3 Trik Optimasi Toko Online Pakai Kecerdasan Buatan Menurut Lazada

2 mins read
August 7, 2026

Dinamika persaingan di industri e-commerce menuntut para penjual untuk terus beradaptasi dengan teknologi terkini. Lazada Indonesia  mengumumkan integrasi fitur kecerdasan artifisial (AI) terbaru mereka, yakni AI Smart Listing dan AI Smart Product Optimisation.

Terobosan ini ditujukan untuk merampingkan alur kerja para seller dalam merancang etalase digital, sekaligus memastikan produk mereka lebih mudah ditemukan oleh algoritma pencarian konsumen.

Implementasi teknologi ini bukan tanpa alasan. Kompleksitas pengelolaan toko online—mulai dari riset kata kunci, penyusunan deskripsi, hingga penyuntingan foto, kerap menyita banyak waktu operasional pelaku usaha.

Dengan hadirnya asisten pintar berbasis AI dari Lazada, proses repetitif tersebut kini dapat dieksekusi secara otomatis dalam hitungan menit, memungkinkan penjual untuk lebih fokus pada perumusan strategi bisnis yang lebih makro.

Tren Adopsi AI di Kalangan Seller E-commerce

Antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terhadap teknologi otomasi tercatat sangat tinggi. Berdasarkan hasil studi terbaru Lazada yang bertajuk “Bridging the AI Gap: Online Seller Perceptions and Adoption Trends in Southeast Asia”, mayoritas pedagang daring di Tanah Air telah menyadari betapa krusialnya peran kecerdasan buatan untuk kelangsungan bisnis mereka.

Berikut adalah rincian data temuan dari survei tersebut:

Kategori Temuan Riset (Indonesia) Persentase Indikasi
Persetujuan Dampak AI 90% Seller sepakat bahwa AI berdampak langsung pada peningkatan produktivitas kerja.
Kategori AI Aspirants 50% Separuh dari seller rutin berinvestasi pada solusi AI untuk mengurai tugas kompleks.
Fitur Paling Diminati N/A Pembuatan listing pintar dan pemasaran berbasis AI menjadi aplikasi yang paling banyak dioperasikan.

Head of Business Growth and Operations Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo, memaparkan bahwa etalase produk adalah ujung tombak pemasaran. “Listing produk bukan sekadar menampilkan barang yang dijual, tetapi menjadi kesempatan bagi seller untuk menyampaikan nilai dan keunggulan produknya,” jelas Amelia.

“AI membantu seller menyusun informasi produk yang lebih lengkap dan menarik, mulai dari judul, deskripsi, gambar, hingga kata kunci, sehingga konsumen dapat memahami produk dengan lebih cepat dan membeli dengan lebih yakin.”

3 Trik Praktis Mengoptimalkan Etalase Produk dengan AI

Untuk memaksimalkan tingkat konversi penjualan, Lazada merekomendasikan tiga langkah implementasi AI yang dapat langsung diaplikasikan oleh para pemilik toko:

  • Penyempurnaan Visual Produk: Keputusan pembelian secara online sangat bergantung pada kualitas foto. Kecerdasan buatan mampu menyunting latar belakang gambar (background removal) secara otomatis agar produk tampak lebih bersih dan profesional. Fitur ini sangat krusial bagi kategori fashion, aksesori, maupun perabotan rumah tangga.

  • Adaptasi Cepat Terhadap Tren: Algoritma mesin pencari selalu berubah. Melalui alat optimasi AI, penjual dapat merevisi judul, deskripsi, dan menyematkan kata kunci (keywords) yang sedang viral di media sosial secara instan, sehingga peringkat produk di halaman pencarian tetap relevan.

  • Efisiensi Waktu Operasional: Mengalihdayakan pekerjaan repetitif (seperti perbaikan listing masal) kepada mesin akan memangkas jam kerja operasional secara drastis. Penjual dapat mengalokasikan waktu tersebut untuk memperluas jaringan penyuplai, meningkatkan layanan pelanggan, atau mengekspansi variasi produk.

Akselerasi Edukasi Melalui Lazada Seller Creator Camp

Walaupun teknologi AI menawarkan kemudahan tanpa batas, sentuhan strategi manusia tetap menjadi nahkoda utama. Oleh karena itu, platform e-commerce ini menyediakan pusat edukasi terpadu bernama Lazada University.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Lazada juga akan menyelenggarakan pelatihan intensif Lazada Seller Creator Camp pada tanggal 13 Agustus 2026. Program eksklusif ini akan menghadirkan para pakar industri untuk memberikan pendalaman materi seputar fotografi komersial, branding, hingga taktik pemasaran mutakhir.

“Kami terus menghadirkan pelatihan agar seller dapat memanfaatkan AI dan berbagai tools lainnya secara efektif untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis mereka,” tutup Amelia.


Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.

Previous Story

Rilis Global Qwen3.8-Max: LLM untuk Kebutuhan Coding dan Visual

Next Story

Rincian Inovasi Sandisk di FMS 2026: Dari BiCS10 QLC NAND hingga SSD Enterprise

Latest from Blog

Don't Miss

Rilis Global Qwen3.8-Max: LLM untuk Kebutuhan Coding dan Visual

Alibaba merilis model unggulan terbarunya, Qwen3.8-Max. Dirancang sebagai iterasi paling

Apa Itu Tencent Hy3? Model AI Baru yang Mengubah Cara Kerja Perusahaan Global

Pergeseran tren pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) di sektor korporasi kini