Esports Ecosystem

Bagaimana Manajemen EVOS Memanfaatkan TikTok Untuk Kembangkan Bisnis Influencer

14 May 2020 | Akbar Priono
Hartman Harris Chief, Business Operation EVOS Esports menjelaskan bagaimana TikTok dapat membantu mengembangkan lini bisnis influencer WHIM Indonesia.

Belakangan TikTok sedang gencar melakukan ekspansi ke ranah gaming dan esports. Secara global, kita melihat bagaimana TikTok menggandeng Collegiate StarLeague untuk membuat turnamen bertajuk TikTok Cup. Mereka juga gandeng Fortnite, untuk membuat sebuah aktivitas digital bertajuk #EmoteRoyaleContest. Bahkan dikabarkan perusahaan induk TikTok mau buat divisi gaming, yang kabarnya ingin saingi Tencent di Tiongkok.

Baru-baru ini, TikTok juga menunjukkan keinginan ekspansi mereka di ranah gaming dan esports di ekosistem lokal lewat kerja sama mereka dengan WHIM Indonesia. Bagi Anda yang belum tahu, WHIM Indonesia merupakan manajemen organisasi esports yang mengelola tim EVOS Esports dan berbagai influencergame ternama di Indonesia seperti Jonathan Liandi (Emperor), Dyland Maximus Zidane (Dyland PROS), Anastasia Angelica (Angel) dan Jeanice Ang (Jeanice).

Dalam kerja sama Multi-Channel Network yang dijalin antara TikTok bersama WHIM Indonesia, Hartman Harris Chief of Business Operation EVOS Esports berbagi bagaimana manajemen EVOS memanfaatkan TikTok untuk kembangkan lini bisnis influencer WHIM Indonesia.

Sumber: Twitter @BizGuideBCA
Sumber: Twitter @BizGuideBCA

“Kita yakin bahwa TikTok akan lebih menarik untuk fans kami, termasuk EVOS Esports, terutama mereka yang berasal dari Gen Z yang suka dengan lagu hits namun dengan penyajian format konten yang berbeda.” Hartman memperjelas.

Lalu bagaimana kerja sama ini bisa mengembangkan bisnis influencer WHIM Indonesia? Hartman lalu menjelaskan bahwa lewat kerja sama ini, WHIM Indonesia ingin dapat belajar lebih banyak dari TikTok. “Bagaimana membuat video TikTok yang engaging, lebih profesional, dan mempelajari tren konten TikTok di luar negeri untuk kita terapkan di market lokal Indonesia.”

Dalam kemitraan ini dikatakan bahwa TikTok dengan WHIM Indonesia juga akan memberikan pelatihan kepada talenta dalam pembuatan konten yang berkualitas.

Terkait ini, Hartman menjelaskan lebih lanjut bahwa untuk awal mula, pelatihan ini dilakukan untuk talenta yang ada di dalam WHIM terlebih dahulu. “Tapi pastinya untuk mengembangkan ekosistem, kita berharap lewat kerja sama ini kita bisa membuat workshop, agar lebih banyak orang bisa membuat konten TikTok dengan lebih profesional.”

Lebih lanjut, Hartman menjelaskan apa yang ingin dicapai WHIM Indonesia dalam kerja sama dengan TikTok. “Kami ingin bisa lebih mengembangkan industri ini lagi. Kami ingin bisa menghubungkan lebih banyak konten kreator dengan para brand. Agar konten kreator mudah mendapat brand, dan para brand bisa mendapat kreator yang tepat.” tukas Hartman.

Sumber: TikTok
Sumber: TikTok

Chaya Kusuma selaku Business Director WHIM Indonesia juga menambahkan. “User-generated Content terbukti lebih otentik dan menarik dibandingkan dengan iklan tradisional, karena beberapa merek besar juga kini menggunakan UGC dengan memanfaatkan bakat kreativitas yang dimiliki oleh para talenta. Kini, perilaku konsumen juga telah bergeser dalam mencari informasi brand dan berbelanja ke berbagai saluran online. WHIM sangat terbuka untuk membantu para pemilik brand untuk menciptakan campaign pemasaran digital melalui bakat yang dimiliki oleh para talenta.”

Hingga saat ini, WHIM Indonesia telah memiliki lebih dari 60 talent dengan akun TikTok yang terverifikasi. Talenta WHIM telah menghasilkan 69 juta viewers setiap bulan dan memiliki lebih dari 12 juta followers dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 30% setiap bulannya.