Fujifilm Umumkan Instax Mini Evo Cinema, Kamera Instan Hybrid dengan Fitur Perekaman Video Bernuansa Retro

1 min read
January 8, 2026
Fujifilm Umumkan Instax Mini Evo Cinema, Kamera Instan Hybrid dengan Fitur Perekaman Video Bernuansa Retro

Fujifilm Jepang resmi mengumumkan Instax Mini Evo Cinema, kamera instan hybrid unik dari lini Evo yang membawa pendekatan baru. Fokus pada perekaman video pendek, namun tetap mempertahankan kemampuan memotret dan mencetak foto secara instan.

Seri Instax Evo sendiri dikenal sebagai perpaduan kamera digital dan kamera instan. Pada generasi sebelumnya (Instax Mini Evo), pengguna bisa memotret secara digital, menyimpan foto favorit, dan mencetaknya dari kamera. Instax Evo juga bisa terhubung ke smartphone untuk mencetak foto langsung dari galeri.

Keunggulan Fujifilm Instax Mini Evo Cinema

Keunggulan Fujifilm Instax Mini Evo Cinema

Melalui Instax Mini Evo Cinema, Fujifilm melangkah lebih jauh dan membawa pengalaman tersebut ke level baru dengan kemampuan menangkap foto sekaligus video. Menariknya, video yang direkam bisa dikonversi menjadi kode QR, lalu dicetak bersama satu frame foto yang diambil dari video tersebut dalam format cetakan Instax.

Dengan cara ini, pengguna bisa “memberikan” video dalam bentuk cetakan fisik. Cukup memindai kode QR pada foto, video lengkapnya bisa langsung ditonton kembali. Untuk merekam video, pengguna hanya perlu menahan tombol trigger yang berada di pegangan kamera.

Video direkam secara bertahap hingga mencapai durasi maksimal 15 detik. Setelah itu, kamera dapat mencetak foto yang dilengkapi kode QR yang mengarah ke halaman web tempat video tersebut dapat diputar secara penuh.

Karena video menjadi fitur utama, Instax Mini Evo Cinema mengusung desain grip vertikal. Fujifilm menyebut desain ini terinspirasi dari kamera Fujica Single-8 yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1965, guna memberikan sentuhan klasik yang kuat.

Fujifilm Instax Mini Evo Cinema

Di sisi bodi kamera terdapat sebuah kenop bernama Eras Dial. Kenop ini berfungsi untuk mengubah efek visual video maupun foto agar menyerupai nuansa era tertentu. Setiap era memiliki 10 tingkat penyesuaian, sehingga total tersedia hingga 100 variasi ekspresi visual.

Menurut Fujifilm, efek-efek ini dirancang untuk menangkap karakter khas setiap zaman. Memungkinkan pengguna menciptakan video dan foto yang unik, seolah melakukan perjalanan lintas waktu.

Seperti kamera Evo lainnya, Instax Mini Evo Cinema juga dapat berfungsi sebagai printer foto untuk smartphone. Fujifilm turut menyiapkan aplikasi khusus yang memungkinkan pengguna menggabungkan beberapa klip video hingga maksimal 30 detik, serta menambahkan berbagai efek lain seperti teks pada hasil cetakan.

Paket penjualan Instax Mini Evo Cinema mencakup bodi kamera utama, aksesori viewfinder, tambahan grip untuk pengguna dengan tangan lebih besar, serta tas kamera. Kamera ini akan mulai tersedia di Jepang pada 30 Januari 2026. Namun, Fujifilm belum mengungkapkan harga resmi maupun jadwal peluncuran untuk pasar internasional.

Sumber: PetaPixel

Previous Story

Samsung Bahas Masa Depan Privasi AI: Transparansi, Kontrol Pengguna, dan Keamanan Berbasis Chipset

Latest from Blog

Don't Miss

Kamera FUJIFILM X-T30 III Tersedia di Indonesia, Tawarkan Desain Ringkas dan Autofocus Canggih

Bagi para kreator dan penggemar fotografi yang mendambakan perpaduan antara
Fujifilm-X-T30-III-Resmi-Diperkenalkan,-Punya-Dial-Film-Simulation-dan-Ini-Fiturnya

Fujifilm X-T30 III Resmi Diperkenalkan, Punya Dial Film Simulation dan Ini Fiturnya

Pada tahun 2019, saya sempat mengulas Fujifilm X-T30 generasi pertama.