Dark
Light

[KolomKincir] Wawancara Dengan Endah N Rhesa

by
5 mins read
May 6, 2013

Catatan Editorial: Kolom terbaru dari Trenologi kembali hadir. Kali ini kami bekerja sama dengan Kincir.com menghadirkan wawancara bersama musisi/band atau tokoh musik tentang kesibukan mereka serta berbagai perkembangan tren di bidang teknologi. Mau tau seperti apa peran teknologi pada proses berkarya dan kehidupan para musisi? Simak terus KolomKincir yang akan hadir rutin di Trenologi.

Endah N Rhesa adalah salah satu musisi dengan alunan musik yang menyegarkan dan menyenangkan untuk didengar. Mereka pun kini telah memiliki banyak penggemar yang setiap mengikuti berbagai update dari kegiatan bermusik mereka.

Saat ini, Endah N Rhesa telah merampungkan album baru secara resmi telah meluncurkannya, single mereka baru saja diputar serentak di radio di Indonesia. Album mereka akan bernama ESCAPE dan single pertama berjudul Silence Island.

Mau tahu tentang berbagai cerita yang berhubungan dengan teknologi, termasuk seberapa sering mereka mengakses media sosial serta pentingnya teknologi dalam bermusik, internet serta teknologi masa depan apa yang mereka ingin gunakan? Cek wawancara berikut ini (E untuk Endah dan R untuk Rhesa).

Halo Endah N Rhesa, lagi sibuk apa nih?

E & R: Hallo.. kami berdua sedang sibuk rekaman dan mempersiapkan album ketiga kami.

Oh iya, kabarnya lagi mau rilis album ketiga ya? kapan rencana rilisnya?

E: Ya, kami fokus banget berusaha secepatnya agar album ketiga ini selesai.

R: Rencana rilis, kalau memang sesuai jadwal sih, pertengahan Mei ya.

*) Waktu wawancara dilakukan, Endah N Rhesa masih dalam proses rekaman album terbaru mereka, namun kini proses rekaman telah selesai dan mereka telah secara resmi memperkenalkan album baru dan single untuk album baru mereka.

Oh iya, congrats juga ya atas prestasinya bisa mewakili Indonesia di MIDEM. Apa pengalaman menarik yang bisa ditarik dari sana?

E & R: Wah, terima kasih yah.

E: Pengalaman menarik adalah pada saat Endah N Rhesa di atas panggung dan berhadapan dengan audiens yang terjun di industri musik. Dan semuanya adalah orang asing.. saya nggak kenal. Jadi lumayan menjadi tantangan bagaimana untuk bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan mereka. Karena lumayan tegang juga awalnya.

R: Seru aja melihat seperti “Job Fair” tapi temanya industri musik dunia. Melihat berbagai negara berlomba-lomba menampilkan produk negaranya untuk mendapatkan kerjasama dari berbagai pihak. Berbagai seminar tentang industri musik dunia, perkembangan teknologi yang berkaitan dengan musik, dan semua sistem berjalan dengan teratur. Jadi motivasi juga jadinya. Setidaknya jadi belajar banyak mengenai industri musik dunia.

Endah N Rhesa adalah salah satu band yang dikenal aktif juga di media sosial. Kalau boleh tahu, seberapa sering mengakses media sosial? dan apa saja media sosial yang dimiliki?

R: Sering banget.. Endah sih yang sering.. Hahaha! Kalau saya suka dengan hal yang berbau visual. Jadi social media saya yang aktif ya instagram @rhesa_aditya dan saya juga yang maintain official youtube Endah N Rhesa.

E: Hahaha.. yes, saya termasuk yang addicted to social media. Entah kenapa.. mungkin karena dari dulu saya seneng banget surfing internet. Dari jaman milis di yahoo, forum-forum gitar, sampai lahirlah Friendster, Facebook, Plurk, Twitter, dan sebagainya. Saya hampir pernah coba semua. Sebenarnya tujuannya ingin cari teman yang senang ngobrol musik, kegiatan musik dan sekalian memperkenalkan lagu-lagu ciptaan juga. Saya lumayan aktif memantau social media Endah N Rhesa. Minimal jadwal harus selalu update, memperbarui tulisan blog, aktif nge-twitt untuk berinteraksi dengan earFriends, sekarang nambah kincir.com. Hehehe.

