Gaming News

Microsoft Tutup Layanan Mixer dan Jalin Kerja Sama dengan Facebook Gaming

24 Jun 2020 | Narendra Soejoedi
Streamer kenamaan seperti Shroud dan Ninja sekalipun tidak menjamin keunggulan berkompetisi di ranah layanan streaming

Mixer adalaah layanan streaming konten gaming yang dibesut oleh Microsoft. Semuanya bermula saat Microsoft mengakuisi Beam di pertengahan tahun 2016 dan mengganti namanya menjadi Mixer. Tidak sampai di situ saja, Mixer kemudian diintegrasikan kedalam ekosistem Xbox milik Microsoft.

Setelah 4 tahun berselang, baru-baru ini Microsoft menyatakan akan menutup layanan Mixer di tanggal 22 Juli 2020 mendatang. Setelahnya, seluruh akses ke Mixer akan dialihkan ke Facebook Gaming. Banyak tanda tanya yang mengiring penutupan layanan streaming Mixer. Kompetisi yang kian kencang di antara streaming platform mungkin penyebab utama ditutupnya layanan Mixer.

via: Instagram watchmixer
via: Instagram watchmixer

Sedari awal Mixer terlihat menjanjikan dari segi teknologi. Salah satu teknologi yang ditawarkan oleh engine Mixer adalah fitur FTL (Faster Than Lightspeed). Fitur FTL yang dimilik memungkinkan adanya interaksi antara penonton dan streamer terjadi nyaris secara real-time. Dengan begitu penonton bisa terlibat dalam interaksi yang mempengaruhi jalannya permainan dan stream.

User statistic |via: streamelements.com
User statistic |via: streamelements.com

Sekalipun dinyatakan tutup, Microsoft akan bekerja sama dengan Facebook melalui layanan Facebook Gaming. Dalam hitungan kasar, Facebook Gaming masih bisa mengugguli komunitas streamer maupun penikmat konten di layanan streaming Mixer.

Phil Spencer, sebagai Pimpinan Microsoft Gaming dalam sebuah pernyatan kepada The Verge, “kami memulainya dengan cukup tertinggal, jika dibandingkan dengan beberapa pemain besar di luar sana.”

via: Instagram watchmixer
via: Instagram watchmixer

Berbicara tentang nasib streamer, seluruh steramer yang terikat kontrak dengan Mixer diberikan kebebasan untuk memilih. Streamer bisa melanjutkan kerja sama  dengan ikut bermigrasi ke Facebook Gaming atau berhenti bekerja sama dengan Microsoft.

Pengumuman ini terbilang mengejutkan karena Mixer sendiri di tahun lalu berhasil ‘membajak’ streamer kenamaan seperti Shroud, Ninja dan beberapa influencer lainnya. Penutupan layanan streaming Mixer sepertinya tidak akan memberi banyak pengaruh bagi streamer yang sudah memiliki basis penggemar.

Project xCloud | via: xbox.com
Project xCloud | via: xbox.com

Jika ditinjau dari sisi bisnis, Mixer adalah percobaan yang dilakukan Microsoft untuk mulai berkecimpung ke dalam pasar layanan streaming untuk konten gaming. Namun pada kenyataannya Mixer seperti sudah terlambat masuk ke dalam arena pertempuran layanan streaming.

Bahkan sebelum Beam diakuisisi dan dikembangkan oleh Microsoft, Twitch dan YouTube sudah terlebih dahulu menjadi platform yang disenangi streamer maupun penikmat konten gaming.

Dengan gugurnya Mixer dari medan laga, sejauh ini Twitch masih bisa tampil mendominasi di antara streaming platform lainnya. Bersama dengan penutupan layanan Mixer, Microsoft juga memberikan sinyal akan membawa projek xCloud ke dalama Facebook Gaming. Hal ini bisa saja menjadi calon pesaing dari Stadia yang dikembangkan Google.