Esports Ecosystem

Dana Investasi Rp86,5 Miliar, PlayBrain Mau Kembangkan Esports di Jepang

01 Jul 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Jepang memulai industri esports lebih lambat dari negara-negara lain

PlayBrain, perusahaan yang fokus pada penyelenggaraan turnamen dan pembuatan konten esports di Jepang, baru saja mendapatkan investasi sebesar US$6 juta (sekitar Rp86,5 miliar). Mereka akan menggunakan dana tersebut untuk memperkenalkan merek PlayBrain ke masyarakat, melakukan ekspansi ke game esports baru, dan memperpanjang kerja sama dengan League of Legends Japan League (LJL).

Sebagai perusahaan, PlayBrain ingin menyelenggarakan turnamen dan membuat konten esports di Jepang. Untuk merealisasikan hal itu, mereka bekerja sama dengan berbagai publisher game serta perusahaan yang tertarik menjadi sponsor. Dengan begitu, PlayBrain berharap mereka akan bisa membuat acara esports besar-besaran sehingga mereka bisa menjangkau lebih banyak fans esports.

Selain Riot Games, PlayBrain telah menjalin kerja sama dengan beberapa publisher game esports, sepreti Activision Blizzard, EA, Bandai Namco Entertainment, dan Supercell. Selain itu, mereka juga sudah berkolaborasi dengan Alienware, Intel, dan Twitch.

playbrain
PlayBrain ingin mengembangkan ekosistem esports di Jepang. | Sumber: GamesBeat

Industri esports tengah berkembang pesat. Namun, pertumbuhan industri esports di Jepang terbilang terlambat jika dibandingkan dengan negara lain. Namun, PlayBrain percaya, industri esports di Jepang akan berkembang pesat dalam waktu dekat. Pada 2019, total pemasukan industri esports di Jepang mencapai US$56 juta (sekitar Rp808 miliiar). Menurut data BCN, angka itu akan naik menjadi US$141 juta (sekitar Rp2 triliun) pada 2023. Sementara menurut data PlayBrain, total penonton dari kegiatan esports yang mereka adakan pada tahun lalu naik hingga 2,5 kali lipat.

“Walaupun kami harus membatalkan atau mengurangi jumlah acara esports skala kecil yang kami adakan karena sponsor ingin menggunakan dana marketing pada akhir tahun, kami akhirnya mengubah format turnamen yang tadinya diadakan secara offline menjadi turnamen online, seperti LJL,” kata CEO PlayBrain, Michael Sheetal, dikutip dari GamesBeat. “Sejauh ini, operasi kami cukup sukses. Dan kami justru melihat kenaikan dalam jumlah penonton. Jadi, sponsor yang tetap setia justru mendapatkan untung.”

PlayBrain didirikan pada 2016. Saat ini, mereka memiliki 30 pekerja. Visi mereka adalah mengembangkan ekosistem esports di Jepang. Belum lama ini, PlayBrain bergabung dengan Future Design Shibuya (FDS), sebuah pusat inovasi yang bertujuan untuk membangun komunitas esports di Shibura. PlayBrain juga baru saja merilis taiyoro.gg, platform berisi konten esports yang berfungsi untuk memperkenalkan budaya dan hiburan esports pada para fans.