Kalau dalam kehidupan keseharian, gadget apa yang sekarang dimiliki termasuk ponsel dan tablet atau laptop?

R: Hmm.. kalau saya dan Endah biasanya punya berdasarkan fungsinya. Jadi masing-masing dari kami punya sebuah smartphone untuk komunikasi, tablet untuk hiburan karena ringkas bisa dibawa kemana-mana, laptop untuk kerja, dan pemutar musik yang kecil dan simple bisa dikantongin.

Menurut kalian berdua, pentingkah teknologi dalam karir bermusik?

E: Untuk saat ini sih penting banget ya. Karena untuk saya dan Rhesa yang senang mengerjakan semua sendiri cukup terbantu dengan perkembangan teknologi ini.

R: Ya. Kalau saya banyak bersentuhan dengan hal yang berkaitan dengan produksi. Seperti teknologi rekaman digital yang cukup praktis, meskipun ya susah juga, tapi lebih murah dan cepat dibandingkan dengan era analog jaman dulu. Meskipun beli software original masih lumayan mahal ya.. tapi oke lah, semua bisa dikejar untuk keperluan Endah N Rhesa yang memang grupnya formatnya kecil juga. Puas juga rasanya kalau bisa belajar sambil berkarya.

Apakah teknologi mendukung pekerjaan bermusik atau justru menghambat?

R: Hmm.. mungkin kalau untuk Endah N Rhesa lebih banyak mendukung daripada menghambat.

E: Yah.. yang nggak mendukung kadang bukan teknologinya ya. Tapi mungkin regulasi terhadap penggunaan teknologi yang nggak bertanggung jawab. Seperti teknologi duplikasi CD malah dipakai untuk bikin CD bajakan. Hahaha.. ya apapun kalau tujuannya sudah buruk yang pasti berdampak merugikan.

Produk teknologi apa yang kalian gunakan untuk mendukung aktivitas bermusik? Baik dari rekaman, di panggung dan untuk mempromosikan kalian.

R: Kalau untuk rekaman jelas pakai komputer. Dengan adanya teknologi digital itu memungkinkan buat kami untuk melakukan home recording. Kalau di panggung pakai efek-efek. Misalnya bass saya pakai efek distorsi, envelope filter, oktaver, supaya ada variasi dan menyenangkan bisa eksplorasi di atas panggung.

E: Ya. Komputer sih sudah pasti. Saya lumayan terbantu dengan smartphone dan tablet yang kecil dan praktis. Bisa dipakai untuk maintain social media Endah N Rhesa, voicenote-nya untuk rekam ide lagu. Lumayan juga bisa pakai aplikasi musik disitu seperti metronom misalnya. Panggung pakai efek-efek gitar. Saya mesti pakai vocal harmonizer supaya ada backing vocalnya. Sekarang ini nambah pakai looper biar bisa rekam pattern ritem on the spot di panggung. Buat mainan sih.. hahaha!

Bicara tentang internet. Seberapa penting internet bagi kamu?

E & R: Penting banget ya.

E: Kalau saya merasakan banget efek dari internet yang membuka akses Endah N Rhesa ke mana-mana. Karena memang dulu waktu benar-benar nggak tahu jalur memperkenalkan musik tuh harusnya lewat mana ya dimulai dari internet. Seperti waktu kesempatan untuk ke MIDEM itu ya tahunya dari sebuah portal musik yang bikin kompetisi itu. Penuh kejutan sih sekarang ini. Hahaha!

iTunes baru masuk Indonesia, sebelumnya kita punya MeLOn dan Langitmusik, etc dimana musisi bisa jual musiknya disana. Dari pandangan kalian, seberapa penting sarana online untuk menjual musik?

E & R: Harusnya sih penting ya.. Hahaha!

E: Ya.. harusnya sih penting. Tinggal pendengar musiknya aja yang mesti dibiasakan untuk membeli musik secara digital. Karena kalau buat musisi, semakin banyak kami bisa mendistribusikan musik kami dan bisa mendapatkan penghasilan dari situ ya semakin bagus. Baik itu secara digital maupun fisik ya.

