ASUS Siap Tantang Steam Deck Lewat ROG Ally

Lebih ringkas, tapi jauh lebih kencang sekaligus lebih superior layarnya

Kemunculan Steam Deck pada tahun 2022 memicu lahirnya kategori produk baru, yakni handheld gaming PC. Berbagai pabrikan kini ikut meramaikan pasar tersebut, tidak terkecuali ASUS, yang baru saja mengumumkan PC gaming genggam pertamanya, ROG Ally.

ASUS memperkenalkan ROG Ally pada tanggal 1 April lalu lewat sebuah video trailer yang bombastis. Sontak, banyak yang mengira ini merupakan candaan April Mop. Namun nyatanya tidak demikian, sebab ASUS telah mengonfirmasi bahwa perangkat ini siap diproduksi dan dijual secara luas.

Detail mengenai ASUS ROG Ally memang masih minim, akan tetapi ASUS rupanya sempat meminjamkan prototipenya ke dua YouTuber kondang: Linus Tech Tips dan Dave2D. Berdasarkan kedua video demonstrasinya, ada sejumlah informasi esensial yang bisa kita tarik dari ROG Ally.

Yang pertama terkait performanya. ROG Ally mengemas custom APU buatan AMD yang terdiri dari CPU berarsitektur Zen 4 dan GPU RDNA 3. Spesifikasi persisnya masih belum diketahui, tapi yang pasti ASUS mengeklaim kinerja perangkat ini bisa dua kali lebih kencang daripada Steam Deck.

Beralih ke layar, ROG Ally dibekali panel 7 inci dengan resolusi 1920 x 1080, refresh rate 120 Hz, dan tingkat kecerahan maksimum 500 nit. Lagi-lagi ROG Ally berhasil mengungguli Steam Deck, yang kita tahu hanya mengemas layar beresolusi 1280 x 800 dengan refresh rate 60 Hz.

Performa lebih kencang, layar lebih superior, tentunya dua faktor ini punya dampak besar terhadap konsumsi baterai. Sayangnya ASUS belum berani bicara apa-apa soal ini.

Secara layout sendiri, ROG Ally terkesan mirip dengan Steam Deck, minus sepasang touch pad pada sisi kiri dan kanan layarnya. Dari keterangan Dave2D, fisik ROG Ally terasa lebih ringkas daripada Steam Deck, dengan bobot sekitar 608 gram.

Perihal software, ROG Ally menjalankan sistem operasi Windows 11, bukan OS berbasis Linux seperti yang digunakan Steam Deck. Hal ini tentu memberikannya keunggulan dari segi kompatibilitas, sebab pengguna dapat mengisinya dengan game dari luar platform Steam, seperti misalnya Epic Games Store maupun layanan PC Game Pass dari Microsoft.

Namun satu hal dari ROG Ally yang mendapat pujian terbesar dari kedua YouTuber tersebut adalah terkait sistem pendinginannya. PC genggam bikinan ASUS ini mengemas sepasang kipas, akan tetapi suaranya benar-benar senyap dan hanya berada di kisaran 20 dB selagi game sedang berjalan.

Untuk urusan docking, ROG Ally hadir membawa konektor khusus yang dapat disambungkan ke GPU eksternal ROG XG Mobile. Selain memberikan dorongan performa ekstra, aksesori ini juga memungkinkan pengguna ROG Ally untuk menggunakannya layaknya sebuah konsol konvensional yang terhubung ke TV.

ASUS sayangnya masih bungkam soal harga jual dari ROG Ally. Faktor harga ini selalu menjadi permasalahan terbesar bagi penantang-penantang Steam Deck selama ini. Sebagai konteks, Valve menjual Steam Deck dengan harga mulai $400, sementara rival-rivalnya seperti Ayaneo 2 dibanderol mulai $1.099 — meski memang spesifikasinya lebih superior.

ASUS sendiri berjanji untuk menyematkan harga yang sangat kompetitif pada ROG Ally. Tanggal perilisannya masih belum diketahui, namun kemungkinan besar di tahun 2023 ini juga. Dan jika melihat jangkauan ASUS sebagai brand global, ada kemungkinan juga buat ROG Ally untuk mendarat secara resmi di Indonesia.

Via: Engadget.