Esports Ecosystem

100 Thieves Buat Markas di Los Angeles

23 Jan 2020 | Ellavie Ichlasa Amalia
Markas baru 100 Thieves akan menjadi tempat latihan dan tempat produksi konten

Banyak organisasi esports yang menyediakan gaming house sebagai tempat tinggal bagi para pemainnya. Selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, para pemain akan hidup bersama. Namun, gaya hidup seperti ini dianggap kurang sehat karena bisa menyebabkan konflik antara kehidupan pribadi dan profesional. Karena itu, beberapa organisasi esports besar mulai memutuskan untuk membuat markas terpisah. 100 Thieves baru saja meresmikan markas mereka di Los Angeles, Amerika Serikat.

Tidak tanggung-tanggung, markas baru mereka memiliki luas 15 ribu kaki persegi. Alasannya, karena mereka ingin memastikan bahwa markas baru mereka dapat menampung semua divisi bisnis mereka. 100 Thieves memang dikenal dengan tim esports mereka. Namun, mereka juga memiliki bisnis merchandise dan pembuatan konten. John Robinson, President dan COO 100 Thieves berkata, seiring dengan tumbuhnya bisnis mereka, mereka juga ingin membuat markas yang besar.

“Pada awalnya, kami mencari tempat seluas 8.000 kaki persegi, lalu 10.000 kaki persegi. Setelah itu kami berpikir, ‘Oh, cari saja tempat seluas 15 ribu kaki persegi agar muat untuk menampung semua bisnis kita,'” kata Robinson pada Variety. Untuk membangun markas barunya, 100 Thieves bekerja sama dengan Cash App dalam perjanjian sponsorship yang komprehensif. Karena itulah, markas baru 100 Thieves dinamai Cash App Compound. Selain itu, kerja sama antara keduanya juga meliputi dukungan untuk tim esports, konten, dan jersey 100 Thieves.

Markas baru 100 Thieves. | Sumber: VentureBeat
Markas baru 100 Thieves.| Sumber: VentureBeat

Sama seperti markas organisasi esports lain, fungsi utama dari Compound adalah sebagai tempat latihan bagi tim esports 100 Thieves. Mereka kini memiliki tim League of Legends, Counter-Strike, dan Fortnite. Sejauh ini, 100 Thieves telah memenangkan dua turnamen major Call of Duty, masuk kualifikasi League of Legends World Championship, dan meraih medali di Fortnite World Cup dan Fortnite Championship Series.

“Para pemain kami adalah atlet kelas dunia dan kami ingin mendukung mereka dengan fasilitas kelas dunia,” kata Robinson, menurut laporan VentureBeat. “Kami membayar mereka layaknya atlet profesional. Saya rasa, mereka pantas untuk mendapatkan fasilitas kelas dunia.”

Divisi hiburan/konten 100 Thieves juga cukup sukses. Channel YouTube 100 Thieves merupakan channel esports dengan pertumbuhan paling cepat pada 2018 dan 2019. Mereka juga meluncurkan podcast di iTunes. Soal bisnis merchandise mereka, Robinson berkata bahwa dalam 2 tahun, mereka telah membuka penjualan merchandise belasan kali dan produk yang  mereka jual selalu terjual habis dalam waktu kurang dari 30 menit.

Studio di Compound. | Sumber: Variety
Studio di Compound. | Sumber: Variety

100 Thieves didirikan oleh Matthew “Nadeshot” Haag, yang menjadi pemain Call of Duty profesional sepanjang 2011 sampai 2014. Pada 2015, dia pindah ke Los Angeles dan mulai membuat konten esports. Dia mendirikan 100 Thieves pada 2017. Tahun lalu, 100 Thieves mendapatkan investasi sebesar US$35 juta untuk membangun markas baru mereka dan melakukan ekspansi dalam bisnis pembuatan konten serta fashion.

Meskipun sejatinya Compound akan digunakan sebagai tempat latihan, 100 Thieves juga menyediakan ruangan untuk bersantai. Di ruangan tersebut, terdapat sofa dan TV besar. Chris “Papa Smithy” Smith menjelaskan betapa pentingnya menyediakan tempat dan waktu bagi para pemain profesional untuk rehat.

Tempat istirahat di Compound. | Sumber: Variety
Tempat istirahat di Compound. | Sumber: Variety

“Ketika orang-orang membahas tentang esports, mereka tidak tahu bahwa para pemain profesional biasanya berlatih selama 6 hari dalam seminggu, rata-rata dalam sehari, mereka berlatih selama 10 jam,” ujar Smith. Sama seperti olahraga tradisional, para pemain profesional akan berlatih, meninjau permainan mereka, menganalisa musuh, dan meninjau performa mereka sendiri. “Jadi, mereka perlu ruangan untuk berisitirahat.”

Selain itu, 100 Thieves juga membuat studio produksi. Robinson mengatakan, mereka menghabiskan lebih dari US$500 ribu untuk membuat studio tersebut. Salah satu program yang mereka buat adalah “The CouRage and Nadeshot Show”, podcast dan seri YouTube dengan Nadeshot dan Jack “CouRage” Dunlop sebagai host.

“Ini adalah mimpi yang jadi nyata untuk ‘The CouRage and Nadeshot Show’ Season 2, begitu kami menyebutkan,” kata Dunlop. “Ini menunjukkan betapa besarnya investasi yang 100 Thieves tanamkan dalam pembuatan konten dan video.”

Sumber header: VentureBeat