Dark
Light

Google Manfaatkan AI untuk Memprediksi Keterlambatan Penerbangan

1 min read
February 1, 2018

Layanan Google Flights kembali diperbarui, kali ini dengan memaksimalkan investasi besar Google atas pengembangan teknologi artificial intelligence (AI). Premis sederhananya, Google Flights memanfaatkan AI untuk memprediksi keterlambatan suatu penerbangan (flight delay).

Informasi tersebut bukan didapat dari maskapai yang bersangkutan, melainkan melalui perpaduan data-data riwayat yang telah dikumpulkan dan algoritma machine learning. Hasilnya, Google Flights bisa memprediksi keterlambatan suatu penerbangan bahkan sebelum maskapainya sendiri memberikan keterangan resmi.

Tidak cuma itu, alasan keterlambatannya pun juga akan diberikan, entah itu masalah cuaca atau pesawat yang datang terlambat. Untuk memonitor status suatu penerbangan, pengguna Google Flights hanya perlu melakukan pencarian berdasarkan kode penerbangannya masing-masing.

Guna menghindari kesalahan, Google Flights baru akan menampilkan informasi keterlambatan apabila hasil prediksi algoritmanya sudah mencapai level 80 persen atau lebih. Untuk maskapai yang langganan telat – tanpa saya sebut namanya Anda sekalian pasti sudah tahu – persentase tersebut semestinya bakal selalu tinggi.

Google Flights Basic Economy Fare

Di samping memprediksi keterlambatan menggunakan AI, Google Flights kini juga siap menyajikan informasi tarif yang lebih lengkap, terutama untuk penerbangan kelas ekonomi. Tujuannya adalah supaya calon penumpang tidak kecele, mengingat masing-masing maskapai penerbangan pastinya menawarkan fasilitas yang berbeda.

Untuk sekarang informasi tarif kelas ekonomi ini baru diterapkan pada sejumlah kecil maskapai di Amerika Serikat, namun Google pastinya akan mengusahakan dukungan buat lebih banyak maskapai ke depannya.

Sumber: Google via TechCrunch.

Menkominfo Rudiantara, Menteri Pembantu Perdana Menteri Bidang Transformasi Digital Australia Michael Keenan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong / DailySocial
Previous Story

Rudiantara Ajak Investor dan Venture Capital Australia Berinvestasi ke Startup Indonesia

Next Story

[Panduan Pemula] Cara Membuat Footnote di Microsoft Word 2016

Latest from Blog

Don't Miss

Updated: AI di Smartphone Makin Populer, Apa Komentar Pengguna?

Update: Ada perubahan data dari hasil survei sesuai rilis yang

Genjot Solusi Kecerdasan Buatan, AMD Akuisisi Silo AI

Perusahaan pengembang prosesor ternama AMD mengumumkan akuisisi terhadap Silo AI,