Esports Ecosystem

Andika Rama Maulana Finish di Peringkat 5 WTCR Oscaro Esports 2019 Season

17 Dec 2019 | Akbar Priono
Sempat mendapat juara pertama di race Hungaroring, Andika Rama Maulana akhirnya finish di peringkat 5 dari keseluruhan WTCR Oscaro Esports 2019

Setelah kualifikasi panjang, dan perjuangan Andika Rama Maulana (RamStig) di ajang kualifikasi online, akhirnya 14 Desember 2019 kemarin jadi pembuktian terakhir dalam rangkaian kompetisi FIA WTCR Oscaro Esports 2019 Season. Secara keseluruhan Rama berhasil mendapatkan posisi 5 besar.

Dilaksanakan The Rift, Mid Valley Mega Mall, Malaysia, balapan WTCR Oscaro Esports 2019 Season terdiri dari 3 trek balap, yaitu Hungaroring, Slovakiaring, dan Sepang. Setiap balapan berdurasi 25 menit dengan jumlah lap yang bervariasi pada setiap sirkuit. Pada artikel sebelumnya Rama bercerita bahwa dirinya sebenarnya cenderung tidak ingin berharap lebih banyak, karena lawannya adalah pembalap-pembalap barat yang terkenal sangat lihai dalam mengemudikan mobil balap virtual.

Sumber: Race Room Esports
Sumber: Race Room Esports

Menariknya, Rama malah berhasil mendapatkan juara satu pada race pertama, Hungaroring. “Jujur, ini adalah pengalaman paling membekas menurut saya.” tutur Rama. “Saya sendiri tidak menyangka bisa mendapat posisi ini. Selama penyisihan online, saya hanya bisa mengikuti mereka (pembalap-pembalap barat) dari belakang dan nyaris nggak pernah bisa menyusul. Kemarin saya sampai shock ketika bisa mengikuti orang-orang di depan, lalu bisa overtake satu persatu, eh mendadak menang! Tegang setengah mati ketika tahu saya leading, melihat di depan saya nggak ada siapa-siapa. Walau cuma menang 1 race, tapi terasa seperti juara dunia! Pada race 2 dan race 3 mungkin hoki-nya habis kali ya…haha, tapi tetap race 1 nggak akan terlupakan.” cerita Rama panjang lebar.

Selain soal lawan yang dihadapi, Rama juga cerita soal tantangan dari segi hardware. Perbedaan setup yang ia miliki dibanding dengan yang ada di tempat balap tentu memaksa Rama untuk beradaptasi lagi.  “Semua hardware yang digunakan oleh penyelenggara adalah standar tertinggi di dunia simracing, semua peralatannya sudah kelas profesional. Tentunya dengan ini butuh adaptasi lebih, namun tidak disangka perolehan waktu yang saya dapatkan malah lebih bagus dengan konfigurasi hardware seperti ini…hahahaha.” lanjut Rama.

Sumber: Race Room Esports
Sumber: Andika Rama Personal FB Page

Walau demikian, Rama mendapat posisi yang tidak terlalu baik pada race 3 pada trek Sepang. “Ketika itu gue sebenarnya sudah start dari posisi bagus, yaitu posisi dua. Ternyata ketika balapan dimulai, ada hardware trouble, yaitu gearbox mendadak nggak bisa downshift. Alhasil posisi gue melorot lumayan banyak, dan harus puas finish di posisi 9.” Rama menceritakannya kepada Hybrid.

Dengan semua usaha yang dilakukan, Rama mengamankan posisi ke-5 secara keseluruhan. Titel juara berhasil direbut oleh pembalap asal Polandia, Kuba Brzezinsky. Posisi ini memberikan Rama hadiah sebesar 500 euro (sekitar Rp7,8juta). Berikut daftar top 5 WTCR Oscaro Esports 2019.

Sumber: William Esports
Duo Polandia dari Williams Esports yang berhasil mendapatkan posisi satu dan kedua. Sumber: Twitter William Esports
  • 1st – Kuba Brzezinsky (Williams Esports) – 2500 Euro (sekitar Rp39 juta)
  • 2nd – Nikodem Wisniewski (Williams Esports) – 1500 Euro (sekitar Rp23 juta)
  • 3rd – David Nagy (M1RA Esports) – 1000 Euro (sekitar Rp15juta)
  • 4th – Bence Banki (SDL eSports by Logitech G) – 500 Euro (sekitar Rp7,8juta)
  • 5th – Andika Rama Maulana (GT-Sim.ID eSport) – 500 Euro (sekitar Rp7,8juta)

Balapan ini jadi balapan terakhir di tahun 2019 ini. Menghadapi 2020 Rama menceritakan sedikit hal-hal yang ingin ia capai. “Target 2020, saya ingin bisa mengikuti berbagai kompetisi besar di dunia esports simracing. Tahun depan kabarnya RaceRoom akan kembali mengadakan WTCR esports, kemungkinan saya terjun lagi. Lalu juga mau mencoba serius di Gran Turismo Sport FIA GT Cup, siapa tahu bisa tembus World Tour.” ujarnya.

Selamat kepada Andika Rama Maulana atas prestasi yang ditorehkan. Perolehan ini jadi hal yang membanggakan nama Indonesia di ajang internasional. Apalagi, raihan yang ia dapatkan adalah hasil konsistensinya berlatih serta menghadapi lawan berat dalam kompetisi yang sengit.