Dark
Light

Alpha JWC Terlibat dalam Pendanaan 216 Miliar untuk Startup Data Quadrant Protocol

1 min read
July 12, 2018
Quadrant Protocol menjalin kemitraan dengan 30 lembaga, termasuk Alpha JWC di Indonesia
Quadrant Protocol menjalin kemitraan dengan 30 lembaga, termasuk Alpha JWC di Indonesia

Alpha JWC termasuk dalam jajaran 30 investor di 15 negara yang memberikan pendanaan senilai $15 juta (lebih dari 216 miliar Rupiah) untuk startup data Quadrant Protocol. di Indonesia, salah satu bentuk kemitraan Quadrant Protocol dan Alpha JWC adalah pembentukan komunitas penggiat kripto Alphablock Indonesia.

Bulan lalu kami sempat meliput Quadrant Protocol ketika CEO-nya berkunjung ke Indonesia. Secara sederhana, Quadrant Protocol mengembangkan protokol berbasis blockchain yang menyediakan sistem data terdesentralisasi. Menggunakan protokol ini, individu dan perusahaan dapat membuat, mengakses, dan mendistribusikan data yang otentik.

“Kami lebih ke [menyediakan] infrastruktur teknologi yang memampukan transfer dan pemetaan data,” ujar Founder dan CEO Quadrant Protocol Mike Davie kepada DailySocial.

Tentang penggunaan teknologi blockchain, Davie mengatakan, “Kami memakai blockchain karena melihat banyaknya data yang tidak otentik. Kami pikir blockchain bagus untuk public ledger. Kalau mereka nanti create data, mereka bisa stamp untuk signature data secara real-time. Jadi data jelas dari mana data berasal.”

Selain Alpha JWC, juga turut berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini di antaranya adalah Kenetic, Zeroth.AI, ChainRock, dan Merkle Tree Ventures.

Dalam dukungannya untuk komunitas penggiat kripto, Founder Alphablock Indonesia Maxie Soetandi mengatakan, “Quadrant Protocol adalah [produk] yang revolusioner. Kami menyukai model bisnis dan tim berpengalaman mereka dalam mengurusi layanan layanan otentikasi dan penelusuran kepemilikan data. Quadrant menyelesaikan banyak masalah tidak hanya dengan membedakan basisdata, tetapi juga melihat kepemilikan data aslinya. Ada potensi pasar yang begitu besar di Indonesia.”

Kemitraan di Indonesia akan difokuskan untuk mengedukasi komunitas data dan teknologi Indonesia melalui forum dan konferensi.

Previous Story

Dukungan AirPlay 2 Akhirnya Tersedia di Sejumlah Speaker Sonos

Data dinilai akan semakin berperan seiring revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini / Pexels
Next Story

Ajak Masyarakat Dalami Potensi Data, Algoritma Adakan Demo Day & Kickstart

Latest from Blog

Don't Miss

AVITA Umumkan 2 Seri Laptop Baru untuk Indonesia: SATUS S dan PURA A+

Pandemi COVID-19 mengubah kebiasaan banyak orang dalam bekerja dan belajar.
Sega batalkan rencana kembangkan game blockchain

Berubah Haluan, Sega Batalkan Rencananya Kembangkan Game Blockchain

Pamor game blockchain belakangan relatif meredup. Termakan hype AI itu