Esports Ecosystem

Mobile Legends rilis Fitur MCL, Potensi Untuk Regenerasi Pemain?

10 Jul 2019 | Akbar Priono
MLBB Championship League, fitur baru yang memungkinkan siapapun berkompetisi di dalam game.

Akhir pekan lalu (6 Juli 2019), menjadi ajang kickoff bagi fitur baru Mobile Legends: Bang Bang, yaitu fitur MCL atau MLBB Championsip League. Fitur? Betul, ini bukan jenis kompetisi official Moonton lain seperti MLBB Intercity Championship, melainkan sebuah fitur di dalam game yang memungkinkan para pemain berkompetisi dalam bentuk liga online.

Bermain rank secara solo ataupun party mungkin sudah menjadi hal yang biasa, tapi tingkat pertaruhan dan pertarungannya tidak setinggi itu. Maka dari itu, lewat fitur dengan jargon Esports Mania ini, pemain dapat merasakan kompetisi yang sesungguhnya, hanya dengan turut mendaftar di dalam game MLBB itu sendiri.

Anda penggemar Dota mungkin lebih familiar dengan fitur ini. Sekilas, MLC mirip seperti fitur Battle Cup. Setiap pemain, dari rank apapun, dapat turut serta di dalam kompetisi MLC dengan cara membeli tiket. Setelah membeli tiket, pemain langsung bertanding pada waktu yang ditentukan, yaitu pada hari sabtu.

Kompetisi dilaksanakan dengan format bracket, dan pemenangnya akan mendapatkan berbagai macam hadiah; mulai dari Starlight Point, Emote, sampai Skin eksklusif.

“Jujur, gue seneng banget dengan kehadiran fitur ini. Secara nggak langsung, para player yang cuma main push rank jadi punya tujuan lebih. Karena ini official dari Moonton.” Fauzianska “Rangeremas” Ramadhan, shoutcaster kondang di kancah Mobile Legends, melontarkan komentarnya perihal fitur MLC.

Memang, fitur ini bisa dilihat sesederhana sebagai ruang bagi semua orang untuk berkompetisi dan menikmati manisnya kemenangan. Tapi fitur MCL sebenarnya punya potensi yang lebih besar, yaitu sebagai ruang pencarian bakat-bakat baru yang segar. Valve, lewat Dota 2 Battle Cup, melewatkan potensi besar ini. Alhasil, Battle Cup jadinya mungkin hanya dimanfaatkan menjadi ruang berkompetisi para pemain Dota veteran yang sudah bosan bermain mencari MMR.

Sumber: Dokumentasi MPL Indonesia
Sumber: Dokumentasi MPL Indonesia

“Cuma, gue sih berharap MCL bisa jadi cara bagi para pemain untuk menuju ke dalam scene kompetitif, apalagi mengingat sistem yang akan diterapkan dalam MPL. Kalau harapan muluk-muluk, pengennya MCL bisa terintegrasi sama MPL, jadi nantinya jagoan MCL punya kemungkinan untuk ditarik main ke dalam liga.” Kata sosok yang akrab disapa Oji kepada saya, saat menanggapi soal fitur ini dan kegunaannya untuk regenerasi pemain.

Mau tidak mau, rela tidak rela, Mobile Legends punya sumbangsih terhadap meledaknya industri esports di Indonesia. Tapi, menurut saya, pada momen ini Moonton sudah harus mulai memikirkan cara agar game buatannya bisa mengakar di Indonesia; seperti League of Legends mengakar di Korea Selatan sana.

Liga Franchise, mungkin terlihat seperti satu langkah mundur bagi para pemain MLBB yang punya mimpi besar menjadi bintang lewat liga MPL. Tapi jika ada inisiatif liga pencarian bakat pemain, yang memberi kesempatan kepada pemain biasa meraih mimpi mereka menjadi pro player, bukan tidak mungkin Mobile Legends bisa mencapai status yang sama seperti League of Legends di Korea Selatan.