Dark
Light

Coda Payments Luncurkan Produk Pembayaran Mobile Untuk Axis Dengan PulsaQ

2 mins read
February 14, 2013

Baru-baru ini kami melaporkan bahwa Axis telah meluncurkan Beli Pake Pulsa, sebuah program yang mengijinkan pelanggan Axis untuk membeli produk digital menggunakan pulsa handphone. Dengan hampir 20 juta pelanggan, Axis menjalin rekanan dengan Coda Payments yang bersamaan meluncurkan produk payment gateway. Coda Payments sendiri memilik kantor di Jakarta, didirikan oleh mantan petinggi GSMA yang memiliki spesialisasi di pembayaran mobile di Asia.

Perusahaan pembayaran mobile mulai bermunculan di seluruh penjuru dengan berbagai metode dan perangkat untuk mempermudah pembayaran dari fisik ke digital. Square merupakan salah satu perusahaan yang sejauh ini memimpin pasar Amerika Serikat, namun operasinya sendiri sangat terbatas bahkan di AS, apalagi untuk masuk ke pasar global.

Dengan membayar konten digital menggunakan pulsa, Coda Payments mengubah segala jenis perangkat mobile menjadi dompet digital yang dapat digunakan secara langsung untuk melakukan pembelian digital, tidak seperti smartphone yang harus memiliki aplikasi/perangkat tambahan tertentu.

Kurangnya pelanggan bank di Indonesia, apalagi pengguna kartu kredit, membuat transaksi elektronik menjadi tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan, kecuali dengan memanfaatkan pulsa telepon namun tentunya dengan beberapa kekurangan. Kartu kredit sangat bermanfaat untuk melakukan pembelian/transaksi dengan jumlah yang relatif besar, namun untuk produk digital yang harganya dibawah satu juta rupiah, memaksa pengguna untuk menggunakan kartu kredit bisa menjadi penghalang tersendiri.

Adopsi kartu kredit memang sedang naik, namun dengan adanya fakta bahwa jumlah pengguna telepon seluler telah lama melampaui jumlah pemilik akun bank, akan lebih masuk akal untuk mengincar transaksi mobile dan mengijinkan pengguna untuk membayar menggunakan pulsa telepon.

Neil Davidson, co-founder dan CEO dari Coda Payments berkata bahwa Axis merupakan perusahaan telco Indonesia pertama yang mengerti betapa penting dan signifikan tujuan dari Coda Payments, sekaligus menjadikannya rekanan untuk solusi pembayaran mobile.

Neil berkata kepada DailySocial lewat email bahwa kesulitan terbesar untuk e-commerce di Indonesia sangatlah unik. Salah satu contohnya adalah ketika pengguna melakukan pembelian online, mereka harus bangun dari tempat duduk, pergi ke ATM terdekat dan melakukan transfer. “Kami menemukan bahwa pembeli dan penjual di Indonesia sangatlah tertarik dengan konsep dari produk kami”, sahut Nail.

Untuk melakukan pembayaran transaksi menggunakan bank transfer, ada 10 langkah yang harus dilalui, sedangkan menggunakan kartu kredit cukup 4 langkah saja. Transaksi menggunakan internet banking bisa mencapai 7 langkah. Metode yang digunakan Coda Payments di Indonesia, memiliki 4 langkah, sama seperti kartu kredit.

Indonesia sudah memiliki beberapa perusahaan yang fokus ke pembayaran seperti Veritrans, Doku, iPaymu, namun kebanyakan masih fokus di pengguna kartu kredit dan debit. Ketika ditanyakan apakah Coda Payments menganggap perusahaan-perusahaan tersebut sebagai kompetitor atau tidak, Neil menjawab “Tidak juga. Kartu kredit merupakan alat pembayaran yang berguna untuk barang-barang yang lebih mahal atau lebih banyak, sedangkan kami fokus ke volume transaksi yang lebih kecil”.

Menurut hasi riset kami dengan Veritrans tahun lalu, 42% pengguna e-commerce di Indonesia rata-rata menghabiskan Rp. 500.000 per transaksi. Tentu saja ini jauh lebih besar daripada rata-rata jumlah pulsa yang dimiliki pengguna Indonesia yaitu dibawah Rp. 100.000, namun konsumen Indonesia sudah cukup terbiasa untuk membeli konten digital seperti wallpaper, ringtone dan konten mobile lainnya. “Keduanya menguntungkan untuk ekosistem e-commerce di Indonesia”, kata Neil.

Coda Payments memang lebih mengincar transaksi yang lebih kecil. Berbincang dengan Country Manager Mig33 untuk Indonesia, Kiki Rizki awal minggu ini, dia berkata bahwa salah satu kesuksesan terbesar Mig33 adalah transaksi yang kecil dengan jumlah banyak. “Pengguna Mig33 tidak melakukan pembelian dengan jumlah besar, namun seringkali melakukan transaksi dengan nilai kecil dengan lebih banyak untuk konten dengan harga yang lebih murah”.

Industri e-commerce di Indonesia memang masih dalam tahap awal, namun angka pertumbuhannya terbilang sangat tinggi, dengan menarik banyak investor dan juga perusahaan e-commerce dari luar negeri seperti Coda Payments. Beberapa analis bahkan memperkirakan industri e-commerce di Indonesia butuh 3-5 tahun lagi untuk mencapai titik pertumbuhan yang luar biasa.

Kami bertanya kepada Neil mengenai posisi Coda Payments ketika e-commerce Indonesia mencapai titik klimaks, “Dalam tiga tahun, kami memperkirakan jaringan kami telah bertumbuh dengan melibatkan semua telco di Indonesia dan penjual, pastinya PulsaQ menjadi salah satu pemain kuat sebagai layanan pembayaran mobile paling mudah digunakan”.

This e-commerce channel is brought to you by Veritrans Indonesia. Veritrans makes online transactions easier, faster and more secure. No setup fee, no monthly fee and no hidden fee. To know more about Veritrans Indonesia, please visit their website http://veritrans.co.id

Previous Story

Grup Kompas Gramedia Luncurkan Gramediana, Portal Dan Marketplace Penerbitan Buku

Next Story

One Internet Under WebKit?

Latest from Blog

Don't Miss

Pentingnya Industri Telekomunikasi untuk Kembangkan Industri Game dan Esports

Nilai dari industri game meroket selama pandemi COVID-19. Bahkan setelah

Buoq Axis Ialah Headphone Wireless yang Bisa Berubah Jadi Speaker

Modal ialah satu-satunya batasan seorang pecinta audio. Akan selalu ada produk penyaji