Bukan Cuma Teknologi, Tren Gaya Hidup Jadi Kunci Perkembangan Connected Home di Asia

2 mins read
October 14, 2026

Perkembangan rumah pintar di Asia ditentukan oleh kemampuannya menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari penghuni, bukan oleh kecanggihan teknologinya. Pandangan ini hadir dalam diskusi panel Signify di Singapura bertajuk “Asia’s Changing Lifestyles and the Connected Home”, dengan pengaturan pencahayaan disebut sebagai langkah awal yang paling mudah.

Satu Ruangan, Banyak Fungsi

Signify, produsen pencahayaan global, menyatakan bahwa perubahan gaya hidup ikut mengubah apa yang diharapkan masyarakat Asia dari tempat tinggalnya. Di kawasan ini, termasuk Indonesia, satu ruangan lazim dipakai untuk beberapa kegiatan sekaligus.

Ruang yang sama dapat menjadi tempat bekerja pada pagi hari, tempat anak belajar pada siang hari, lalu tempat keluarga bersantai pada malam hari.

Kebutuhan akan ruang yang luwes itu dipengaruhi oleh struktur sosial dan perubahan dunia kerja. Data Pew Research Center menunjukkan bahwa lebih dari empat dari sepuluh penduduk Asia Pasifik tinggal bersama keluarga besar, dan banyak di antaranya menghuni rumah berukuran ringkas dengan ruang bersama serbaguna.

Dari sisi pekerjaan, studi Reeracoen × Rakuten Insight mencatat bahwa 72% pekerja di Asia Pasifik memilih sistem kerja hybrid. Konsekuensinya, rumah harus siap berubah menjadi area kerja dari rumah (WFH) yang nyaman.

Pencahayaan sebagai Titik Awal

CEO Signify, As Tempelman, menilai pergeseran fungsi ruang tersebut membuat pencahayaan berperan penting. Menurut dia, connected home pada dasarnya berbicara tentang manusia, yakni bagaimana kehidupan dan harapan mereka terhadap rumah terus berkembang.

Tempelman menjelaskan bahwa cahaya sudah ada di hampir setiap ruangan dan menyertai aktivitas sepanjang hari. Karena itu, mengatur cahaya menjadi cara yang wajar untuk menyesuaikan suasana, mulai dari menjaga konsentrasi saat bekerja pagi hari, menikmati waktu bersama keluarga pada sore hari, hingga beristirahat pada malam hari. Ia menyebut Asia menunjukkan gambaran yang menarik mengenai arah perkembangan itu.

Pola Adopsi di ASEAN

Konsumen kini menghendaki teknologi yang intuitif dan tidak merepotkan akibat banyaknya aplikasi atau perangkat tambahan. Kunjungan langsung Signify ke berbagai hunian di kawasan ASEAN menemukan bahwa pemasangan perangkat rumah pintar umumnya dimulai pada momen penting dalam hidup, misalnya ketika pindah rumah atau menikah.

Kebutuhan antarnegara berbeda:

  • Thailand: konsumen menitikberatkan keterpaduan pencahayaan dengan ekosistem rumah pintar yang telah terpasang.
  • Malaysia: pengguna mengutamakan kepraktisan, contohnya mematikan lampu dari tempat tidur.
  • Indonesia: minat bergeser dari lampu konvensional ke smart lighting demi kenyamanan tambahan, terutama di kamar anak dan area bersantai.

Proyeksi Pasar

Warna, intensitas, dan jadwal menyala lampu dapat diatur lewat ponsel pintar maupun asisten suara. Kemudahan ini menjadi alasan pasar smart lighting diperkirakan tumbuh pesat, dari USD 27,98 miliar pada 2025 menjadi USD 173,21 miliar pada 2034.

Respons Produsen

Untuk melayani kebutuhan tersebut, Signify mengandalkan ekosistem Philips Smart Lighting. Dedy Bagus Pramono, President Director Signify Commercial Indonesia, menyatakan bahwa rangkaian produk ini dirancang agar mudah digunakan, intuitif, dan peka terhadap kebiasaan pengguna. Pilihannya mencakup smart bulb, downlight, light strip, light bar, hingga smart spotlight. Menurut Dedy, ragam produk itu dimaksudkan agar rutinitas di rumah berjalan lebih nyaman dan lancar.

Ke depan, arah pengembangan rumah pintar di Asia tampaknya akan banyak ditentukan oleh seberapa baik produk menjawab kebiasaan nyata penghuni, terutama pada fase hidup ketika orang mulai memasang perangkat pintar.


Disclosure: Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Previous Story

Kolaborasi AWS dan PwC Indonesia Latih Ribuan Siswa SMK Bandung Kuasai Cloud dan AI

MSI Prestige 14 Flip AI+ Vincent van Gogh Edition
Next Story

Padukan Seni dan AI, Laptop Edisi Terbatas MSI Prestige 14 Flip Van Gogh Dijual Rp38 Jutaan

Latest from Blog

Don't Miss

Signify Innovation Day 2026

Signify Innovation Day 2026: Mendorong Era Smart City dan Bangunan Hijau Lewat Teknologi Pencahayaan Cerdas

Transisi menuju infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan membutuhkan integrasi teknologi lintas

Resmi Diakui FIBA, Signify Hadirkan Pencahayaan Stadion Cerdas via ArenaVision Gen 3.5

Menikmati siaran langsung pertandingan olahraga dalam resolusi Ultra HD di