Gaming News

Game Indonesia Sabet Dua Penghargaan di SEA Game Awards Malaysia

06 Nov 2018 | Ayyub Mustofa
Sebelumnya She and the Light Bearer pernah mendapat penghargaan serupa di Korea Selatan

Para developer game Indonesia semakin gencar menunjukkan tajinya di dunia internasional. Selain banyak merilis game di console modern seperti PS4 dan Switch, mereka juga meraih berbagai penghargaan di pameran luar negeri. Di antara para pengukir prestasi itu adalah perusahaan asal Tangerang yang sudah cukup lama berkecimpung di industri game, yaitu Toge Productions.

Anda mungkin mengenal nama Toge Productions dari seri game zombi andalan mereka, Infectonator. Namun sejak tahun 2017 lalu Toge Productions juga membuka divisi penerbitan game yang kini membawahi beberapa studio, antara lain Rolling Glory Jam, Mojiken Studio, Tahoe Games, dan GameChanger Studio. Dalam ajang SEA Game Awards di acara Level Up KL 2018 Malaysia akhir Oktober kemarin, Toge Productions berhasil meraih dua gelar penghargaan.

Coffee Talk
Coffee Talk

Game pertama yang memenangkan penghargaan adalah Coffee Talk, sebuah visual novel buatan Toge Productions sendiri. Mengambil inspirasi dari game indie terkenal VA-11 Hall-A, Coffee Talk menempatkan pemain dalam posisi seorang barista yang harus piawai meracik minuman sambil mendengar keluh kesah pelanggan di dunia fantasi modern. Coffee Talk meraih gelar Best Storytelling di SEA Game Awards.

Sementara itu, She and the Light Bearer karya Mojiken Studio menyabet penghargaan Best Visual Art berkat tampilannya yang mengambil nuansa estetika kisah dongeng. Mojiken memang memiliki visi untuk menciptakan game bernilai seni tinggi, sebuah visi yang akhirnya menarik minat Toge Productions untuk berinvestasi di perusahaan tesebut.

She and the Light Bearer
She and the Light Bearer

Malaysia sendiri sebagai tuan rumah juga tak kalah “garang”. Dari sepuluh penghargaan yang ada, enam di antaranya jatuh ke tangan developer asal Malaysia, sedangkan dua sisanya diterima oleh perusahaan asal Singapura. Berikut adalah daftar penghargaan lengkapnya:

  • Grand Jury Award – No Straight Roads (Metronomik/Malaysia)
  • Audience Choice Award – Iteno (Why Creative/Malaysia)
  • Rising Star Award – Songbird Symphony (Joysteak Studios/Singapore)
  • Best Technology – Nightstream (Streamline Games/Malaysia)
  • Best Visual Art – She and the Light Bearer (Mojiken Studio/Indonesia)
  • Best Game Design – Re: Legend (Magnus Games/Malaysia)
  • Best Audio – Songbird Symphony (Joysteak Studios/Singapore)
  • Best Storytelling – Coffee Talk (Toge Productions/Indonesia)
  • Best Innovation – Simulacra: Pipe Dreams (Kaigan Games/Malaysia)
  • Best Student Game – Terminus Lockdown (Glenmarie Games KDU University/Malaysia)

Mengingat terdapat lebih dari seratus game yang bersaing di ajang SEA Game Awards, apa yang dicapai Toge Productions adalah prestasi yang membanggakan. Apalagi She and the Light Bearer sebelumnya juga mendapat penghargaan di Busan Indie Connect Festival 2018 untuk kategori Excellence in Art. Mojiken Studio berhasil menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia punya SDM industri game yang layak diperhitungkan.

Sayangnya saat ini belum ada kepastian tentang jadwal rilis dua game pemenang penghargaan tersebut. Toge Productions hanya memberi perkiraan bahwa Coffee Talk akan dirilis pada tahun 2019, dan She and the Light Bearer pada tahun 2018. Sebentar lagi tahun 2018 akan segera berakhir. Bisakah She and the Light Bearer rilis sesuai waktu yang dijanjikan?