Dark
Light

Kronologis Ditutupnya Layanan Kronologger.com

3 mins read
November 20, 2010

Layanan microblogging buatan lokal, Kronologger.com kini resmi ditutup, berita ini menambah jajaran startup lokal yang resmi menghentikan layanannya setelah ArusMedia juga diberitakan ditutup kemarin.

Para pembaca DailySocial mungkin sudah memiliki akun di Twitter, Plurk, Jaiku, atau Facebook, tetapi mungkin ada yang belum tahu layanan Kronologger. Kronologger merupakan salah satu layanan microblogging buatan lokal yang muncul ketika layanan microblogging lain belum populer.

Kini layanan Twitter, dan Facebook merajalela dan menjadi sangat populer di Indonesia. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kenapa layanan Kronologger kini secara resmi dihentikan, meski sampai tulisan ini ditulis layanan Kronologger masih bisa digunakan namun, berita tentang penutupan layanan ini muncul dari salah satu pendiri Kronologger Kukuh TW dari berbagai Tweet-nya tanggal 18 November malam hari.

Kukuh TW menyebutkan beberapa alasan yang menyebabkan Kronologger ditutup antara lain: terbatasnya waktu dan tenaga untuk maintain dan develop Kronologger ke tingkat advance, banyak layanan lain yang lebih mapan seperti Twitter, Plurk, Koprol, Foursquare, PingFm, Brightkite, dll, serta akan fokus ke bidang services lain.

Mas Kukuh TW juga menambahkan bahwa rencana ditutupnya layanan Kronologger yang seperti tiba-tiba ini sebenarnya belum pernah ada, namun dikarenakan beberapa alasan yang telah disebutkan diatas, berbagai alasan lain seperti, penuruan traffik, membutuhkan waktu dan usaha untuk pengembangan, seperti update API, integrasi ke layanan pihak ketiga yang dikombinasikan dengan kesibukkan masing-masing pengurus maka Kronologer diputuskan untuk ditutup.

Kronologer sendiri awalnya bernama Kronologis.com dan digagas pertama kali oleh Kukuh TW, yang kemudian disusul oleh Budi Putra yang saat itu menjadi CEO Asia Blogging Network dan mengajak untuk mengintegrasikan layanan tersebut ke komunitas ABN. Kronologis.com akhirnya berubah nama, domain dan brand mereka menjadi Kronologger secara resmi tanggal 6 Agustus 2007.

Dalam perjalanannya, tim dari Kronologger setidaknya diisi oleh Kukuh TW, Budi Putra, dan Harry Sufehmi. Pada rentang tahun 2007-2009 adalah masa keemasan dari layanan Kronologger, pada periode ini sekitar 2000 pengguna terdaftar dengan pengguna aktif sekitar 100 pengguna. Aktifitas yang ada di Kronologger juga cukup ramai, karena sebagian besar topik yang ada di sana ditanggapi oleh pengguna lainnya dan menciptakan keterikatan antara para ‘kroner’.

Meski tampilannya terkesan sederhana dan old school, namun pada periode 2007-2009 layanan Kronologger juga berbagai perkembangan seperti yang dijelaskan mas Kukuh, “uji coba eksperimen menggunakan XML-RPC/API, JSON, integrasi dengan Yahoo! Messenger, Email, SMS, Google Maps, Ping-FM, Google Maps. Kronologger juga pernah menjalankan strategi monetisasi seperti layanan SMS, dimana para kroner bisa kirim posting melalui SMS dengan bekerjasama dengan konten provider dan penyedia layanan telekomunikasi, namun kurang berhasil”.

Sebagai informasi, Budi Putra meninggalkan Asia Blogging Network dan menjadi Country Editor untuk Yahoo! Indonesia, sedangkan mas Kukuh TW mendirikan KumpulBlogger, berkarir di dunia game development dan juga mengembangkan layanan IdblogNetwork, yang juga pernah dibahas di DailySocial.

Meski layanan Kronologer ditutup, tetapi para founder dan pengurusnya tetap berkarya di bidang usaha berbasis internet, dan saya pikir karya mereka tetap memberikan manfaat serta andil atas perkembangan internet lokal, seperti juga yang mereka lakukan pada Kronologger.

Some startup rise, some startup shutting down, menyisakan beberapa hal penting, antara lain pengalaman serta rencana pengembangan ke depan yang akan dilakukan oleh para founder-nya, yang pasti mereka tetap berkarya namun, dengan jalur serta produk yang berbeda.

Berikut komentar para pengurus Kronologger:

Kukuh TW: Untuk semua user/kroner yang telah bersama-sama ngekron terima kasih banyak atas dukungannya dan juga mohon maaf untuk semua user setia di Kronologger, walau hanya sempat ramai di kurun waktu 2007-2009, tapi sudah banyak membawa inspirasi, semangat hidup, wawasan/insight yang di share oleh user/kroner lain, saat ini di tahun 2010, Twitter, Koprol, Plurk, Foursquare dan Facebook sudah menggantikan peran tersebut.

Harry Sufehmi: Soal naik-turun itu biasa, bahkan raksasa-raksasa besar seperti Friendster & MySpace pun mengalaminya. Yang penting adalah perjalanan yang telah dilalui bersama-sama, dan kawan-kawan baru serta lama di sepanjang perjalanan tsb. Mudah-mudahan saya bisa terus melanjutkan urun rembug saya ini di berbagai startup Indonesia untuk seterusnya.

Dan berikut beberapa komentar dari para pengguna Kronologger, untuk keseluruhan komentar, bisa dilihat oleh para pembaca DailySocial pada situs mereka.

@vetamandra: sedih kronologger mau ditutup 🙁
@belinejolie: Fenomena #Kronologger sgt berjaya pd jamannya. Terwujud dg Wikikronologger, planet Kronologger+agregator, layanan SMS, jd trending topic ABN
@belinejolie: Memori @kronologger: perjuangan skripsi, dpt kerja di Jkt, pdkt adik ipar, kopdar ma @hielmy di Jatoz, jd sodara @vavai, kappachan & aryanst
@belinejolie: Di @kronologger pertama dan satu2nya karya cipta themes design, mulai dari dasar belajar CSS, explore w3 & hunting pattern batik yg keren.
@belinejolie Dear @kronologger, it was good what we had, we will miss you.
@Ghan_donk : #byekronologger terima kasih telah mempertemukan sy dgn sahabat2 dunia maya saya,terima kasih banyak mas @kukuhtw sudah bikin #kronologger
@jafrane : Inget #kronologger inget dulu bln puasa nonton PPT sambil komentar rame-rame via kron 😀

Wiku Baskoro

Penggemar streetphotography, penikmat gadget, platform agnostic gamers, build Hybrid.co.id to make impact.

7 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Tokokoo – Cara Termudah Untuk Membangun Toko Online Anda – Buatan Lokal – Skala Internasional

Next Story

Bancakan2.0 is alive – Jogjakarta’s startup event is ON

Latest from Blog

Don't Miss

WowBid to Discontinue Service Due to Shrinking Revenue During Pandemic

WowBid, an auction-concept marketplace had to discontinue its services at
WowBid tutup layanan

Pandemi Surutkan Omzet, WowBid Tutup Layanan

WowBid, marketplace dengan konsep lelang memutuskan untuk menutup layanannya di