Gaming News

Laning di Mobile Legends: 1-3-1 atau 1-2-2? Mana yang Lebih Efektif?

15 Jun 2020 | Guest Post Hybrid
Kali ini kita akan membahas soal strategi laning di Mobile Legends.

Di game genre MOBA manapun, setiap fase dari match yang dijalankan memiliki kegunaan masing-masing. Meskipun tampaknya tidak terlalu relevan, fase laning dapat mengubah alur game yang sedang dimainkan. Selain dari playstyle saat fase tersebut, line-up atau komposisi tiap-tiap lane juga tidak kalah pentingnya.

Saat ini, dua komposisi yang paling umum untuk laning di Mobile Legends adalah line-up 1-3-1 dan 1-2-2. Kedua komposisi tersebut tidak hanya berbeda dari role hero yang digunakan, namun juga memiliki keunggulan serta kelemahan masing-masing.

Hero Role Masing-Masing Lane

Biasanya, 1-3-1 berarti ada 1 offlane atau Marksman, lalu pada lane tengah berisi seorang hypercarry beserta 1 Tanker dan juga seorang Support atau Mage, dan pada lane terakhir diisi oleh seorang offlaner. Dapat dikatakan bahwa 1-3-1 bertaruh pada memberikan carry semua buff agar core item lebih cepat didapatkan dibandingkan tim lawan. Tujuan menggunakan line-up ini adalah untuk menyelesaikan game dengan cepat.

Sedangkan untuk 1-2-2 pada umumnya menaruh seorang offlaner pada satu lane, lane tengah terdiri dari midlaner dan Tanker, lalu pada lane terakhir diisi oleh seorang Marksman dan seorang Support atau Mage. Game plan untuk komposisi 1-2-2 tergolong lebih aman karena mengandalkan midlaner sebagai pemberi damage pada early game dan Marksman pada late game.

Credits: Mobile Legends Bang Bang
Credits: Mobile Legends Bang Bang

Strategi Lane 1-3-1

Lane 1-3-1 bergantung pada hero carry untuk mengamankan kill dan mendapatkan objective. Offlaner juga diperlukan untuk menjaga/menahan agar turret tidak mudah dihancurkan lawan. Akan lebih baik jika offlaner itu sendiri dapat menghancurkan turret lawan, yang pastinya menguntungkan bagi timnya.

Oleh karena itu, carry harus lebih berhati-hati agar tidak ketinggalan gold dibanding lawan. Hal ini dapat dibantu dengan mencari waktu untuk roaming dan mem-pick off lawan perlahan-lahan. Sebisanya, carry harus mengamankan kill carry lawan.

Credits: Mobile Legends Bang Bang
Credits: Mobile Legends Bang Bang

Pada fase awal game, carry dapat clear wave minion mid lane pertama dan langsung mencoba mengambil Lithowanderer untuk secure buff sendiri. Akan lebih aman untuk mengambil Lithowanderer di kiri, tetapi jika Anda ingin merusuh, Anda bisa mengambil Lithowanderer kanan terlebih dahulu lalu coba untuk mengambil buff biru lawan. Dari situ, Anda bisa mengamankan red buff sendiri. Sebagai kemungkinan lain, bisa juga dimulai dari buff merah ke Lithowanderer baru akhirnya ke buff biru.

Beberapa hero yang cocok untuk dijadikan hypercarry antara lain adalah Claude, Karrie, Ling, Hanzo dan Kimmy. Gusion dan Lancelot juga opsi yang bagus untuk mengisi role midlaner.

Strategi Lane 1-2-2

Pada umumnya, midlaner dari line-up 1-2-2 akan clear minion pertama, lanjut ke Lithowanderer, lalu buff biru. Sedangkan, Marksman yang di lane bawah bersama dengan Tank atau Support-nya akan mencoba mendapatkan buff merah dahulu baru clear minion.

Credits: Mobile Legends Bang Bang
Credits: Mobile Legends Bang Bang

Sama perihalnya dengan line-up 1-3-1, carry yang berada di lane tengah harus roam untuk mendapatkan kill. Jika itu terjadi, Marksman yang tadinya berada di lane bawah bisa menggantikan midlaner untuk clear minion wave sementara, agar perbedaan gold tidak terlalu jauh.

Hero Marksman yang disarankan termasuk hero-hero seperti Claude, Karrie, Granger, Bruno dan Wanwan. Offlaner yang cocok antara lain adalah X-Borg, Jawhead, Uranus, Esmeralda, Thamuz, Chou, dan lain lain. Sementara Tanker yang patut digunakan adalah Khufra, Atlas, Grock, dan juga Hylos.

Tips Untuk Melawan Formasi 1-2-2

Di META Mobile Legends saat ini (Juni 2020) tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu META terkuat sekarang adalah hypercarry 1-3-1. Namun jika game berlanjut ke arah super-late game, yakni berdurasi lama, formasi 1-3-1 akan sedikit kesulitan menghadapi 1-2-2 terutama dalam segi damage output.

Tetapi formasi 1-3-1 bisa meng-counter formasi 1-2-2 dengan cara tidak blunder di fase awal game. Yang dimaksud ialah, cepat-cepat menjadikan hypercarry-nya kaya sehingga game tidak akan terseret menuju late game.

Credits: Mobile Legends Bang Bang
Credits: Mobile Legends Bang Bang

Tentu tidak berarti bahwa formasi 1-3-1 pasti akan kalah melawan 1-2-2 pada late game, semuanya tetap bergantung pada teamwork dan skill individu masing-masing. Namun sebisanya, formasi 1-3-1 harus mengakhiri game-nya secepat mungkin dan mendominasi early game.

Tips Untuk Melawan Formasi 1-3-1

Formasi ini hanya mengandalkan 1 hypercarry-nya dan cenderung akan ditemani terus oleh 1 Tanker dan 1 Support nya. Hal yang paling ampuh untuk meng-counter playstyle ini adalah dengan cara split-push. Cara agar dapat melakukan split-push secara efektif adalah dengan memanfaatkan hero-hero andalan seperti Masha, Helcurt, ataupun Chou.

Pada dasarnya, hero-hero Fighter maupun Assassin memiliki mobilitas yang cukup tinggi beserta basic attack dan attack speed yang tinggi. Maka dari itu, hero-hero yang memiliki kriteria tersebut sangat efektif untuk melaksanakan split-push.

Credits: Mobile Legends Bang Bang
Credits: Mobile Legends Bang Bang

Jika berhasil, formasi 1-3-1 akan bingung untuk memilih di antara harus menahan split-push atau menemani sang hypercarry. Space yang dibuat bagi tim Anda akan menjadi hasil dari strategi tersebut dan menjadikannya salah satu cara agar core Anda mampu menyaingi core lawan, baik dari segi level maupun item.

Penutup

Kedua formasi yakni 1-3-1 dan 1-2-2 memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Formasi 1-3-1 kuat pada fase awal game karena memanjakan hypercarry-nya untuk mendapatkan dua buff. Alhasil mereka lebih cepat kaya dan mendapat tambahan bonus dari buff merah dan biru.

Di sisi yang lain, formasi 1-2-2 cenderung akan lebih kuat pada late game karena akan ada dua core yang tentunya lebih kuat di arah late game, dibandingkan hanya memiliki 1 hypercarry. Maka dari itu, keduanya harus saling berlomba untuk memenangkan fase-fase krusial dan melaksanakan strateginya masing-masing.

Selamat mencoba!

Artikel ini ditulis oleh Wilson Wongso, kontributor Hybrid.