Dark
Light

Gree Ventures Umumkan Ketersediaan Dana Investasi $50 juta untuk Startup di Jepang dan Asia Tenggara

1 min read
May 16, 2014

Perusahaan investasi Jepang Gree Ventures mengumumkan penutupan pendanaan putaran pertama dan pembukaan putaran kedua investasi yang ditujukan untuk pendanaan Seri A bagi startup di Jepang dan Asia Tenggara senilai total $50 juta  (sekitar Rp 572 miliar). Di Indonesia sendiri, Gree Ventures telah memasukkan investasi Seri A ke empat startup, yaitu Pricearea, Bukalapak, Berrybenka, dan Urbanindo.

Menurut rilis persnya, pendanaan yang diberikan Gree Ventures untuk putaran kali ini bagi setiap startup bisa bernilai $1 juta (Rp 11 miliar) hingga $3 juta (Rp 34 miliar), dengan Gree Ventures menjadi investor utama. Investasi kali ini, yang disebut AT-I Investment Limited Partnership, dihimpun dari berbagai institusi di Jepang, termasuk di antaranya Gree (induk perusahaannya), SME Support Japan, Credit Saison, Ateam Inc, dan Mizuho Capital.

Secara khusus, Gree Ventures mengatakan pihaknya mencari peluang bagi startup yang bergerak di bidang consumer Internet, layanan mobile, teknologi pemasaran, dan sektor layanan berbasis cloud.

Sejak pendiriannya di bulan Desember 2011, Gree Ventures merupakan salah satu investor Asia yang agresif dalam memberikan pendanaannya ke startup-startup potensial di Jepang dan Asia Tenggara. Mereka mengaku telah bertemu dengan 800 startups dan memberikan pendanaan secara total ke 13 startup. Yang menarik, komposisi negara asal penerima pendanaan putaran pertama Gree Ventures adalah 8 berasal dari Jepang, 4 berasal dari Indonesia, dan satu lagi yang berasal dari Singapura. Startup Singapura Luxola yang memperoleh pendanaan dari Gree Ventures juga memiliki kehadiran yang signifikan di Indonesia untuk pasar produk kecantikan.

Berkaca dari pendanaan putaran pertama, artinya startup Indonesia memiliki lebih dari 30% kemungkinan memperoleh investasi dari Gree Ventures, mengingat besarnya potensi bisnis berbasis Internet di tanah air. Tiga startup Indonesia yang memperoleh pendanaan dari Gree Ventures memiliki bisnis yang berbasis atau berhubungan dengan E-commerce, sementara Urbanindo fokus di media vertikal yang berkaitan dengan marketplace properti. Pricearea yang bergerak di layanan perbandingan harga produk e-commerce bahkan baru saja mengumumkan pihaknya diakuisisi oleh Yello Mobile Korea Selatan.

Pendanaan ini merupakan “berita baik” kedua bagi startup yang ingin tumbuh berkembang dan membutuhkan pendanaan eksternal, setelah sebelumnya Monk’s Hill Ventures yang berbasis di Singapura juga mengumumkan kesiapan dana S$100 juta (Rp 914 miliar) bagi startup di kawasan Asia Tenggara. Berbeda dengan Monk’s Hill yang menyasar segmen investasi dari early seed funding hingga pendanaan Seri B, Gree Ventures fokus untuk pendanaan Seri A saja.

[Ilustrasi foto: Shutterstock]

Previous Story

Tips Memanfaatkan Facebook Graph Search untuk Menjangkau Target Pasar Spesifik

Next Story

Tablet Murah Saingan iPad, Xiaomi Mi Pad, Resmi Diumumkan

Latest from Blog

Don't Miss

Mythic Protocol

Mimpi Besar Mythic Protocol Bertemu Investor, Raih Pendanaan Awal Sebesar $6.5 Juta

Mythic Protocol, sebuah perusahaan Singapura yang digagas oleh veteran industri
Lapakgaming rebranding

Lapakgaming Umumkan Rebranding, Komitmen di Industri Top-up dan Hiburan Digital

Lapakgaming, platform top-up game dan produk digital yang berada di