Esports Ecosystem

Gabungkan LMS dan LST, Riot Bakal Adakan Pacific League Championship Series

26 Sep 2019 | Ellavie Ichlasa Amalia
Di Pacific League Championship Series, tim yang berlaga berasal dari Asia Tenggara, Hong Kong, Taiwan, dan macau

Riot meluncurkan League of Legends hampir 10 tahun lalu. Sejak saat itu, telah ada banyak turnamen esports dari game tersebut, seperti League of Legends Pro League (LPL) di Tiongkok, League of Legends Championship Series (LCS) di Amerika Utara, dan League of Legends European Championship (LEC) untuk tim-tim Eropa. Riot juga mengadakan League Master Series (LMS) untuk tim-tim yang berasal dari Hong Kong, Taiwan, dan Macau serta League of Legends Southeast Asia Tour (LST) yang menjadi tempat berlaga tim-tim dari Thailand, Filipina, Indonesia, Malaysia dan Singapura. Mulai tahun depan, Riot berencana untuk meleburkan LMS dan LST menjadi satu dan mengubah nama turnamen tersebut menjadi Pacific League Championship Series (PCS).

Pada tahun ini, Riot masih mengadakan LMS dan LST. Untuk menyelenggarakan dua turnamen tersebut, Riot bekerja sama dengan Garena, platform gaming dan esports dari perusahaan internet Sea. Masing-masing LMS dan LST memiliki delapan tim peserta. Sementara PCS akan mengadu 10 tim, menurut laporan The Esports Observer. Sayangnya, Riot masih belum memberikan informasi lengkap tentang turnamen PCS itu sendiri, seperti sistem kualifikasi yang digunakan atau apakah turnamen tersebut akan memiliki sistem promosi-relegasi. Riot juga baru akan mengumumkan jadwal turnamen pada tahun depan. Tujuan Riot untuk menggabungkan LMS dan LST menjadi PCS adalah untuk memperketat persaingan antara tim yang bertanding.

LST adu tim-tim dari Asia Tenggara | Sumber: situs LST
LST adu tim-tim dari Asia Tenggara | Sumber: situs LST

“Selama beberapa bulan belakangan, Garena dan Riot Games telah mengevaluasi ekosistem esports League of Legends di Asia Tenggara dan kawasan LMS,” kata Riot Games, menurut laporan Dot Esports. “Tujuan kami mengadakan PCS adalah membuat persaingan menjadi semakin ketat dan menyajikan pertandingan yang menarik untuk para fans.” Memang, belakangan, LMS tak lagi sekompetitif dulu. Tim-tim yang berlaga di LMS juga kesulitan untuk bertanding di panggung internasional. Tampaknya, salah satu alasannya adalah kurangnya pemain League of Legends yang mumpuni di kawasan LMS. Dengan menggabungkan LMS dan LST, Riot ingin membuat tim yang ikut serta menjadi semakin kompetitif dan memudahkan tim untuk mencari pemain bertalenat.

“Kami percaya, pembuatan liga baru, yang akan mengadu tim dari Hong Kong, Taiwan, Macau, dan Asia Tenggara dalam satu turnamen, akan membantu para tim untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan persaingan di kawasan tersebut,” kata Riot, seperti dikutip dari Esports Insider. “Pada saat yang sama, ini juga akan meningkatkan jumlah pemain yang bertalenta. Memusatkan ekosistem esports juga akan meningkatkan kesempatan bisnis dan media untuk para tim profesional.”

Sumber header: Dexerto