Dark
Light

Aksaramaya Ingin Jadikan E-Book Sebagai Pilihan Populer

2 mins read
November 5, 2013

Akhir Oktober lalu, DailySocial sempat memuat sebuah startup yang bergerak dalam bidang buku dan perpustakaan digital Aksaramaya. Aksaramaya akan mengonversikan novel-novel best seller terbitan Penerbit Republika. E-book bukan sesuatu yang asing lagi bagi kita, layanan seperti iBooks, Google Books, Kobo, dan Nook sudah sangat diakrabi pengguna internet yang gemar membaca. Startup yang berfokus pada penerbitan e-book  di Indonesia pun kini mulai bermunculan untuk memberikan layanan e-book yang fokus pada pasar Indonesia serta memberikan layanan buku dalam negeri dalam versi digital.

Ternyata, Penerbit Republika bukan yang pertama bekerjasama dalam mengkonversikan bukunya dengan startup ini. Menurut Farid Ardian, Communications Strategist dari Aksaramaya, “Sebenarnya Republika hanya satu dari ratusan penerbit yang sudah bekerjasama  dengan kami. Beberapa di antaranya adalah Kanisius, Al Aqwam Solo, UNS Press, UB Press, LKiS, Pro-U Media, Navila, Ar-Ruzz Media, Era Intermedia, Sinar Kejora, Garudhawaca, Galang Press, Dian Rakyat, Medi Pressindo, dan lainnya.”

Aksaramaya, seperti dikisahkan oleh Farid, berawal  dari sebuah riset yang dilakukan oleh mahasiswa pecinta buku di Yogyakarta. Tim kecil yang terbentuk ini di beri nama “Aksara”, bertujuan melakukan riset metode konversi buku menjadi e-book, dengan pembuatan platform e-Bookstore.

“Kami menyadari sudah banyak e-bookstore yang bermunculan tapi belum bisa membuat pembaca beralih ke e-book. Maka kami melakukan riset kembali dan ternyata ada banyak alasan yang menyebabkan pembaca belum bisa menerima e-book, diantaranya tidak terlibatnya komunitas pembaca buku dalam membuat platform.”

Hasil riset ini pun berlanjut dengan melibatkan universitas sebagai pengguna e-book.  Sebagai mahasiswa, memang mau tak mau harus membaca e-book dalam membuat makalah, essay dan tugas akhir. Hal ini tak bisa dihindari sebab, penulisan essay akademis harus merujuk pada puluhan belasan hingga puluhan jurnal serta buku-buku teori yang harganya tidaklah murah. Plus tidak semua buku yang dibutuhkan tersedia mudah di luar.

Oleh karena itu, mereka menambahkan aplikasi e-Pustaka yang ditujukan untuk mahasiswa dan kampus.  Kampus menjadi pilihan sebab memang di situlah targetnya. Kebutuhan mahasiswa akan buku adalah sebuah keharusan. “Ide ini kami bawa ke dunia Kampus dan respon kampus cukup bagus. Demikian juga dengan penerbit yang akan menyuplai konten, merupakan cara untuk mendekatkan buku pada komunitasnya.”

Melihat perkembangan dan antusiasme semua pihak yang terlibat di dunia buku, serta diskusi yang intens di antara pendiri kelompok kecil ini, berujung pada  badan usaha dengan nama PT. Woolu Aksaramaya.

Empat alasan utama yang mendorong Aksaramaya berdiri: pertama, sebagai wadah pelestarian karya pustaka anak bangsa. “Sejak masa kemerdekaan hingga sekarang, sudah banyak karya pustaka yang beredar tapi hilang begitu saja. Walaupun ada beberapa pecinta buku yang membuat koleksi tapi terbatas.”

Belum lagi masalah pemeliharaan dengan biaya yang tidak kecil. Melihat kondisi ini  Aksaramaya melihat perlu ada terobosan lain, untuk melestarikan aset bangsa agar bisa dinikmati oleh generasi penerus. Pilihannya adalah digitalisasi, dan perkembangan teknologi memungkinkan untuk melakukan kerja besar ini.

“Kami memulai langkah kecil dengan mendirikan padepokan konversi e-book di Jogja dengan melibatkan Penerbit sebagai Pemilik Konten, dengan kapasitas saat ini 300 judul buku setiap bulan.”

Alasan kedua, tingginya biaya produksi dan distribusi sebuah buku, ketiga yakni kemajuan teknologi digital dan informasi. Dan selanjutnya Aksaramaya merupakan sebuah badan usaha yang  meleburkan antara  idealisme dan peluang bisnis. “Distribusi buku secara digital merupakan sebuah peluang bisnis yang baik sebab Aksaramaya menawarkan harga lebih bersaing dari harga buku secara fisik. Dan tak berhenti hingga di situ, buku pun dapat disewa,” pungkasnya.

[Ilustrasi foto: Shutterstock]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Story

Tak Jadi Dijual, BlackBerry ‘Hanya’ Dapatkan Dana Segar $1 Miliar dari Fairfax dan CEO Baru

Next Story

Dengan Tujuh Juta Pengguna Stiker SMS, XL Hadirkan Stiker Line

Latest from Blog

Don't Miss

Scribd Mulai Suguhkan Konten Orisinil Fiksi dan Non-fiksi

Scribd, layanan berbagi e-book dan audibook tahun lalu mengumumkan diri

Aksaramaya dan Transformasi Perpustakaan

Banyak yang coba diperbaiki oleh pemerintah Indonesia mengenai pendidikan. Di