Gaming News

Fortnite Mobile Cetak Satu Miliar Dolar AS Dalam 2 Tahun

18 May 2020 | Akbar Priono
Belakangan Fortnite Mobile juga mengalami peningkatan pendapatan yang didorong oleh perilisan di Google Play, konser Travis Scott, dan pandemi COVID-19.

Tak bisa dipungkiri bahwa Fortnite merupakan salah satu game terbesar di dunia. Mengutip dari statista, Fortnite dikabarkan memiliki 350 juta pemain terdaftar di dalam game mereka pada Mei 2020. Ada beberapa hal yang menjadi kekuatan bagi Fortnite, rilis untuk beberapa platform sekaligus jadi salah satunya. Terakhir kali, Epic Games merilis Fortnite untuk mobile pada tahun 2018 lalu.

Walau lebih muda dari platform lainnya, Fortnite Mobile ternyata sudah tunjukkan kekuatannya. Baru beredar untuk mobile selama 2 tahun lamanya, Fortnite dikabarkan sudah cetak pemasukan sebesar satu miliar dollar AS (sekitar Rp15 miliar), mengutip dari Sensortower.

Sumber: Fortnite
Konten inovatif jadi salah satu pendorong pemasukan ini. Gambar di atas adalah contoh dari sajian konten Battle Pass di dalam Fortntite. Sumber: Fortnite

Walau ini merupakan jumlah pemasukan akumulatif selama 2 tahun, namun pemasukan Fortnite Mobile memang mengalami peningkatan yang signifikan pada bulan April 2020, yaitu sebesar 90% jika dibandingkan dengan Maret 2020. Pada bulan Maret, Fortnite Mobile berhasil kumpulkan US$23,3 juta (sekitar Rp346 juta). Sementara pada April, pemasukan tersebut naik signifikan jadi US$44,3 (sekitar Rp659 juta).

Peningkatan ini disebabkan oleh banyak faktor. Sensortower, mengatakan bahwa setidaknya ada 3 faktor, yaitu perilisan di Google Play, konser Astronomical yang menampilkan rapper Travis Scott, dan lockdown pandemi COVID-19 yang terjadi selama beberapa bulan belakangan.

Secara demografis, Amerika Serikat masih menjadi negara dengan penyumbang pemasukan terbesar terhadap Fornite Mobile. Sensortower mencatat sebesar US$632,2 juta pemasukan datang dari Amerika Serikat, atau sekitar 63 persen dari total pemasukkan. Sementara itu, peringkat kedua datang dari Inggris, dengan pemasukan sebesar US$38,2 juta, atau sekitar 3,8 persen dari total pemasukkan. Ketiga datang dari Swiss dengan pemasukan sebesar US$36,3 atau 3,6 persen dari total pemasukkan.

“Sementara pemasukan Fortnite sempat menurun, namun titel Battle Royale tetap menjadi salah satu game dengan pemasukan terbesar di dunia. Kabar ini menjadi luar biasa, mengingat jumlah pemasukan pada bulan lalu tersebut hanya datang dari Apple App Store saja.” tulis Sensortower dalam laporannya.

Konten inovatif bisa dibilang jadi salah satu magnet bagi Fortnite, terlepas dari platform yang digunakan. Terakhir kali, konser Astronomical berkolaborasi dengan rapper Travis Scott yang digelar secara digital di dalam game, dikabarkan berhasil menarik perhatian 12 juta pasang mata penonton.

Mengutip Business Insider, jumlah tersebut secara kasar hampir sama dengan jumlah rata-rata penonton program Monday Night Football, laga pertandingan American Football paling ditunggu oleh khalayak AS.

Fortnite mencatatkan 125 juta download di Apple App Store hingga saat ini. Bahkan versi Play Store yang baru rilis belakangan sudah mendapat 4,2 juta download. Akankah Fortnite terus bertahan sebagai game Battle Royale paling populer di dunia?