Dark
Light

Google Hadirkan Pengalaman Menjelajah Tata Surya Lewat Peramban Web

by
1 min read
November 20, 2012

Google dengan Chrome Experiment menghadirkan sebuah program bernama 100.000 Stars. Program ini menghadirkan visualisasi dari tata surya yang bisa diakses dari peramban web, Google Chrome.

Program ini tentunya menjadi sarana promosi bagi Google Chrome, yang merupakan peramban web milik Google. 100.000 Stars akan menampilkan tampilan visual dari bintang-bintang di luar angkasa. Pengguna tinggal menggunakan mouse atau trackpad untuk menjelajah ribuan bintang, zoom in dan zoom out untuk mengeksplorasi ribuan bintang yang ada di galaksi Bima Sakti.

Visualisasi galaksi Bima Sakti ini hadir dari berbagai sumber, termasuk dari NASA dan Badan Antariksa Eropa, kemudian dipetakan dalam satu tempat. Teknologi yang digunakan memanfaatkan dukungan Google Chrome untuk WebGL, CSS3D dan Web Audio. Tidak hanya visualisasi yang spesial tetapi musik yang disediakan juga, yang merupakan ciptaan dari Sam Hulick, komposer dari Mass Effect.

Dengan melakukan zooming nantinya akan muncul nama-nama bintang dengan mengklik nama tersebut pengguna bisa mempelajari lebih lanjut serta melihat digital rendition. Zooming lebih lanjut akan menghadirkan beberapa pengalaman visualisasi lain. Perlu dicatat, visualisasi ini merupakan gambaran seorang artis. Dan 100 ribu bintang tentunya hanyalah sebagian kecil dari bintang di alam semesta. Ada pula fasilitas tour dengan mengklik tombol play pada bagian kanan atas.

Penasaran, klik tautan ini untuk menikmati 100.000 Stars di Google Chrome.

Previous Story

South Korean Kakao Game Launches Globally

Next Story

XL Axiata Terapkan Skema Billing Operator untuk Pembelian di Google Play Store Tahun 2013

Latest from Blog

Don't Miss

Transformasi Media dengan Gen AI: Pertumbuhan dan Inovasi di Tahun 2025

Pada tahun 2025, industri media dan hiburan akan mengalami transformasi

Gemini Academy Diluncurkan, Bantu UMKM Indonesia Hadapi Era Kecerdasan Buatan

Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) dan Google meluncurkan Gemini Academy