Esports Ecosystem

BnTeT, Pemain Indonesia Pertama yang Bermain di Region Amerika Utara

17 Dec 2019 | Yudi Anggi
Sebelumnya, ia bermain di tim Tiongkok bernama TYLOO.

Gen.G Esports adalah sebuah organisasi esports yang bermarkas di Korea dan Amerika Utara. Baru-baru ini mereka memutuskan untuk terjun ke scene CS:GO dengan mengakuisisi pemain-pemain dari tim lain. Mereka terbilang cukup serius untuk terjun ke scene CS:GO karena berani langsung mengakuisisi 3 pemain Cloud9 yaitu Timothy “autimatic” Ta, Damian “daps” Steele, dan Kenneth “koosta” Suen. Lalu pemain keempat nya diisi oleh Sam “s0m” Oh dari Team Envy. Namun demikian, hal yang membuat geger komunitas CS:GO di Reddit adalah ketika Gen.G mengumumkan pemain kelimanya. Hansel “BnTeT” Ferdinand dipastikan mengisi slot terakhir roster Gen.G divisi CS:GO.

Memunculkan tanya dan spekulasi dari komunitas CS:GO

Ada dua hal yang membuat komunitas CS:GO kaget, yaitu BnTeT bergabung dengan Gen.G dan TYLOO rela melepas BnTeT. Dengan Gen.G yang berisikan 4 pemain region North America, banyak pihak berspekulasi pemain kelimanya
pasti dari region North America juga. Namun akhirnya Hansel “BnTeT” Ferdinand lah yang ditarik untuk mengisi pemain kelima. Kita semua tahu kalau BnTeT memang setara atau malah lebih mumpuni dalam segi kemampuannya untuk bertanding di scene North America tetapi yang dipertanyakan oleh komunitas CS:GO adalah mengapa TYLOO rela melepas BnTeT. Karena, BnTeT merupakan pemain bintang tim TYLOO dan tidak ada orang yang berpikiran TYLOO akan melepas pemain dengan KDA terbaik mereka. BnTeT dikabarkan telah habis masa kontraknya di akhir 2019 ini, maka Gen.G menarik BnTeT ke dalam roster CS:GO nya.

Kesempatan Besar Bagi Jagoan CS:GO Indonesia

Sumber: Starladder
Sumber: Starladder

North America jelas region yang lebih menjanjikan dibandingkan Asia untuk scene CS:GO. Perlahan tapi pasti, pilihan ini merupakan tahap baru bagi karir BnTeT. Sudah terhitung dua tahun semenjak BnTeT bergabung dengan TYLOO dan, sampai tahun 2019 ini, karirnya bisa dibilang menanjak. Selama di TYLOO, BnTeT berhasil menarik perhatian dunia dengan performanya yang luar biasa. Memang sudah selayaknya ia ditarik ke region yang lebih baik. Turnamen yang lebih kompetitif yang berisikan pemain-pemain bintang yang berpengalaman menjuarai turnamen Major merupakan tempat yang tepat untuk Bntet menunjukan kemampuannya.

Komunitas Reddit CS:GO berspekulasi bahwa BnTeT sebagai pendatang baru akan memberikan kompetisi yang lebih menarik untuk scene CS:GO North America. Jarang sekali player region Asia yang mendapatkan kesempatan untuk pindah ke region North America, yang tercatat hanyalah Enkhtaivan “Machinegun” Lkhagva dan BnTeT saja. Karena itu, komunitas CS:GO North America sangat bersemangat untuk melihat sepak terjang BnTeT dan akhirnya mereka memberikan spekulasi liar di forum Reddit.

Banyak yang bilang bahwa BnTeT akan bersinar bermain dengan bekas trio Cloud9, tetapi tidak sedikit juga yang berpendapat bahwa mereka tidak bisa bersaing di turnamen Major dan hanya jadi angin lalu saja. Bukan hanya komunitas luar yang berkomentar, komunitas CS:GO Indonesia juga berkomentar terhadap kabar gembira tersebut. Antonius “Wooswaa” Willson sebagai caster dan pengamat CS:GO tanah air mengatakan, “kalau tidak ada kendala bahasa, Bntet akan semakin sukses di North America.” Wooswaa juga membandingkan rekan tim BnTeT ketika di TYLOO dan di Gen.G nanti, autimatic yang memiliki banyak pengalaman menjuarai turnamen Major jelas memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan rekan timnya ketika di TYLOO.

Antonius “Wooswaa” Willson dan Arwanto “WawaMania” Tanumiharja | Sumber: Facebook

Sementara Arwanto “WawaMania” Tanumiharja berkomentar, “perlahan, BnTeT merangkak ke region CS:GO yang lebih baik. Yang penting pindah dulu”. WawaMania menganggap langkah BnTeT sudah sangat benar, yang paling penting adalah ia harus keluar terlebih dahulu dari region Asia ke North America karena turnamen-turnamen Major lebih banyak diselenggarakan di North America dibandingkan di Asia.