Esports Ecosystem

Dyandra Group Luncurkan Inisiatif Esports Lewat Brand DGaming

09 Jul 2019 | Akbar Priono
Dyandra Group, salah satu organizer tertua di Indonesia turut terjun ke dalam ekosistem esports lewat DGaming.

Seiring dengan pesatnya perkembangan ekosistem esports di Indonesia, tak heran jika banyak pihak melirik industri dan punya keinginan untuk turut terjun ke dalamnya. Hal tersebut tak terkecuali dengan Dyandra Global Edutainment, salah satu pemain besar dalam bisnis event organizer di Indonesia.

Terjun ke dalam ekosistem esports, mereka meluncurkan brand yang bernama DGaming atau Dyandra Gaming. DGaming akan bergerak di bidang penyelenggaraan event esports dalam bentuk kompetisi. Dalam acara media gathering yang diselenggarakan pada jumat (5 Juli 2019) lalu, Percy Gorat, Sales Manager Dyandra Global Edutainment yang merupakan Project Manager untuk inisiatif DGaming, menjelaskan beberapa hal seputar DGaming.

Sumber: dyandragaming.com
Sumber: dyandragaming.com

“Kami akan menyelenggarakan kompetisi-kompetisi, namun fokus kami kepada segmentasi grassroot atau komunitas. Sebagai percobaan pertama, kami menyelenggarakan kompetisi PUBG Mobile secara berseri, yang berlangsung setiap akhir pekan.” Percy Gorat dalam sesi presentasi menjelaskan.

Percobaan pertama DGaming untuk terjun ke dalam ekosistem esports adalah lewat gelaran kompetisi PUBG Mobile yang diberi nama Lone Wolf Chicken Battle. Konsep kompetisi ini yang disajikan oleh DGaming terbilang cukup baru.

Kalau biasanya kompetisi diselenggarakan dengan format squad, Lone Wolf Chicken Battle hadir dengan format kompetisi solo. Tetapi menariknya, kendati merupakan kompetisi solo, Lone Wol f Chicken Battle dilangsungkan dengan format seri. Satu seri kompetisi Lone Wolf Chicken Battle diselenggarakan selama satu bulan lamanya.

Pada pekan-pekan awal, kurang lebih ada 4000 pemain disaring untuk mendapatkan tempat bertanding di babak final. Setelah melalui proses penyaringan, tersisa 80 pemain untuk bertanding memperebutkan hadiah utama. Karena pertandingan ini menggunakan format solo, maka hanya ada satu pemenang di dalam kompetisi ini.

“Sejauh ini antusiasme komunitas terhadap event ini terbilang cukup besar. Total target peserta kompetisi Lone Wolf Chicken Battle adalah 4000 pemain, dan sejauh ini sudah ada sekitar 1500 pemain terdaftar. Menariknya, kebanyakan peserta malah datang dari daerah, bukannya kota-kota besar.” Percy menjelaskan.

Sumber: Instagram @dgaming.esports
Sumber: Instagram @dgaming.esports

“Untuk rencana ke depan tentunya event organizer masuk ke dalam salah satunya. Namun untuk rencana jangka panjang, kita juga ada rencana dalam pembuatan platform yang bisa membantuk para gamers lebih mudah untuk bergabung ke dalam kompetisi.” Jawab Percy menjelaskan soal rencana DGaming.

Dyandra Global Edutainment merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang event organizer. Merupakan bagian dari Kompas Gramedia, Dyandra Group terkenal lewat beberapa gelaran acara eksibisi besar di Indonesia; yang mungkin sudah pernah Anda dengar atau hadiri. Beberapa portfolio event yang pernah digelar oleh Dyandra adalah, Indonesia International Motor Show, gelaran musik Synchronize Fest, atau acara eksibisi seperti Garuda Travel Fair.

Kehadiran DGaming dari Dyandra Global Edutainment tentu akan menambah keras persaingan esports event organizer di Indonesia. Sejauh ini, sebenarnya sudah ada cukup banyak penyelenggara event esports di Indonesia.

MET Events atau ESL Indonesia, masih menjadi dua nama yang disegani dalam hal persaingain EO esports di Indonesia. Belum lagi nama Revival TV, yang terkenal kuat dalam hal komunitas, yang juga tak bisa diremehkan dan tetap harus diperhitungkan di dalam persaingan ini. Akankah nantinya Dyandra Global Edutainment lewat DGaming dapat menyaingi nama nama besar tersebut?