Dark
Light

Belum Dipasarkan, Mobil Terbang AeroMobil Sudah Incar Teknologi Kemudi Otomatis

1 min read
March 16, 2015

Masih ingat dengan AeroMobil? Mobil terbang ini memang masih terus dikembangkan dan belum memasuki tahap komersialisasi. Pun demikian, hal itu tidak menghentikan perusahaan asal Slovakia tersebut untuk menetapkan visi yang amat ambisius.

Sejauh ini mereka memang telah memiliki prototipe fungsional generasi ketiga, AeroMobil 3.0, dan saat dipasarkan nantinya, konsumen haruslah memiliki izin mengemudikan pesawat selain izin mengemudi mobil biasa. Namun pada versi AeroMobil selanjutnya, sang pengembang mengimpikan mobil terbang tersebut bisa mengendalikan dirinya sendiri.

AeroMobil 3.0 03

Artinya, selain fungsi auto-pilot yang sudah umum diterapkan di pesawat, generasi berikutnya dari AeroMobil juga akan dirancang agar bisa mengemudikan dirinya sendiri di darat.

Fokus AeroMobil saat ini masih untuk mengirimkan mobil terbangnya ke garasi konsumen secepat mungkin. Versi tersebut masih memerlukan manusia di balik kemudinya, akan tetapi versi berikutnya diharapkan telah memiliki teknologi kemudi otomatis.

Info menarik: Audi Dorong Para Programmer Muda Jerman untuk Kembangkan Teknologi Mobil Kemudi Otomatis

“Paling tidak sepuluh tahun dari sekarang, AeroMobil perlu dibekali teknologi kemudi otomatis,” ucap Stefan Vodocz, Chief Communications Officer AeroMobil, kepada CNET. Beliau yakin bahwa kecanggihan algoritma dapat mengendalikan AeroMobil lebih baik ketimbang manusia.

AeroMobil 3.0 02

Pun demikian, bukan hanya tantangan dari aspek teknologi yang harus dilalui AeroMobil. Mereka juga harus berhadapan dengan regulasi-regulasi dari pemerintah berbagai negara untuk bisa memasarkan mobil terbangnya ke depannya, apalagi jika mereka benar-benar berhasil menelurkan sebuah self-flying car untuk publik secara umum.

Bagaimana menurut Anda? Apakah teknologi kemudi otomatis pada mobil terbang ini merupakan elemen penting untuk dikembangkan ke depannya? Atau AeroMobil harusnya lebih berfokus terlebih dulu pada kemampuan VTOL (vertical take-off landing) sehingga ia tak lagi memerlukan landasan pacu, seperti yang TRL idamkan selama ini?

Sumber: CNET. Sumber gambar: AeroMobil.

Glenn Kaonang

Gamers, proud daddy, entering web3 with critical mindset.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Smart City Is NOT Merely A Project by the Government

Next Story

GandengTangan Luncurkan Platform Crowdlending Online

Latest from Blog

Don't Miss

Otoklix Bags 143.5 Billion Rupiah Series A Funding

After receiving $2 million seed funding or equivalent to 28 billion
Pendanaan seri A Otoklix

Otoklix Kantongi Pendanaan Seri A Senilai 143,5 Miliar Rupiah

Setelah menerima pendanaan awal bernilai $2 juta atau setara 28