Melakukan panggilan telepon di tengah hiruk-pikuk jalan raya atau stasiun kereta yang bising sering kali menjadi mimpi buruk bagi pengguna True Wireless Stereo (TWS). Jauhnya jarak antara letak mikrofon di telinga dengan mulut membuat suara manusia kerap kalah oleh distorsi lingkungan.
Menjawab kendala fundamental ini, Samsung secara komprehensif membedah arsitektur audio mutakhir di balik perangkat Samsung Galaxy Buds4 Pro.
Perangkat seluler ini tidak lagi sekadar mengandalkan isolasi pasif, melainkan mengintegrasikan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) langsung di dalam perangkat (on-device) untuk merekonstruksi suara pengguna secara seketika (real-time).
Melalui terobosan yang disebut Sensor Fusion, pabrikan asal Korea Selatan ini menata ulang cara earbuds nirkabel menangkap, memproses, dan menyalurkan frekuensi vokal.
Fokus utama pengembangan kami adalah memastikan suara pengguna dapat menembus kebisingan sekitar dengan tingkat kejernihan maksimal, tidak peduli seberapa bising lingkungannya, seperti dikutip dari pernyataan teknis yang dirilis oleh Samsung.
Lantas, seperti apa cara kerja komputasi canggih yang ditanamkan dalam gawai berukuran mungil ini?
Apa Itu Teknologi Sensor Fusion pada Perangkat TWS?
Pada earbuds konvensional, penangkapan suara umumnya hanya bertumpu pada satu atau dua mikrofon eksternal. Kelemahan sistem tunggal ini adalah ketidakmampuannya membedakan mana suara mulut pengguna dan mana suara klakson mobil di latar belakang.
Untuk mengatasi limitasi tersebut, Galaxy Buds4 Pro menggunakan pendekatan environment-aware (sadar-lingkungan) melalui arsitektur Sensor Fusion. Sistem ini bekerja dengan mengumpulkan dan menyilangkan data dari berbagai sensor fisik secara bersamaan:
-
Dua Mikrofon Eksternal: Bertugas secara proaktif menangkap arah datangnya suara pengguna secara langsung dari luar.
-
Satu Mikrofon Internal: Berfungsi mendeteksi rambatan suara yang bergema di dalam saluran telinga.
-
Voice Pickup Unit (VPU): Sebuah sensor konduksi tulang (bone conduction) yang secara mekanis melacak getaran fisik pada tulang rahang/kepala ketika pengguna sedang berbicara.
Penggabungan data dari ketiga titik ini memungkinkan earbuds mengisolasi vokal manusia secara absolut, memisahkannya dari frekuensi bising eksternal.

Otak AI Deep Neural Network (DNN) yang Dioptimalkan
Perangkat keras yang mumpuni tidak akan bekerja maksimal tanpa algoritma peranti lunak yang cerdas. Samsung membenamkan sistem AI bernama Deep Neural Network (DNN)—sebuah model komputasi yang meniru jaringan saraf otak manusia.
Biasanya, model DNN membutuhkan cip prosesor yang besar dan boros daya. Namun, Samsung berhasil memampatkannya agar dapat diproses langsung di dalam earbuds (on-device processing). Optimalisasi ini mencatatkan efisiensi luar biasa, di mana beban komputasi awal dipangkas hingga 10%, dan ukuran model AI direduksi menjadi 30%dari aslinya tanpa mengorbankan kualitas.
Berikut adalah kemampuan adaptif dari algoritma AI pada perangkat ini:
-
Analisis Prediktif Waktu Nyata: Mempelajari pola suara masa lalu, saat ini, dan masa depan secara instan untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang mendadak.
-
Detail Vokal 16x Lipat: Algoritma menangkap resolusi data 16 kali lebih tinggi dari generasi sebelumnya, memastikan nada tinggi, konsonan tajam, hingga hembusan napas di akhir kata terdengar natural.
-
Kompensasi Fit Leakage: Saat pengguna mengunyah atau berjalan, earbuds bisa sedikit bergeser dan membiarkan suara luar masuk (fit leakage). Sistem akan secara otomatis mendeteksi kebocoran ini dan menyesuaikan parameter audio secara dinamis.
Ekosistem Super Wideband dan Pengujian Dunia Nyata
Kualitas panggilan ini akan mencapai titik puncaknya ketika disandingkan dalam ekosistemnya sendiri. Jika dihubungkan dengan ponsel pintar Samsung Galaxy, perangkat ini akan mengaktifkan koneksi Super Wideband (SWB) yang mentransmisikan data audio hingga rentang pita 16 kHz, menghasilkan suara yang tebal bak siaran radio profesional.
Untuk memberikan gambaran menyeluruh terkait implementasi teknologinya, perhatikan tabel rekayasa pemecahan masalah berikut:
Seluruh klaim spesifikasi ini tidak hanya diuji di atas kertas. Samsung menjelaskan bahwa rekayasa perangkat ini telah melewati simulasi laboratorium menggunakan generator angin raksasa, serta uji lapangan langsung di pusat perbelanjaan, kafe padat pengunjung, hingga berkendara dengan kaca mobil terbuka.
—
Disclosure: Artikel ini disusun dari rilis dengan bantuan AI dan dalam pengawasan editor.