Dark
Light

Mengenal Lifepack, Apotek Digital untuk Permudah Akses ke Obat-obatan

1 min read
March 24, 2020
Aplikasi apotek digital Lifepack fokus pada penyediaan obat untuk penderita penyakit kronis dan dengan resep. Skema yang ditawarkan secara berlangganan
Aplikasi apotek digital Lifepack fokus pada penyediaan obat untuk penderita penyakit kronis dan dengan resep. Skema yang ditawarkan secara berlangganan

Di situasi sosial saat ini yang mengharuskan individu mengurangi interaksi langsung terutama di tempat umum, beberapa alternatif telah disiapkan, terutama di sektor healthtech. Salah satunya adalah Lifepack, sebuah apotek digital yang baru diluncurkan guna mempermudah akses terhadap obat-obatan, terutama pasien dengan riwayat penyakit kronis, dengan skema berlangganan.

Lifepack merupakan produk kedua PT Indopasifik Teknologi Medika Indonesia (ITMI) yang bergerak dalam industri kesehatan. Sebelumnya ada Jovee, sebuah layanan yang fokus menyediakan kebutuhan suplemen bagi masyarakat.

Natali Ardianto, CEO ITMI dan Lifepack, menyatakan bahwa saat ini fokus mereka adalah membantu pasien penderita penyakit kronis seperti diabetes, jantung, stroke dan lainnya untuk mendapatkan obat tanpa harus mengantre apalagi sampai kehabisan.

Dalam situasi pandemik seperti sekarang, aplikasi seperti ini bisa menjadi solusi di tengah isolasi.

Saat ini, semua produk yang tersedia di aplikasi berbasis resep. Pasien akan diminta menyiapkan resep asli. Pihaknya menjamin keaslian obat karena berasal dari distributor langsung tanpa melibatkan pihak ketiga.

Lifepack juga menyediakan fitur konsultasi dengan dokter secara online untuk pengguna yang tidak disertai resep dokter. Dokter yang terdaftar adalah mereka yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP) dan tergabung di Ikatan Dokter Indonesia.

“Khusus untuk kejadian luar biasa ini, kami memang melakukan stok yang lebih banyak dari sewajarnya, mengikuti tren penjualan yang juga semakin meningkat,” tambah Natali.

Melalui aplikasi ini, pihaknya mengaku ingin mengimplementasi Good Pharmacy Practice dalam memberikan pelayanan kefarmasian. Layanan ini turut dilengkapi dengan kemasan khusus untuk konsumsi yang lebih praktis dan terjadwal.

Rencana ke depan

Dari sisi teknologi, layanan ini telah bekerja sama dengan payment gateway yang menyediakan 15 metode pembayaran untuk mempermudah proses transaksi, termasuk kartu kredit, akun bank virtual, dan GoPay.

Sedangkan dari sisi logistik, perusahaan bekerja sama langsung secara API dengan beberapa perusahaan logistik agar bisa dipantau langsung oleh pengguna via aplikasi. Fokus logistik saat ini adalah penyediaan obat secara langsung dan cepat dalam waktu maksimal 4 jam.

Meskipun Halodoc memiliki fitur pembelian obat dengan resep yang serupa, pihak Lifepack mengklaim belum ada konsep aplikasi yang fokus pada penyediaan obat-obatan khusus penderita penyakit kronis secara berlangganan di Indonesia.

“Potensinya ada. Saat ini kami akan mengikuti perkembangan dan adopsi pasar lebih dulu,” tutup Natali.

Application Information Will Show Up Here
Previous Story

[Review] Realme 6 Pro: Smartphone Mainstream 6 Kamera Layar 90 Hz

Next Story

Gandeng Twitch, SoundCloud Mudahkan Para Musisi Menghasilkan Uang via Live Stream

Latest from Blog

Don't Miss

Startup healthtech Smarter Health mengumumkan telah memperoleh pendanaan Seri A senilai S$ 5,15 juta yang dipimpin oleh East Ventures

East Ventures Pimpin Pendanaan Seri A Startup Healthtech “Smarter Health”

Smarter Health mengumumkan telah memperoleh pendanaan seri A senilai S$

MDI Ventures to Lead Series B Round for mClinica Healthtech

MDI Ventures is reported to have reinvested in Singapore-based healthtech