R: Tantangannya adalah bagaimana membangun sistem yang mempermudah orang-orang yang ingin membeli konten musik digital. Kalau sistemnya sudah rumit ya yang mau beli jadi punya kecenderungan untuk nggak jadi beli.

Sedikit ngobrolin tentang fans, apa arti fans buat Endah N Rhesa?

E: Kami menyebut fans kami sebagai Friends.. earFriends (Endah And Rhesa Friends). Sebenernya karena menganggap mereka teman ya.

R: Seru punya teman-teman yang mengapresiasi musik kami. Terus support karya-karya kami. Biasanya referensi musiknya juga nggak jauh berbeda. Jadi kadang ya nyambung juga ngobrolnya dan dunianya. Hehehe.

Apa yang kalian berdua lakukan untuk menjaga hubungan hangat kalian dengan fans?

R: Biasanya setelah manggung, kalau pas lagi nggak kecapekan atau sakit, kami menyempatkan diri foto bareng dengan mereka. Itu kalau venue-nya juga mendukung, backstage-nya juga nyaman, dan nggak mengganggu aktifitas orang lain di sekitarnya.

E: Saya juga senang ngobrol atau bertegur sapa dengan teman-teman kami lewat social media. Kadang kami bikin kegiatan setahun sekali ngumpul-ngumpul namanya “EAR Night”. Awalnya sebenarnya untuk admin-admin Twitter regional tapi kemudian berkembang. Total sudah ada 23 akun Twitter earFriends regional dari berbagai kota. Hanya beberapa yang belum sempat bertatap muka. Rata-rata sudah kenal semua. Mereka yang berjasa membantu kami untuk ‘campaign’ di Twitter dan sering menjadi jembatan pemikiran antara kami dengan teman-teman lainnya.

Menurut kalian apakah perlu sebuah situs yang menjadi satu tempat bagi musisi bertemu dengan fans?

E & R: Perlu banget.

E: Perlu sih. Justru itulah yang penting dari perkembangan teknologi sekarang ini. Situs yang all ini yah. Ada informasinya, berita, jadwal manggung, merchandise, bisa ngobrol, ada audio visual, bisa chat real time. Hahaha! Jadi sebenarnya dengan perkembangan teknologi begini bisa semakin mendekatkan antara musisi dengan pendengarnya. Seru sih.

Pertanyaan terakhir, tren teknologi yang diimpikan? (misalnya mobil terbang, ponsel tembus pandang dll)

R: Nonton film 3D atau 4D tanpa kacamata khusus. Soalnya saya kan pakai kacamata. Jadi repot kalau pakai klip dan pusing jadinya.

E: Pengen kapsul mengenyangkan, bergizi, tidak berbahaya enak, dan punya berbagai rasa. Jadi kalau mau makan steak ada kapsul steak, pengen pempek ada kapsul pempek. Jadi bisa makin produktif deh kerjanya. Hahaha!

 

Endah N Rhesa bisa ditemui di blog: http://endahnrhesa.com/blog atau Twitter: endahNrhesa, serta di Kincir.com.

Tentang Kincir.com

Kincir.com adalah platform komunikasi yang dikembangkan salah satunya oleh pentolan grup band Nidji, Giring Ganesha. Di layanan ini musisi/band bisa bertemu dengan fans mereka dan memberikan berbagai update tentang kegiatan mereka. Di sisi lain, pengguna bisa mengikuti berbagai info berkaitan dengan musisi/band favorit mereka. Saat ini Kincir.com masih dalam tahap beta, namun beberapa fitur sudah bisa digunakan. Anda yang tertarik bisa menuju Kincir.com untuk mendaftar dan menggunakan layanannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Tapestrix Perkuat Strategi Media Sosial Pas FM, Tingkatkan Interaksi Antar Komunitas Pendengar

Next Story

Akamai: Indonesia Alami Peningkatan Signifikan Dalam Arus Jaringan Internet Global

Latest from Blog

Don't Miss

Sponsori Garuda Pro Series Ladies Season 1, Glance Serius di Industri Esports

Glance, perusahaan consumer internet asal India yang menampilkan konten ke

Mocca Gelar Konser Perdana di Metaverse, Bisa Ditonton Gratis

Mocca, salah satu band asal Bandung, baru saja mengumumkan bahwa