Esports Ecosystem

Apa Kabar Tren PUBG Mobile Setelah PMCO Global Finals 2019 – Fall Split Usai?

04 Dec 2019 | Akbar Priono
Tren PUBG Mobile secara total download ternyata tetap positif, dengan penurunan dari aspek jumlah penonton PMCO

Bicara soal keunikan esports, satu hal yang paling terasa adalah soal tren. Jika tren suatu game atau genre sedang meningkat, maka semakin berkembang pula esports game tersebut. Sebaliknya, jika tren suatu game menurun, maka semakin menyusut juga aktivitas esports game tersebut. Kita semua mungkin sudah melihat contoh kasus hal ini dari Vainglory, yang mana aktivitas esports game tersebut menurun seiring dengan tren game Vainglory itu sendiri.

Belakangan, tren genre Battle Royale memang sedang meningkat. Free Fire jadi salah satu game yang kena imbas tren tersebut, bisa sukses di Asia Tenggara dan Amerika Latin berkat 4 faktor kunci yang mereka miliki. Lalu bagaimana dengan the original Battle Royale, Playerunknown’s Battleground? Setelah menuai sukses di pasar PC Gaming  tahun 2017 lalu, game ini melebarkan sayapnya ke ranah mobile, dengan Tencent sebagai sosok yang bertanggung jawab membuat PUBG Mobile.

Setelah pertama kali rilis 19 Maret 2018 lalu dan setelah beberapa kali gelaran esports internasional, apa kabar tren PUBG Mobile kini? Ternyata PUBG Mobile terbukti masih sangat diminati oleh para pengguna perangkat berjalan. Mengutip dari akun Twitter resmi PUBG Mobile, dikatakan bahwa salah satu game Battle Royale terpopuler tersebut kini sudah mencapai angka 600 juta download.

Jumlah ini merupakan peningkatan yang cukup besar, bahkan peningkatannya hampir mencapai angka 100% jika dibanding dengan data tahun lalu. Mengutip data tahunan milik Sensor Tower, PUBG Mobile dilaporkan hampir mencapai 300 juta total download pada tahun 2018 lalu. Jumlah tersebut berhasil menempatkan PUBG Mobile di peringkat 2 dari daftar top games. Dari total download tersebut, sekitar 29% pengunduhnya berasal dari Tiongkok, dengan 10% lainnya berasal dari India dan Amerika Serikat.

Semakin populernya PUBG Mobile, tentu sedikit banyak akan berpengaruh kepada keadaan ekosistem esports game tersebut. Seakan tak mau tren PUBG Mobile berlalu begitu saja, setelah Bigetron RA memenangkan PUBG Mobile Club Open Global Finals – Fall Split Tencent segera mengumumkan akan menyelenggarakan PUBG Mobile World League untuk tahun 2020 mendatang. Tidak tanggung-tanggung, mereka mempersiapkan Rp70,6 miliar sebagai total hadiah semua rencana skena kompetisi PUBG Mobile di tahun 2020 nanti.

Tren esports PUBG Mobile menurun?

Menariknya, walau ada peningkatan dari jumlah pemain serta inisiatif Tencent untuk terus menggenjot perkembangan esports PUBG Mobile, ternyata tren jumlah penonton esports PUBG Mobile menurun. Mengutip data dari Esports Charts, PMCO Global Finals 2019  – Fall Splitternyata hanya mencatatkan 525.133 penonton terbanyak pada saat bersamaan, dengan jumlah rata-rata penonton sebanyak 180.425.

Dibandingkan dengan PMCO Global Finals 2019 – Spring Split, jumlah tersebut merupakan sebuah penurunan. Digelar bulan Juli 2019 lalu, PMCO Spring Split mencatatkan 596.824 penonton terbanyak pada saat bersamaan, dengan jumlah rata-rata penonton sebanyak 221.491. Jika dilihat lagi, angka ini penurunan ini jadi semakin terasa karena Fall Split ditayangkan 6 jam lebih lama daripada Spring Split, namun gelaran Spring Split ditonton sekitar 250 ribu jam lebih lama dibanding Fall Split.

Sumber: Esports Charts - Edit Akbar Priono
Perbandingan data penonton PMCO Spring Split (atas) dengan PMCO Fall Split (bawah). Sumber: Esports Charts – Edit Akbar Priono

Ini bisa jadi ada hubungannya dengan nilai tontonan Battle Royale sebagai esports. Pasalnya, ketika turnamen PUBG pertama kali diadakan pada tahun 2017 lalu, banyak media melakukan kritik terhadap hal tersebut, mengatakan bahwa esports PUBG itu sulit untuk dinikmati sebagai tontonan. PC Gamer salah satunya, mereka mengatakan bahwa banyaknya jumlah aksi jelang akhir permainan membuat PUBG jadi terlalu membingungkan untuk ditonton yang juga membuat observer jadi kelimpungan dalam menayangkannya.

Sistem poin yang diterapkan pada esports PUBG juga kadang membuat Battle Royale jadi punya storyline hari ke hari yang kurang menarik. Contohnya seperti Bigetron RA kemarin. Ketika mereka mengumpulkan poin jauh lebih banyak dari pesaingnya saat permainan baru mencapai ronde 13, seakan terkena spoiler film, penonton jadi bisa menebak siapa pemenangnya ketika pertandingan masih jauh dari kata usai. Untung saja, fase jatuh bangun perjuangan Bigetron RA dari PMCO SEA Fall Split, sampai jatuh ke babak Prelims, membuat cerita perjuangan si kembar Zuxxy Luxxy jadi teramat menarik untuk disaksikan.

Terlepas dari semua itu, Tencent tetap tidak akan berhenti menggarap esports PUBG Mobile, setidaknya sampai satu tahun ke depan. Namun tren penurunan ini bisa jadi lampu kuning bagi ekosistem esports, atau mungkin evaluasi dalam hal penyajian esports PUBG kepada para penonton.