Dark
Light

Layanan Logistik ESL Express Luncurkan Aplikasi Mobile

1 min read
December 22, 2016
Managing Director PT Eka Sari Lorena, Eka Sari Lorena, memberi paparan di hadapan media saat acara peluncuran mobile apps (aplikasi bergerak) ESL Express di Jakarta

Pertumbuhan sektor logistik diramalkan akan terus terjadi mengingat industri e-commerce yang terus berkembang. Kesibukan sektor logistik yang marak di beberapa tahun belakangan memaksa mereka untuk semakin inovatif dalam rangka memperbaiki kualitas layanan dan pengalaman pengguna. Salah satu cara para pemain logistik ini untuk berinovasi melalui aplikasi mobile. Yang terbaru ESL Express meluncurkan aplikasi mobile untuk memudahkan para pengguna memantau dan melacak kiriman mereka.

Aplikasi mobile ini merupakan bentuk inovasi selanjutnya ESL Express yang telah beroperasi selama 21 tahun di Indonesia. Layanan yang berada di bawah PT Eka Sari Lorena ini berharap dengan adanya aplikasi mobile ini pengguna bisa lebih nyaman dalam menggunakan layanan mereka dan tentunya bisa mengambil bagian dari melonjaknya transaksi e-commerce di Indonesia.

“Aplikasi bergerak ini memudahkan konsumen untuk melakukan pengiriman barang. Layanan ini dikembangkan dengan pedoman personalized serviceyang diberikan ESL Express secara khusus kepada konsumen. Belum ada perusahaan lain serupa yang memberikan layanan seperti kami,” jelas Managing Director PT Eka Sari Lorena Eka Sari Lorena.

Dengan aplikasi ini, ESL Express menyusul layanan logistik lain seperti Pos Indonesia, 21 Express dan JNE yang juga telah mengeluarkan aplikasi mobile yang juga digunakan untuk memudahkan pengguna mereka melakukan pantauan terhadap paket yang dikirimkan.

Jika berbicara masalah peluang kehadiran beberapa startup logistik jelas menandakan peluang di sektor ini besar dan masih terbuka untuk persaingan. Tengok saja Etobee, sebuah layanan logistik on demand yang mengandalkan teknologi. Atau Anterin yang mendung konsep marketplace untuk layanan logistik. Belum layanan-layanan OpenPort, CargoCentral, bahkan GO-BOX atau Go-Send.

Meski punya segmen masing-masing, mereka jelas hadir dengan ide yang berbeda dan inovasi teknologi untuk bersaing mendapatkan bagian dari besarnya potensi logistik di Indonesia.

Inovasi saja tak cukup

Belajar dari apa yang dilakukan banyak perusahaan logistik inovasi dengan teknologi saja tidak cukup untuk meningkatkan basis pengguna, butuh sesuatu yang lain. Butuh kolaborasi dengan banyak pihak untuk bisa mendapat banyak pengguna, setidaknya mendekatkan kepada pengguna.

Kerja sama dengan pihak e-commerce menjadi salah satu yang terbaik. Namun juga bisa dikembangkan dengan kolaborasi dengan pihak-pihak lainnya yang sekiranya bisa membawa keuntungan bersama. Baik kolaborasi dari segi teknologi, dari segi marketing, atau dari segi armada.

Application Information Will Show Up Here
Previous Story

Mark Zuckerberg dan Impiannya Menjadi Tony Stark

Next Story

Beyerdynamic Siapkan Earphone Premium dan Sepasang Gaming Headset Baru untuk CES 2017

Latest from Blog

Don't Miss

Borzo Indonesia Logistik

Strategi Borzo Perkuat Layanan Pengiriman Instan di Indonesia

Persaingan industri logistik last-mile di Indonesia begitu ketat, terlihat dari
Deliveree Muat Sebagian

Deliveree Rilis Layanan “Muat Sebagian”, Andalkan Algoritma untuk Optimasi

Startup marketplace logistik Deliveree mengumumkan layanan Muat Sebagian untuk mengakomodasi