Esports Ecosystem

Menonton Esports Buat Pemain Smite Bermain Lebih Lama

08 Oct 2019 | Ellavie Ichlasa Amalia
Pemain yang menonton esports juga menghabiskan uang dalam game lebih banyak

Ada banyak pihak yang terlibat dalam industri esports. Salah satunya adalah publisher game. Menurut Todd Harris, COO Hi-Rez Studios, publisher dari game Smite, tujuan publisher mendukung ekosistem esports dari game yang mereka rilis adalah karena keberadaan esports membuat game menjadi lebih dikenal dan dimainkan lebih lama. Hanya saja, investasi yang harus publisher keluarkan juga tidak kecil. Karena itu, mereka harus memastikan bahwa investasi tersebut tidak sia-sia.

Untuk mengetahui apakah investasi publisher di ekosistem esports memang menguntungkan, Hi-Rez bekerja sama dengan Emery Research Center pada dua tahun lalu. Mereka memerhatikan perbedaan antara pemain Smite yang juga menonton esports dari game itu dan pemain yang hanya memainkan game tersebut. Hasil studi menunjukkan, pemain Smite yang juga menonton pertandingan esports dari game itu menghabiskan waktu lebih banyak untuk bermain Smite dan menghabiskan uang lebih banyak.

“Selama delapan minggu, kami mengamati dua tipe pemain. Pemain yang juga menonton esports Smite dan pemain yang tidak menonton esports. Sebelum studi ini, kedua kelompok pemain memiliki tingkat engagement yang sama. Dalam delapan minggu itu, kami melihat bahwa pemain yang juga menonton esports menghabiskan US$5 lebih banyak dari biasanya, dan mereka juga bermain lebih lama — 600 menit lebih lama,” kata Harris pada Game Industry. Dalam studi ini, Hi-Rez dan Emery mengamati puluhan ribu pemain Smite yang menghubungkan akun mereka ke Twitch. Selain menghabiskan uang lebih banyak dan bermain lebih lama, pemain yang menonton esports juga lebih sering menang.

Harris (kiri) bersama dengan CEO FanAI | Sumber: Game Industry
Harris (kiri) bersama dengan CEO FanAI, Johannes Walstein | Sumber: Game Industry

Meskipun studi ini baru dilakukan pada 2017, Smite telah dirilis sejak 2014. Hi-Rez juga telah mendukung komunitas esports Smite sejak awal. Jadi, hasil studi itu hanya membuktikan bahwa strategi mereka memang sudah tepat. Mereka tak perlu lagi mengubah strategi tersebut. “Studi menjadi validasi dari apa yang kita lakukan, dan menurut saya, ini membantu investasi kami dan membuat para publisher tertarik untuk melakukan analisa lebih dalam,” ujar Harris. Dia mengatakan, setelah mereka tahu bahwa esports meningkatkan engagement pemain, mereka ingin mencari tahu kenapa. Sebagai developer, mereka menduga, alasan pemain yang menonton esports juga bermain lebih lama karena menonton pemain profesional memotivasi para penonton untuk bermain lebih baik. Namun, mereka juga memiliki beberapa dugaan lain terkait mengapa penonton esports akan bermain lebih lama.

“Smite adalah game MOBA, Anda bisa memainkan ratusan karater. Pemain yang tingkat engagement naik paling tinggi adalah mereka yang suka memainkan karakter yang berbeda-beda dan bukan pemain yang hanya menggunakan beberapa karakter tertentu saja. Secara teori, jika saya senang untuk mencoba karakter baru, ketika saya melihat pemain profesional memainkan karakter yang belum pernah saya mainkan, saya akan bermain lebih lama untuk mencoba memainkan karater tersebut. Dari menonton esports, saya bisa belajar taktik dan strategi dan mendapatkan aspirasi,” jelas Harris.

Menariknya, Harris juga menawarkan akses pada studi mereka dengan Emery bagi semua publisher yang tertarik dengan data tersebut. Keputusan Hi-Rez untuk membagi hasil studi mereka dengan publisher lain yang merupakan pesaing mereka mungkin terdengar aneh. Namun, ini bukan kali pertama Hi-Rez melakukan ini. Tahun lalu, Hi-Rez meluncurkan Skillshot Media, perusahaan solusi esports dengan Harris sebagai presiden. Harris mengatakan, karena Skillshot memiliki bisnis yang terpisah dari Hi-Rez, dia tidak khawatir jika apa yang dilakukan oleh Skillshot justru membantu publisher pesaing. Selain itu, Skillshot juga fokus untuk mengembangkan ekosistem esports dari game Hi-Rez.