Review Game
[Review] Metro Exodus, Simulasi Post-Apocalypse Dengan Pesona Khas Rusia
04 Mar 2019 | Yoga Wisesa
[Review] Metro Exodus, Simulasi Post-Apocalypse Dengan Pesona Khas Rusia
04 Mar 2019 | Yoga Wisesa

Tak sampai setengah jam lalu, sampan Artyom diserang dan dijungkirbalikkan oleh ikan lele seukuran paus. Dan kini ia harus menghadapi udang raksasa ganas, sembari berkutat dengan senapan serbunya yang macet. Seperti inilah serba-serbi hidup di dunia post-apocalypse. Tema tersebut memang tak asing buat kita, namun seri Metro merupakan satu dari sedikit franchise yang betul-betul mengedepankan elemen action, penyajian cerita, dan survival. Metro Exodus adalah game ketiga di seri shooter yang diada...

Read More
[Review] Resident Evil 2, Hidangkan Sensasi Horor Klasik Dengan Penyajian Baru, Siap Rebut Gelar Game Terbaik di 2019
08 Feb 2019 | Yoga Wisesa

Saat itu tahun 1998. Mayat hidup memang sudah lama meneror pemirsa layar kaca, tapi kehadirannya di video game terbilang cukup jarang. Dua tahun sebelumnya, Resident Evil laris terjual di Amerika serta Inggris, menyemangati Capcom buat membangunnya jadi franchise raksasa. Setelah proses pengembangan yang panjang serta revisi besar-besaran, Resident Evil 2 lebih sukses lagi dari pendahulunya. Di E3 2015, Capcom mengungkap rencana untuk membangun ulang Resident Evil 2 buat platform game current-ge...

Read More
[Review] Apex Legends – Pilih Setia atau Pulang Tinggal Nama
06 Feb 2019 | Ayyub Mustofa

“Oh, battle royale lagi.” Mungkin begitu reaksi Anda ketika mendengar tentang Apex Legends, produk terbaru dari para kreator seri Titanfall. Sama, saya juga berpikiran demikian. Game bergenre battle royale belakangan ini sudah begitu banyak, bahkan berbagai franchise lama seperti Call of Duty dan Counter-Strike pun ikut “latah” masuk ke dunia battle royale juga. Saya tidak merasa kita butuh game battle royale baru, apalagi pada dasarnya saya juga bukan penggemar genre ini. Andai nama developer d...

Read More
[Review] Rage in Peace – Emosi dalam Wahana Roller Coaster
14 Jan 2019 | Ayyub Mustofa

Ketika pertama kali mencicipi Rage in Peace dalam acara PopCon Asia 2016, saya langsung tahu bawa game ini akan menjadi sebuah game yang spesial. Saya tentu tidak bisa memperkirakan akan sesukses apa Rage in Peace secara finansial karena saya tak punya ilmu tentang itu. Akan tetapi saya amat yakin, Rolling Glory Jam punya potensi menciptakan sesuatu yang lain daripada developer Indonesia pada umumnya. Keyakinan itu adalah sesuatu yang agak sulit untuk dijelaskan secara spesifik. Mungkin karena s...

Read More
[Review] Red Dead Redemption 2, Mahakarya Digital Dalam Wujud Simulator Koboi
13 Nov 2018 | Yoga Wisesa

Di sebuah pagi yang indah di kota kecil bernama Rhodes, Arthur Morgan baru saja menyelesaikan sarapannya. Hari memang terbilang masih dini, tapi apa salahnya untuk menikmati sedikit minuman alkohol bukan? Arthur mulai berjalan ke arah bartender, saat dua pemabuk masuk dari pintu belakang. Sempat beradu mulut, dua individu anggota Lemoyne Raiders itu tiba-tiba menyerang seorang pelanggan. Arthur tak jadi memesan minuman, karena saya terlalu terkesima melihat insiden tersebut. Dan tanpa menunggu l...

Read More