Penyedia layanan arsitektur komputasi awan CloudMile secara resmi menjalin kemitraan strategis dengan platform basis data berkecepatan tinggi Aerospike di Indonesia.
Sinergi lintas platform ini difokuskan untuk menyelesaikan kerumitan manajemen data multi-cloud sekaligus memperkukuh fondasi infrastruktur digital berstandar korporat ( enterprise-grade).
Kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong kelancaran transisi perusahaan dalam mengeksekusi inisiatif kecerdasan buatan (AI) menjadi aplikasi berskala luas yang siap pakai.
Langkah kolaboratif ini mengambil momentum di tengah masifnya tren investasi AI oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Melalui integrasi ini, kepakaran CloudMile dalam mengelola ekosistem cloud lokal akan dipadukan dengan mesin data real-time milik Aerospike.
Hasil dari penggabungan dua teknologi ini adalah sebuah ekosistem infrastruktur yang mampu menyajikan status analitik dan konteks bisnis secara instan, krusial bagi aplikasi modern yang sarat data.
Mengatasi Celah Antara Eksperimen AI dan Nilai Bisnis
Meskipun antusiasme terhadap AI sangat tinggi, banyak perusahaan di Tanah Air yang masih kesulitan merumuskan hasil investasi tersebut menjadi nilai bisnis yang nyata. Tantangan ini tergambar jelas dalam laporan PwC’s 29th Global CEO Survey – Indonesia.
Berikut adalah rangkuman temuan dari survei PwC terkait dampak adopsi AI di tingkat eksekutif:
Country Director CloudMile Indonesia, Gilland Cardindo, merespons data tersebut dengan menekankan bahwa keberhasilan AI tidak sekadar bergantung pada seberapa canggih model algoritma yang digunakan.
“Organisasi juga membutuhkan fondasi data yang dapat menyediakan akses terhadap informasi secara cepat, andal, dan dapat diskalakan. Dengan menggabungkan keahlian cloud lokal CloudMile dan kapabilitas data real-time Aerospike, kami membantu perusahaan mengubah AI dan aplikasi real-time menjadi hasil bisnis yang praktis,” ujar Gilland Cardindo.
Bagaimana Pembagian Peran CloudMile dan Aerospike?
Kemitraan ini dirancang untuk menyajikan solusi komprehensif dari hulu ke hilir (end-to-end). Keduanya akan terjun langsung mengaudit lingkungan cloud klien untuk menemukan celah optimasi terbaik.
Secara teknis, pembagian perannya mencakup:
-
Aerospike: Menyuplai infrastruktur platform data real-time yang menjamin akses terprediksi terhadap lalu lintas data berskala masif. Sistem ini menangani pengambilan (retrieve), pembaruan (update), dan penindakan data seketika.
-
CloudMile: Mengeksekusi arsitektur cloud lokal, proses integrasi, implementasi teknis, proses migrasi, hingga pemeliharaan melalui layanan terkelola (managed services).
Skenario Implementasi untuk Industri Kritis
Kebutuhan akan data real-time kini telah bergeser dari sekadar fitur operasional menjadi keunggulan kompetitif, terutama bagi sektor dengan regulasi ketat dan lalu lintas transaksi tinggi seperti layanan keuangan (financial services), telekomunikasi, dan e-commerce.
Venkatesh Guntur, Country Head ASEAN Aerospike, menjelaskan bahwa seiring dengan pertumbuhan korporasi, kebutuhan akan infrastruktur penopang volume data juga meningkat tajam.
Platform Aerospike diklaim sangat fundamental untuk mendukung operasional model bahasa besar seperti Generative AI (GenAI) dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) yang mewajibkan pasokan data paling mutakhir.
Beberapa skenario penggunaan (use cases) utama yang diakselerasi melalui infrastruktur gabungan ini meliputi:
-
Mesin rekomendasi dan personalisasi produk (recommendation engines).
-
Sistem deteksi penipuan (fraud detection).
-
Pemetaan profil konsumen 360 derajat (customer 360).
-
Analisis sistem penilaian kredit secara dinamis (dynamic credit scoring).
Melalui lokalisasi kemampuan teknis dan pengoptimalan investasi cloud yang sudah ada (existing investments), kolaborasi CloudMile dan Aerospike menargetkan terbentuknya infrastruktur digital korporasi Indonesia yang jauh lebih responsif, tangguh (resilient), dan terukur (scalable).
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.