pada beberapa teman untuk membuat aplikasi yang dapat membantu. “Timnya ada empat orang. Dua orang developer, satu designer, dan saya kerjain data, business development, product management dan kadang-kadang bantu coding.”

Sasaran penggunanya tidak hanya penduduk Jakarta, tetapi penduduk luar Jakarta bahkan orang asing yang sedang berada di Jakarta. “Apalagi saya sadar kalau lebih banyak orang naik angkutan umum, akan membantu dalam mengurangi masalah kemacetan, meskipun sedikit saja.”

Menurut Robin, selain untuk platform Android dan iOS, Appaja juga akan tersedia bagi platform Windows Phone dan web. “Pasar mobile di indonesia didominasi oleh Android, tetapi saya memprediksi bahwa Windows Phone akan segera menjadi pemain utama. Sedangkan iPhone, pengguna di Jakarta cukup banyak, apalagi orang asing.”

Secara fitur, banyak kesamaan yang ditawarkan Appaja dengan fitur yang ditawarkan MetroTrans. Ada beragam informasi angkutan umum lengkap dengan peta rute-nya, perkiraan jarak dan waktu, kisaran harga, notifikasi, sharing informasi antarpengguna, dan lain-lain.

Perbedaannya, Appaja juga menyediakan point reward bagi pengguna. Dengan ini para pengguna bisa berlomba menjadi ‘raja sejati pengguna angkutan umum’, menapaki karir berdasarkan sistem kepangkatan, mulai dari pangkat paling rendah ‘Angkot Ngebul’, hingga bisa menjadi ‘Kereta Volkano’.

“Kami ingin Appaja dapat menjadi semacam komunitas dan cara baru dimana pengguna dapat aktif dan bersenang-senang. Pengguna Appaja akan diberi reward dalam bentuk koin tergantung aktivitas mereka: memakai Appaja setiap hari, lapor halte bus yang penuh, cari rute ke tempat tujuan mereka, sharing ke teman-teman mereka di social network, dan lain-lain,” terang Robin.

Selain itu, karena memang menyasar juga para ekspatriat yang sedang berada di Jakarta, aplikasi ini juga dilengkapi dengan kamus dasar. Dengan kamus ini, paling tidak orang asing yang naik angkutan umum bisa sedikit berkomunikasi dengan sang sopir semisal “Bang, kalau sudah sampai tolong kasih tahu, ya…” atau “Stop, bang…”

Appaja akan meluncurkan versi Android awal minggu depan, lalu versi iOS bulan Juni. Versi web akan siap sekitar bulan Juni atau Juli, dan versi Windows Phone akan diluncurkan di sekitar kuartal terakhir tahun ini.

“Setelah launching, kami berencana untuk mempromosikan Appaja melalui beberapa mobile app ad network untuk menaikkan secara cepat jumlah download dulu. Lalu kami akan mempromosikan dengan cara online dengan social network, komunitas,  dan offline  melalui kerjasama dengan PemProv DKI Jakarta, Departemen Perhubungan, koperasi atau perusahaan transportasi, dan lain-lain agar dapat menjangkau lebih banyak orang, dan membangun komunitas  yang berkualitas.

Selain itu juga ada rencana kerjarsama dengan beberapa jasa yang fokus kepada orang asing agar dapat menyosialisasikan kepada para turis dan expat.”

[Screenshot: Dokumentasi AppAja]

Previous Story

Popularitas Stiker Pada Aplikasi Messaging Mendorong Adanya Usaha Sticker As A Service

Next Story

Ini Alasan Mengapa Oculus Rift Rela Diakuisisi Facebook

Latest from Blog

Don't Miss

Empat Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Memutuskan Membuat Aplikasi

Dalam sebuah laporan yang diumumkan Go-Globe, setiap orang secara rerata

Perusahaan Teknologi Pemasaran Digital AppLift dan adjust Lebarkan Sayap ke Indonesia

Jumlah aplikasi yang terus bertambah di Indonesia, membuat kue bisnis