Dark
Light

Keamanan Data Jadi Prioritas, Google Workspace Diperkuat Dengan AI

1 min read
April 22, 2024

Dalam upaya terus meningkatkan keamanan dan kemampuan AI generatif, baru baru ini Google Workspace menghadirkan add-on AI Security yang diharapkan dapat memberikan perlindungan tambahan bagi penggunanya.

Add-on ini merupakan jawaban atas meningkatnya kekhawatiran dalam hal privasi dan keamanan data di era AI generatif.

Keamanan Data di Era AI Generatif

Seiring dengan makin matangnya teknologi yang dipakai untuk mengelola data, langkah-langkah untuk memperkuat keamanan data menjadi semakin penting.

Google Workspace merespons tantangan ini dengan memperkenalkan produk add-on AI Security yang dirancang untuk memberikan perlindungan secara otomatis terhadap dokumen-dokumen sensitif milik enterprise melalui Google Drive. Add-on ini dapat diaplikasikan ke perusahaan pengguna dengan biaya USD $10 per bulan untuk satu pengguna.

Salah satu aspek paling penting dari add-on AI Security ini adalah penggunaannya yang didukung oleh teknologi AI. Model AI yang digunakan dalam add-on ini dilatih menggunakan data unik milik tiap organisasi, sehingga proses evaluasi, klasifikasi, dan perlindungan terhadap file yang ada dan baru di Drive dapat dilakukan secara otomatis dan seamless.

Google Workspace juga memperluas kontrol DLP (Data Loss Prevention) dan label klasifikasi ke Gmail dalam versi beta. Dukungan eksperimental untuk kriptografi pasca-kuantum (PQC) juga ditambahkan dalam enkripsi dari sisi klien dengan bekerja sama dengan mitra seperti Thales dan Fortanix. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menjaga Gmail sebagai platform email paling aman untuk berbisnis.

Gaet Vertex AI untuk Perkaya Alur Kerja di Workspace

Selain meningkatkan keamanan, Google Workspace juga membantu perusahaan dan profesional dalam meningkatkan alur kerja mereka dengan memanfaatkan teknologi dari Vertex AI. Dengan menggunakan AI Model Garden, Vertex AI memberikan pengguna lebih dari 130 opsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Bristol Myers Squibb adalah salah satu contoh perusahaan yang telah memanfaatkan integrasi antara Vertex AI dan Workspace untuk mengoptimalkan proses bisnisnya.

Sebelumnya, pembuatan formulir persetujuan memakan waktu berbulan-bulan dan melibatkan tenaga manual yang intensif dari tim ilmuwan klinis. Namun, dengan bantuan Vertex AI dan Google Workspace, draft pertama formulir dapat dibuat dalam hitungan menit, membuat proses ini menjadi lebih efisien.

Matteo di Tomasso, Senior Vice President of Global Drug Discovery IT di Bristol Myers Squibb juga mengungkapkan kepuasannya dengan hasil yang dicapai dengan teknologi ini. Ia menyatakan bahwa penggunaan Vertex AI dan Workspace telah mengurangi banyak beban tim dalam hal dokumentasi, sambil tetap menjaga privasi dan keamanan data. 

Peningkatan Fitur pada Gmail, Sheets, dan Docs

Fitur-fitur baru seperti perintah menggunakan suara dan “Help me write” di Gmail, template yang mudah disesuaikan dan notifikasi baru di Sheets, serta tab dan fitur personalisasi di Docs, memberikan pengalaman bagi pengguna Workspace lebih baik dan efisien.

Peningkatan kapasitas hingga 500.000 anggota dalam ruang Google Chat juga akan tersedia dalam beberapa minggu mendatang, bersama dengan interoperabilitas messaging yang diintegrasikan dengan Slack dan Microsoft Teams melalui Mio sebagai mitra dalam pengembangan Google Workspace.

Berbagai macam fitur baru tengah disiapkan untuk meningkatkan produktivitas dan juga keamanan para pengguna pada aplikasi-aplikasi Google Workspace. Dengan begitu, Google Workspace semakin menjadi pilihan yang ideal bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif dan adaptif dalam era digital yang terus berkembang.

Gambar header: Pexels.

Previous Story

Google Umumkan Aplikasi Pembuatan Video Berbasis AI Google Vids

Next Story

Moondrop Pamerkan Smartphone Khusus untuk Audiophile Pertamanya

Latest from Blog

Don't Miss

Google Bagikan Trik untuk Mengatur Pekerjaan di Gmail Lebih Optimal

Bagi kalangan pekerja digital, berkomunikasi melalui email masih menjadi salah

92% Pekerja di Indonesia Sudah Menggunakan GenAI dan Temuan Lain dari Work Trend Index 2024

Microsoft dan LinkedIn merilis laporan Work Trend Index 2024. Di