Dark
Light

Mencoba Kacamata Pintar Vuzix Blade

1 min read
January 11, 2018
Booth Vuzix di CES 2018

Vuzix Blade adalah sebuah kacamata pintar yang mendapat perhatian di acara CES 2018. Meskipun booth-nya tidak sebesar brand-brand raksasa, seperti Sony atau Samsung, antusiasme orang-orang teknologi untuk mencoba produk yang mengutilisasi Augmented Reality (AR) ini tidak berkurang. Terbukti dengan lumayannya antrean, termasuk oleh pegawai beberapa perusahaan teknologi ternama, untuk mencoba prototipe produk yang diharapkan tersedia di pasaran akhir tahun ini.

DailySocial berkesempatan mencoba langsung bagaimana rasanya menggunakan kacamata pintar yang dibuat perusahaan yang berbasis di Rochester, New York ini. Menurut Wilfred S. Victoria, Marketing Manager Asia Pasifik dan Amerika Latin, yang kebetulan menjadi pemandu uji coba ini, Vuzix sudah berdiri selama 25 tahun dan awalnya membuat gear untuk militer. Vuzix Blade dan seri kacamata AR lainnya adalah upayanya untuk memasuki pasar yang lebih luas.

Vuzix Blade bukan satu-satunya kacamata AR Vuzix yang didukung Alexa. Versi M300 juga memiliki fitur Alexa enabled, tetapi seri Blade adalah bintang di ajang kali ini. Kebanyakan media memberi label Vuzix Blade sebagai “[produk] seperti Google Glass dengan dukungan Alexa”.

Meskipun kami tidak bisa memvideokan pengalaman menggunakan Vuzix Blade, tetapi tampilan dan cara penggunaannya sangat alami. Untuk menjalankan suatu fungsi, yang kita perlu lakukan adalah melakukan swipe (depan dan belakang) di sebuah area sentuh yang terletak di frame sebelah kanan untuk menggerakkan kursor dan melakukan tap untuk memilih suatu menu.

DailySocial mencoba bagaimana rasanya menggunakan Vuzix Blade
DailySocial mencoba bagaimana rasanya menggunakan Vuzix Blade

Menu AR-nya sendiri, meskipun masih raw, cukup menarik. Tampilannya lumayan jelas dan diklaim tetap baik meskipun dilihat di bawah terik matahari. Sayangnya saya tidak bisa mencoba menu Alexa karena konektivitas internet di dalam ruangan yang disesaki puluhan ribu (atau bahkan ratusan ribu) orang tersebut dianggap tidak memadai.

Belum ada konfirmasi resmi soal harga produk ini, tetapi desain yang menarik dan dukungan asisten Alexa akan menjadi modal mendorong Blade masuk ke pasar yang lebih luas. Menurut brosur yang diberikan, target pasar Blade adalah segmen B2B yang memiliki use case lebih jelas.

Contoh pemanfaatan yang diberikan adalah akses ke data pasien saat dokter sedang mengecek kondisi kesehatan seseorang, merekam video saat sedang berada di lapangan, atau mendapatkan notifikasi dari tempat kerja. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan produk ini juga akan tersedia untuk konsumen ritel.

Previous Story

Janjikan Kenyamanan dan Performa Audio Superior, Sennheiser GSP 600 Siap Jadi Rekan Gamer Pro

Next Story

Selamat Datang Era Asisten

Latest from Blog

Don't Miss

Play For Dream Technology Masuki Pasar Virtual Reality Asia-Pasifik

Dengan semakin berkembangnya medium hiburan saat ini, kehadiran teknologi-teknologi hiburan

Perfect Corp. Gunakan AI dan AR di Dunia Kecantikan

Teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) memang sempat